Baznas RI Luncurkan Program Perberdayaan Ekonomi di Jateng, Mulai dari Toko Retail Hingga Lembaga Pembiayaan Tanpa Riba
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 9 Des 2025
- visibility 75

Foto: Baznas RI Luncurkan Program Perberdayaan Ekonomi di Jateng (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI luncurkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi di Jawa Tengah. Beberapa di antaranya “Zmart”, “ZCoffee”, hingga “Baznas Microfinance Masjid (BMM)”.
Program-program ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen memperkuat kemandirian ekonomi umat. Sejumlah program tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Jawa Tengah, sekaligus sebagai upaya pengentasan kemiskinan.
“Kami sangat mengapresiasi program ini, terlebih program ini diarahkan untuk pemberdayaan dalam upaya mengentaskan kemiskinan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno baru-baru ini.
Melalui program ini, para mustahik (penerima zakat) diharapkan memiliki penghasilan rutin, dan perlahan bisa bertransformasi menjadi muzakki (pemberi zakat). Program tersebut sejalan dengan cita-cita Pemprov Jateng dalam membangun ekosistem syariah.
Jaringan Zcoffee berkembang melalui tren menikmati kopi yang akhir-akhir ini semakin meluas. Sementara, Zmart merupakan sistem toko retail dan BMM akan memberikan layanan pembiayaan tanpa praktik riba.
“BMM yang bermitra dengan masjid ini menjadi solusi bagi umat agar terhindar dari rentenir dan pinjaman ilegal,” tuturnya.
ZCoffee pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 dan telah hadir di 12 provinsi dan 30 kabupaten/ kota. Sementara, di Jawa Tengah, terdapat 22 outlet ZCoffee. BMM saat ini telah bermitra dengan 183 masjid, menyalurkan Rp26,3 miliar, dan telah mendampingi 70 mustahik di Semarang, melalui skema qardhul hasan (pinjaman lunak) tanpa bunga.
Baznas RI juga menargetkan pendirian 1.300 Zmart melalui kolaborasi dengan Baznas Provinsi Jawa Tengah dan 26 Baznas Kabupaten/Kota. Sebanyak 780 unit di antaranya didukung langsung oleh Baznas RI, dengan total anggaran Rp6,24 miliar.
“Pengelolaan zakat merupakan amanah dari umat. Zakat berasal dari harta yang suci, dan program ini kami harapkan menjadi energi baru bagi percepatan penurunan kemiskinan di Jawa Tengah,” kata Ketua Baznas RI, Noor Ahmad. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

