Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Illegal Logging Diduga Picu Banjir Besar di Aceh Tamiang, Tumpukan Kayu Selimuti Pondok Pesantren

Illegal Logging Diduga Picu Banjir Besar di Aceh Tamiang, Tumpukan Kayu Selimuti Pondok Pesantren

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 9 Des 2025
  • visibility 91

Kabarjatengterkini.com — Pemandangan memilukan tampak di Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, usai banjir besar melanda wilayah tersebut. Tidak hanya menyisakan lumpur dan genangan air, tetapi juga tumpukan kayu gelondongan yang menutupi area sekitar Pondok Pesantren Darul Mukhlishin.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa bencana tersebut dipicu oleh aktivitas ilegal di kawasan hulu Sungai Tamiang.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap adanya temuan awal terkait penyebab banjir. Dalam keterangan resmi, Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, menegaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi kegiatan illegal logging dan pembukaan lahan tanpa izin di hulu sungai.

“Informasi awal di hulu Sungai Tamiang terdapat aktivitas illegal logging dan land clearing oleh masyarakat,” ujar Irhamni, Selasa (9/12/2025).

Modus Pembalakan Hutan: Kayu Ditebang, Ditimbun, Lalu Dihanyutkan

Irhamni menjelaskan bahwa modus yang digunakan para pelaku dilakukan dengan cara menebang pohon kemudian menimbunnya di bantaran sungai. Saat air pasang atau debit air meningkat, kayu-kayu tersebut dihanyutkan agar terbawa arus seperti rakit.

“Mekanisme panglong, kayu dipotong, ditumpuk di bantaran, lalu dihanyutkan saat air naik seperti rakit,” tuturnya.

Untuk aktivitas pembukaan lahan, para pelaku diduga memotong kayu berukuran besar menjadi bagian kecil agar mudah terbawa arus banjir. Aktivitas ini diyakini dilakukan tanpa izin resmi, bahkan berada di kawasan hutan lindung yang seharusnya terjaga dari eksploitasi.

Menurut Irhamni, jenis kayu yang ditebang bukanlah kayu keras, tetapi tetap memiliki dampak besar terhadap stabilitas tanah dan keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut. Penggundulan hutan yang terjadi secara masif menyebabkan penyerapan air menurun drastis, menjadikan banjir lebih cepat terjadi dan lebih sulit diantisipasi.

Penyidikan Bareskrim Fokus pada Hulu Sungai Tamiang

Bareskrim Polri menegaskan bahwa proses penyidikan akan dipusatkan pada seluruh aktivitas pembalakan hutan yang terjadi di sepanjang hulu Sungai Tamiang. Tim penyidik telah dikerahkan untuk menemukan pelaku, jaringan, hingga pihak-pihak yang berpotensi terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

“Proses penyidikan akan difokuskan pada kegiatan illegal logging yang terjadi di sepanjang hulu sungai Tamiang, Aceh,” tegas Irhamni.

Pendalaman kasus masih terus dilakukan. Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kehutanan, serta aparat penegak hukum setempat untuk memastikan pelaku ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dampak Banjir Terlihat Nyata: Akses Terputus, Bantuan Terhambat

Di lapangan, dampak banjir yang dipicu aktivitas pembalakan hutan begitu terasa. Tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus menumpuk di kawasan pemukiman, menutup jalan, halaman rumah warga, hingga fasilitas pendidikan dan keagamaan.

Di Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, hanya bangunan masjid dan beberapa area ponpes yang masih terlihat. Selebihnya, wilayah sekitar rata tertutup kayu dan lumpur tebal. Kondisi ini membuat akses bagi relawan, petugas BPBD, dan tim SAR menjadi terhambat.

Seorang warga mengungkapkan bahwa sejak pagi hari, bantuan dari luar belum bisa masuk secara optimal karena jalanan tertutup material kayu.

“Kayu-kayu ini datangnya deras sekali saat banjir. Sekarang semua tertutup, susah dilewati,” kata salah satu warga Dusun Tanjung Karang.

Kerusakan Lingkungan Makin Parah, Pemerintah Diminta Bertindak Tegas

Banjir di Aceh Tamiang bukanlah kejadian pertama yang dikaitkan dengan kerusakan hutan. Aktivitas ilegal logging di wilayah Sumatra bagian utara memang sudah lama menjadi ancaman serius.

Kerusakan hutan menyebabkan pelemahan daya dukung lingkungan dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan erosi.

Pengamat lingkungan menilai bahwa temuan Bareskrim harus menjadi titik balik bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan kawasan hutan, terutama yang berada di daerah hulu. Penindakan hukum terhadap pelaku harus dilakukan tanpa kompromi agar kejadian serupa tidak terulang.

Banjir besar yang menerjang Aceh Tamiang bukan hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu oleh praktik illegal logging dan pembukaan lahan ilegal di hulu Sungai Tamiang.

Temuan Bareskrim Polri memperkuat dugaan bahwa tumpukan kayu yang menutupi desa merupakan hasil pembalakan liar yang menghancurkan hutan di kawasan tersebut.

Dengan dampak yang begitu nyata dan merugikan masyarakat, pemerintah dan aparat hukum diharapkan bertindak cepat dan tegas untuk mengungkap pelaku serta memulihkan kondisi lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • dna

    Hasil Tes DNA: Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Tidak Terbukti sebagai Orang Tua Anak CA

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com — Bareskrim Polri resmi mengumumkan hasil tes DNA yang melibatkan Ridwan Kamil (RK), Lisa Mariana, dan seorang anak berinisial CA. Tes ini dilakukan untuk menanggapi klaim Lisa Mariana yang menyebut CA sebagai anak hasil hubungannya dengan mantan Gubernur Jawa Barat tersebut. Dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri pada Rabu (20/8/2025), Kasubdit […]

  • Pemprov Jateng Berkomitmen Tambah Satu Sekolah Unggulan Tiap Tahun Mulai 2026

    Pemprov Jateng Berkomitmen Tambah Satu Sekolah Unggulan Tiap Tahun Mulai 2026

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menambah satu sekolah unggulan setiap tahun mulai tahun 2026 mendatang. Program ini turut menjadi upaya dalam mencapai cita-cita generasi emas tahun 2045. “Penambahannya akan kita ajukan ke pemerintah pusat. Semakin banyak sekolah unggulan semakin bagus,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Rabu (8 /10/2025). Penambahan sekolah unggulan ini […]

  • Presiden RI Prabowo Subianto

    1.200 Akademisi dari Perguruan Tinggi se-Indonesia Diundang ke Istana Kepresidenan Hari Ini

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.200 terdiri dari guru besar, dekan, dan rektor perguruan tinggi se-Indonesia diundang ke Istana Kepresidenan hari ini, Kamis (15/1/2025). Pertemuan itu disebut akan membahas mengenai geopolitik Indonesia. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa undangan kepada para akademisi tersebut berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto. Di sana, Prabowo akan menyampaikan pandangan dan […]

  • 100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sukoharjo, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 100 mahasiswa asal Sukoharjo berkesempatan memperoleh beasiswa pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah menggelontorkan anggaran Rp1,25 miliar untuk program ini. Artinya, masing-masing calon mahasiswa akan mendapatkan bantuan Rp12,5 juta Program ini terbagi menjadi dua kategori, yakni Penerima Penghargaan Baru untuk […]

  • Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perundungan atau bullying di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak mental dan fisik korban, namun juga berdampak pada moral masyarakat. Menanggapi isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak. Program tersebut juga didukung oleh United Nations Children’s […]

  • Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadang Hendra Yudha,

    BGN Perketat Aturan, SPPG yang Tidak Patuh Terancam Diputus

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperketat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai tidak patuh pada aturan terancam putus kontrak sebagai mitra program. “Sekarang kita sudah mulai kencang. Ada yayasan mitra yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai perjanjian kerja sama. Kalau tetap tidak dilaksanakan, ya kita putus,” tegas Deputi […]

expand_less