Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
  • visibility 195

Kabarjatengterkini.com- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai usulan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun pondok pesantren (ponpes), khususnya pasca-peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Prasetyo, rencana ini masih dalam tahap kajian pemerintah untuk memastikan langkah yang paling tepat dalam menangani masalah ketahanan fisik ponpes di Indonesia.

“Memang semua sedang kita pelajari ya, karena berkaitan dengan jumlah pondok pesantren, perkembangan pondok pesantren yang eksis, dan potensi pembangunan pondok pesantren baru. Semua ini sedang dibahas lebih lanjut,” kata Prasetyo Hadi saat ditemui di kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto, di Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam.

1. Pendataan Pasca-Kejadian Pondok Pesantren Al Khoziny

Terkait ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, yang mengundang perhatian publik, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk segera melakukan pendataan.

Tujuan utamanya adalah untuk menginventarisasi kondisi bangunan pondok pesantren yang ada dan memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

“Yang penting adalah pasca-kejadian kemarin, Bapak Presiden memerintahkan untuk segera melakukan pendataan dan inventarisasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan. Itu harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

2. Kementerian Pekerjaan Umum Diminta Periksa Bangunan Ponpes

Tindak lanjut dari arahan Presiden, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diminta untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa setiap bangunan fisik pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan-bangunan tersebut memenuhi standar keamanan dan tidak membahayakan para santri dan pengasuh pondok.

“Jadi, Kementerian PU diminta untuk melakukan pengecekan ke setiap pondok pesantren untuk memastikan bahwa pembangunan fisik mereka aman. Ini untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Prasetyo.

Pemeriksaan ini akan dilakukan secara menyeluruh, terutama di daerah-daerah dengan konsentrasi pondok pesantren yang tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain itu, beberapa provinsi lain yang dianggap rawan juga akan menjadi prioritas.

3. DPR Dorong Kajian Usulan Penggunaan APBN untuk Ponpes

Usulan untuk menggunakan APBN dalam membangun pondok pesantren kembali muncul setelah kejadian ambruknya Ponpes Al Khoziny. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menanggapi usulan tersebut dengan menekankan pentingnya kajian lebih lanjut.

Saan mengingatkan agar penggunaan dana APBN untuk pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dilakukan dengan hati-hati. “Karena ini menggunakan dana APBN, tentu perlu dikaji lebih lanjut di tingkat eksekutif maupun legislatif,” ujar Saan usai menghadiri acara donor darah di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Saan menambahkan, penting untuk melakukan koordinasi yang baik antara eksekutif dan legislatif agar kebijakan pembangunan pondok pesantren yang menggunakan dana negara ini tidak menimbulkan polemik.

Menurutnya, meskipun niat untuk membantu sangat baik, namun harus ada kesepakatan yang jelas antara pemerintah dan parlemen untuk menghindari perdebatan publik.

4. Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Perbaikan Ponpes

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana dari APBN untuk penanganan dan perbaikan pondok pesantren yang rawan.

Kementerian PU menilai dana tersebut cukup untuk kebutuhan awal dalam memperbaiki pondok pesantren yang membutuhkan perbaikan segera.

“Anggaran dari APBN insya Allah cukup untuk kebutuhan awal. Tetapi kita tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari pihak swasta. Namun, untuk sementara waktu, dana ini berasal dari APBN,” ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025).

Selain itu, Kementerian PU juga telah membuka layanan hotline nasional yang bisa diakses oleh masyarakat untuk melaporkan kondisi bangunan pondok pesantren. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti oleh tim Direktorat Jenderal Cipta Karya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tim kami ada di seluruh Indonesia, dan kami berharap bisa segera menangani setiap laporan yang masuk untuk memastikan keselamatan para santri dan pengasuh ponpes,” tambah Dody.

5. Audit dan Inventarisasi Ponpes oleh Pemerintah

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, juga sedang melakukan audit dan inventarisasi terhadap kondisi pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pondok pesantren, baik yang sudah ada maupun yang baru, memiliki kondisi bangunan yang aman dan layak huni bagi para santri.

“Kami akan melakukan audit untuk menginventarisasi kondisi pondok pesantren, dan anggarannya akan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Kami akan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan pesantren,” kata Muhaimin.

6. Pemerintah Fokus pada Ponpes yang Rawan

Dalam upaya penanganan ini, pemerintah mengutamakan pondok pesantren yang dinilai paling rawan. Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan perbaikan untuk bangunan yang dalam kondisi darurat atau berisiko tinggi, sehingga kejadian serupa dengan ambruknya Ponpes Al Khoziny dapat dihindari di masa depan.

“Pemilihan prioritas akan dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan. Kami akan memastikan bahwa bangunan pondok pesantren yang paling berisiko mendapatkan perhatian lebih dulu,” ujar Dody.

Peristiwa ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny telah mendorong pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Meskipun usulan untuk menggunakan APBN guna mendanai perbaikan pondok pesantren mendapat perhatian, pemerintah masih melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan pelaksanaannya tidak menimbulkan polemik.

Pendataan, audit, serta pemeriksaan langsung ke lapangan oleh kementerian terkait akan terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas infrastruktur pondok pesantren.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Panen Melon The Blues di Desa Brangkal Sragen Diharap Bisa Dukung Program MBG

    Hasil Panen Melon The Blues di Desa Brangkal Sragen Diharap Bisa Dukung Program MBG

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 321
    • 0Komentar

      Sragen, Kabarjatengterkini.com – Panen perdana melon varietas The Blues diharapkan bisa mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen. Apalagi, buah melon merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan nutrisi bermanfaat bagi anak. Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Suroto menyampaikan, panen perdana dilakukan di lahan BUMDes Maju Lancar, Dukuh Cikalan, Desa Brangkal, Kecamatan […]

  • korban

    Sempat Buron dan Intimidasi Korban, Kakak Ipar Cabul di Paguyangan Brebes Akhirnya Diringkus Polisi

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan yang menimpa seorang siswi SMK di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat melarikan diri dan melakukan berbagai upaya intimidasi terhadap keluarga korban, pelaku berinisial IMD (40) kini resmi diringkus oleh Satreskrim Polres Brebes. Kasus ini sempat menggemparkan masyarakat luas, tidak hanya karena status […]

  • matloaf

    Anti Gagal! 5 Tips Membuat Saus Meatloaf Mengilap dan Melekat Sempurna

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Saus meatloaf menjadi elemen penting yang menentukan cita rasa dan tampilan hidangan klasik ini. Tanpa saus yang tepat, meatloaf bisa terasa kering, hambar, dan kurang menggugah selera. Saus meatloaf yang ideal memiliki tekstur mengilap, rasa seimbang antara manis, asam, dan gurih, serta mampu melekat sempurna di permukaan daging tanpa mudah terlepas saat dipanggang. Bagi […]

  • Pernikahan Dini Jadi Salah Satu Pemicu Maraknya KDRT di Banjarnegara

    Faktor Peningkatan Kasus KDRT Dipicu Marak Pernikahan Dini

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 215
    • 0Komentar

      Banjarnegara, Kabarjatengterkini.com – Salah satu pemicu peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Banjarnegara adalah maraknya pernikahan dini dengan permohonan dispensasi nikah. Dispensasi itu biasanya dikeluarkan jika terjadi kehamilan di luar nikah. “Banyak permohonan dispensasi nikah diajukan karena kehamilan di luar nikah. Pernah kami menangani kasus di mana kedua anak hanya lulusan SD,” […]

  • Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perundungan atau bullying di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak mental dan fisik korban, namun juga berdampak pada moral masyarakat. Menanggapi isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak. Program tersebut juga didukung oleh United Nations Children’s […]

  • Kondisi Memprihatinkan Bangunan Sekolah SDN 2 Ketaon Boyolali

    Kondisi Memprihatinkan Bangunan Sekolah SDN 2 Ketaon Boyolali

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bangunan sekolah SDN 2 Ketaon, Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, dinilai memprihatinkan. Pasalnya, ada tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan pada rangka atap. Kepala SDN 2 Ketaon Wahyudi mengatakan bahwa kerusakan sudah berlangsung sekitar satu tahun. Adapun bagian yang rusak merupakan penyangga konstruksi atap dan plafon yang dinilai sudah lapuk termakan usia. “Untuk […]

expand_less