Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
  • visibility 182

Kabarjatengterkini.com- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai usulan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun pondok pesantren (ponpes), khususnya pasca-peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Prasetyo, rencana ini masih dalam tahap kajian pemerintah untuk memastikan langkah yang paling tepat dalam menangani masalah ketahanan fisik ponpes di Indonesia.

“Memang semua sedang kita pelajari ya, karena berkaitan dengan jumlah pondok pesantren, perkembangan pondok pesantren yang eksis, dan potensi pembangunan pondok pesantren baru. Semua ini sedang dibahas lebih lanjut,” kata Prasetyo Hadi saat ditemui di kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto, di Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam.

1. Pendataan Pasca-Kejadian Pondok Pesantren Al Khoziny

Terkait ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, yang mengundang perhatian publik, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk segera melakukan pendataan.

Tujuan utamanya adalah untuk menginventarisasi kondisi bangunan pondok pesantren yang ada dan memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

“Yang penting adalah pasca-kejadian kemarin, Bapak Presiden memerintahkan untuk segera melakukan pendataan dan inventarisasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan. Itu harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

2. Kementerian Pekerjaan Umum Diminta Periksa Bangunan Ponpes

Tindak lanjut dari arahan Presiden, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diminta untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa setiap bangunan fisik pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan-bangunan tersebut memenuhi standar keamanan dan tidak membahayakan para santri dan pengasuh pondok.

“Jadi, Kementerian PU diminta untuk melakukan pengecekan ke setiap pondok pesantren untuk memastikan bahwa pembangunan fisik mereka aman. Ini untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Prasetyo.

Pemeriksaan ini akan dilakukan secara menyeluruh, terutama di daerah-daerah dengan konsentrasi pondok pesantren yang tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain itu, beberapa provinsi lain yang dianggap rawan juga akan menjadi prioritas.

3. DPR Dorong Kajian Usulan Penggunaan APBN untuk Ponpes

Usulan untuk menggunakan APBN dalam membangun pondok pesantren kembali muncul setelah kejadian ambruknya Ponpes Al Khoziny. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menanggapi usulan tersebut dengan menekankan pentingnya kajian lebih lanjut.

Saan mengingatkan agar penggunaan dana APBN untuk pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dilakukan dengan hati-hati. “Karena ini menggunakan dana APBN, tentu perlu dikaji lebih lanjut di tingkat eksekutif maupun legislatif,” ujar Saan usai menghadiri acara donor darah di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Saan menambahkan, penting untuk melakukan koordinasi yang baik antara eksekutif dan legislatif agar kebijakan pembangunan pondok pesantren yang menggunakan dana negara ini tidak menimbulkan polemik.

Menurutnya, meskipun niat untuk membantu sangat baik, namun harus ada kesepakatan yang jelas antara pemerintah dan parlemen untuk menghindari perdebatan publik.

4. Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Perbaikan Ponpes

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana dari APBN untuk penanganan dan perbaikan pondok pesantren yang rawan.

Kementerian PU menilai dana tersebut cukup untuk kebutuhan awal dalam memperbaiki pondok pesantren yang membutuhkan perbaikan segera.

“Anggaran dari APBN insya Allah cukup untuk kebutuhan awal. Tetapi kita tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari pihak swasta. Namun, untuk sementara waktu, dana ini berasal dari APBN,” ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025).

Selain itu, Kementerian PU juga telah membuka layanan hotline nasional yang bisa diakses oleh masyarakat untuk melaporkan kondisi bangunan pondok pesantren. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti oleh tim Direktorat Jenderal Cipta Karya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tim kami ada di seluruh Indonesia, dan kami berharap bisa segera menangani setiap laporan yang masuk untuk memastikan keselamatan para santri dan pengasuh ponpes,” tambah Dody.

5. Audit dan Inventarisasi Ponpes oleh Pemerintah

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, juga sedang melakukan audit dan inventarisasi terhadap kondisi pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pondok pesantren, baik yang sudah ada maupun yang baru, memiliki kondisi bangunan yang aman dan layak huni bagi para santri.

“Kami akan melakukan audit untuk menginventarisasi kondisi pondok pesantren, dan anggarannya akan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Kami akan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan pesantren,” kata Muhaimin.

6. Pemerintah Fokus pada Ponpes yang Rawan

Dalam upaya penanganan ini, pemerintah mengutamakan pondok pesantren yang dinilai paling rawan. Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan perbaikan untuk bangunan yang dalam kondisi darurat atau berisiko tinggi, sehingga kejadian serupa dengan ambruknya Ponpes Al Khoziny dapat dihindari di masa depan.

“Pemilihan prioritas akan dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan. Kami akan memastikan bahwa bangunan pondok pesantren yang paling berisiko mendapatkan perhatian lebih dulu,” ujar Dody.

Peristiwa ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny telah mendorong pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Meskipun usulan untuk menggunakan APBN guna mendanai perbaikan pondok pesantren mendapat perhatian, pemerintah masih melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan pelaksanaannya tidak menimbulkan polemik.

Pendataan, audit, serta pemeriksaan langsung ke lapangan oleh kementerian terkait akan terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas infrastruktur pondok pesantren.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • spelling

    Dokter Spesialis di RS Diimbau Turut Berperan dalam Program Spelling

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 201
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Dokter spesialis di rumah sakit diimbau turut berperan dalam program dokter spesialis keliling (Spelling) yang diinisiasi Pemrov Jateng. Program Spelling menerjunkan dokter-dokter spesialis profesional untuk memberikan pelayanan di desa. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi turut mendorong dokter di RSUP Kariadi di Semarang untuk menyukseskan program ini. Terlebih, tahun 2025 ini, rumah sakit […]

  • Kepala Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto

    Pemprov Klaim Telah Tangani Kebocoran Data Penerima Bansos di Jateng

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan kebocoran data penerima bantuan sosial (bansos) di aplikasi Data Terpadu Jawa Tengah (DT Jateng). Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah melakukan penanganan melalui serangkaian prosedur. Penanganan dilakukan setelah pemerintah menerima peringatan BSSN tentang adanya indikasi akses data secara tidak sah. “Peristiwanya diduga sebenarnya sudah terjadi sekitar satu […]

  • jateng

    Pengelolaan Sampah Jadi Program Prioritas di Jateng, Pemprov Imbau Gunakan Metode RDF

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pengelolaan sampah jadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah. Sejumlah upaya juga telah dilakukan oleh pemerintah provinsi (Pemprov) guna menangani permasalahan sampah di wilayahnya, salah satunya dengan metode RDF. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyebutkan, pihaknya telah mengundang investor untuk membantu dalam mengelola sampah di Jawa Tengah. Kendati demikian, pihaknya mengalami tantangan […]

  • resep

    Resep Brownies Fudgy Cokelat Lumer, Lembut di Dalam, Renyah di Luar

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Brownies menjadi salah satu kue yang paling digemari banyak orang, terutama para pecinta cokelat. Dari sekian banyak varian brownies, brownies fudgy adalah salah satu jenis yang paling populer. Dengan tekstur yang padat, lembut, dan lumer di dalam, serta bagian atas yang renyah dan mengkilap, brownies fudgy memberikan kenikmatan maksimal dalam setiap gigitan. Kalau kamu […]

  • jampidsus

    Misteri Keberadaan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah: Status Tersangka Tanpa Penahanan Jadi Sorotan

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Perkembangan mengejutkan datang dari pusaran institusi penegak hukum Indonesia. Penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Korupsi (Jampidsus) Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi besar belum diikuti dengan langkah tegas berupa penahanan. Hingga saat ini, keberadaan Febrie bahkan belum diketahui secara pasti, memunculkan tanda tanya besar serta spekulasi liar di tengah masyarakat […]

  • kendal

    Penghuni Kos di Kendal Bakal Dikenai Pajak 10 Persen, Dibayar Mulai Februari

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Kendal, Kabarjatengterkini.com – Penghuni bangunan indekos di Kendal bakal dikenai pajak kos-kosan sebesar 10 persen. Pajak kos-kosan ini masuk ke dalam aturan mengenai Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Menurut Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Kendal, pajak perhotelan dan rumah kos menjadi potensi pendapatan daerah yang perlu dioptimalkan. Terlebih, maraknya bangunan indekos seiring berkembangnya Kawasan Industri […]

expand_less