Kepolisian Ungkap Dua Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah Bandung Barat
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 11

Kabarjatengterkini.com- Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan eks Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan dua pelaku yang diketahui masih berusia di bawah umur.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyampaikan bahwa kedua pelaku telah ditangkap setelah sempat melarikan diri ke luar daerah. “Terkait penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut,” ujar Kapolres di Cimahi, Minggu (15/2/2026).
Penangkapan Pelaku di Garut
Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial YA (16) dan AP (17). Keduanya ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Cimahi bersama tim gabungan.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, setelah melakukan aksi pembunuhan, kedua pelaku sempat melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya bergerak ke Garut. Upaya pelarian tersebut tidak berlangsung lama karena aparat telah mengantongi identitas dan jejak keberadaan mereka.
Kepolisian memastikan bahwa proses penangkapan berjalan lancar tanpa perlawanan berarti. Saat ini, kedua pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif dan peran masing-masing dalam kasus pembunuhan siswa SMP tersebut.
Kronologi Pembunuhan di Eks Kampung Gajah
Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan terjadi pada Senin (9/2/2026) sore. Menurut Kapolres, para pelaku sengaja mendatangi korban ke Bandung sebelum akhirnya melakukan tindakan keji tersebut di kawasan bekas tempat wisata Kampung Gajah.
“Korban tersebut dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam,” jelas AKBP Niko.
Lokasi penemuan jasad berada di area eks Kampung Gajah yang sudah tidak beroperasi lagi. Kawasan tersebut memang dikenal cukup sepi, sehingga diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya tanpa menarik perhatian warga sekitar.
Penemuan jasad korban sendiri sempat mengejutkan masyarakat. Seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial secara tidak sengaja merekam keberadaan jasad tersebut pada Jumat malam. Video tersebut kemudian viral dan memicu respons cepat dari aparat kepolisian.
Rekayasa Isu Penculikan
Sebelumnya, korban yang berinisial ZAAQ dilaporkan menghilang sejak 9 Januari 2026. Kabar mengenai dugaan penculikan sempat beredar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Namun, hasil penyelidikan Kepolisian mengungkap fakta mengejutkan. Informasi tentang penculikan tersebut ternyata merupakan rekayasa yang dibuat oleh pelaku. Polisi menyebut ponsel korban sempat berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi menyesatkan.
“Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” ungkap Kapolres.
Langkah pelaku menyebarkan isu penculikan diduga bertujuan untuk mengalihkan perhatian serta mengaburkan jejak kejahatan yang telah dilakukan. Dengan menyebarkan narasi seolah-olah korban menjadi korban penculikan, pelaku berharap aparat dan masyarakat tidak langsung mencurigai tindak pembunuhan.
Motif Masih Didalami Kepolisian
Meski dua pelaku telah diamankan, Kepolisian masih terus mendalami motif di balik pembunuhan siswa SMP tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk keluarga dan rekan korban, masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang konflik yang terjadi.
Informasi awal yang beredar menyebutkan bahwa pembunuhan ini diduga dipicu persoalan hubungan pertemanan yang berakhir. Namun demikian, pihak Kepolisian belum memberikan kesimpulan final dan menegaskan bahwa seluruh fakta masih dalam proses pendalaman.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan pelaku dan korban yang sama-sama berusia remaja. Kepolisian memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk penerapan sistem peradilan anak karena kedua pelaku masih di bawah umur.
Komitmen Kepolisian Mengusut Tuntas
Kepolisian Resor Cimahi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan di eks Kampung Gajah ini. Selain mengungkap motif, penyidik juga berupaya memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana informasi palsu dapat dimanfaatkan untuk menyesatkan publik.
Dengan tertangkapnya dua pelaku, diharapkan proses hukum dapat segera berjalan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. Kepolisian juga menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan penanganan kasus kekerasan yang melibatkan remaja, guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali di masa mendatang.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

