Walkot Semarang Ungkap 4 Poin Utama Koordinasi Lintas Sektor Selama Arus Mudik Lebaran
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 16 Mar 2026
- visibility 42

Foto: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, ungkap empat poin penting dalam koordinasi lintas sektor selama arus mudik Lebaran 2026.
Empat poin yang dimaksud di antaranya, memastikan keamanan pemudik, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, hingga kesiapan layanan publik selama fase arus mudik-libur Lebaran-arus balik.
“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idulfitri,” ujar Agustina.
Hal ini berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Kamis (12/3/2026) yang lalu bersama OPD dan sejumlah stakeholder terkait
Pemkot Semarang terus mengupayakan stabilitas harga pangan dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran. Serta, memastikan kesiapan berbagai sektor layanan publik, mulai dari layanan kesehatan, transportasi, keamanan, hingga kebersihan kota.
Di sisi lain, pihaknya juga menyiapkan program Mudik Gratis 2026 dengan menyediakan 12 armada bus untuk memfasilitasi perjalanan warga Semarang dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya. Harapannya, program ini dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman.
Diketahui, puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada tanggal 14–15 Maret 2026 dan 18–20 Maret 2026. Sedangkan, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23–24 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.
Adapun beberapa titik juga dipetakan sebagai potensi kemacetan, di antaranya Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, serta Kaligawe yang menjadi jalur utama perlintasan kendaraan selama arus mudik. (Adv)
- Penulis: Anisya Gusti

