Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Dow Jones Cetak Rekor Fantastis, Investor Waspadai Dampak Shutdown AS

Dow Jones Cetak Rekor Fantastis, Investor Waspadai Dampak Shutdown AS

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 164

Kabarjatengterkini.com- Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (12/11/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara Nasdaq justru melemah akibat aksi rotasi investor dari saham teknologi menuju sektor keuangan dan kesehatan.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh perkembangan politik terkait potensi berakhirnya penutupan pemerintahan AS (government shutdown).

Kinerja Indeks Utama Wall Street

Mengutip laporan Reuters, indeks S&P 500 naik tipis sebesar 0,06 persen dan menutup sesi perdagangan di level 6.850,92 poin. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,26 persen menjadi 23.406,46 poin. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average menguat 0,68 persen dan berakhir di level 48.254,82 poin, menandai rekor penutupan tertinggi untuk dua hari berturut-turut.

Kenaikan Dow Jones terutama ditopang oleh penguatan saham Goldman Sachs dan UnitedHealth Group, yang masing-masing naik sekitar 3,5 persen. Dengan kenaikan tersebut, indeks Dow Jones telah tumbuh sekitar 13 persen sepanjang tahun 2025, sedikit tertinggal dari S&P 500 yang naik hampir 17 persen.

Fokus Investor pada Isu Penutupan Pemerintahan

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House of Representatives) dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap paket pendanaan sementara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS. Paket ini bertujuan mengaktifkan kembali bantuan pangan, membayar ratusan ribu pegawai federal, dan memulihkan sistem pengendalian lalu lintas udara yang lumpuh akibat shutdown.

Namun, Presiden AS Donald Trump masih harus menandatangani kesepakatan tersebut agar bisa menjadi undang-undang.

“Langkah ini seharusnya berdampak positif secara sentimen karena menghapus salah satu risiko utama yang ada. Berfungsinya kembali pemerintahan federal, FAA, dan sistem penerbangan sangat penting bagi kinerja ekonomi riil,” ujar Bill Northey, Direktur Investasi Senior di U.S. Bank Wealth Management, dikutip dari Reuters.

Sektor Keuangan dan Kesehatan Jadi Penopang Pasar

Dari 11 sektor utama di S&P 500, enam sektor ditutup menguat, dipimpin oleh sektor kesehatan yang naik 1,36 persen, disusul sektor keuangan yang menguat 0,9 persen. Investor tampak mulai beralih dari saham teknologi berharga tinggi ke sektor yang lebih defensif seperti kesehatan dan perbankan.

“Kita melihat adanya rotasi dari kepemimpinan saham berbasis Nasdaq menuju sektor lain yang kinerjanya cukup baik, seperti kesehatan dan keuangan. Komponen penting untuk memperluas pasar adalah pertumbuhan laba yang juga meluas,” ujar Matt Stucky, Manajer Portofolio Ekuitas Senior di Northwestern Mutual.

Saham Teknologi Melemah, AMD Jadi Pengecualian

Sementara itu, saham-saham teknologi besar di Wall Street melemah. Amazon dan Tesla masing-masing turun sekitar 2 persen, Palantir anjlok 3,6 persen, dan Oracle turun 3,9 persen.

Sebaliknya, saham AMD melonjak 9 persen setelah perusahaan semikonduktor tersebut mengumumkan target pendapatan pusat data senilai USD 100 miliar, yang memicu optimisme terhadap pertumbuhan bisnis chip di sektor kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, penjualan saham Nvidia senilai USD 5,8 miliar oleh SoftBank Group pada Selasa (11/11) mengguncang pasar saham global. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa euforia seputar kecerdasan buatan (AI) telah mencapai puncaknya. Investor kini menanti laporan keuangan Nvidia pekan depan, yang diperkirakan akan menjadi uji penting bagi sentimen pasar terhadap sektor AI.

Dampak Penutupan Pemerintahan terhadap Ekonomi AS

Penutupan pemerintahan yang berkepanjangan telah membebani perekonomian AS. Banyak lembaga pemerintah yang tidak beroperasi penuh, menyebabkan kekosongan data ekonomi penting bagi Federal Reserve (The Fed) dan pelaku pasar.

Laporan mingguan ADP menunjukkan bahwa pengusaha swasta kehilangan rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu selama empat minggu terakhir hingga 25 Oktober 2025, menandakan pelemahan yang berlanjut di pasar tenaga kerja.

Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 persen pada pertemuan kebijakan moneter Desember mendatang. Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga tersebut mencapai 65 persen.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, mengumumkan rencana pensiun pada Februari 2026, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Presiden Trump ingin memperluas pengaruhnya terhadap kebijakan bank sentral.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan saham di bursa AS tercatat lebih ringan dari biasanya, dengan 17,2 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 20,5 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik 1,5 kali lebih banyak dibandingkan yang turun di dalam indeks S&P 500. Indeks tersebut mencatat 36 rekor tertinggi baru dan dua rekor terendah, sementara Nasdaq membukukan 102 rekor tertinggi dan 103 rekor terendah.

Prospek Pasar ke Depan

Meski Wall Street ditutup bervariasi, sebagian analis menilai bahwa tren jangka menengah masih positif. Kinerja kuat sektor keuangan dan kesehatan, ditambah dengan potensi berakhirnya government shutdown, dinilai akan memperkuat stabilitas pasar.

Namun, risiko dari sektor teknologi dan ketidakpastian kebijakan The Fed masih bisa menekan pergerakan indeks dalam waktu dekat. Laporan pendapatan perusahaan teknologi besar, terutama Nvidia, akan menjadi penentu arah berikutnya bagi sentimen pasar saham AS.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Penerapan Zero ODOL 2027, Gubernur Jateng: Perlu Ada Sosialisasi Masif

    Terkait Penerapan Zero ODOL 2027, Gubernur Jateng: Perlu Ada Sosialisasi Masif

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemprov Jateng mendukung penerapan zero ODOL (Over Dimension dan Over Loading) atau kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih pada 2027. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan, kendaraan muatan berlebih bisa mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Selain itu, hal ini juga mempercepat penurunan muka tanah di wilayah pesisir lantaran beban permukaan bertambah. “ODOL ini problem semua pihak. Saya […]

  • Pemprov Jateng Siapkan Strategi Pajak dan Penguatan BUMD Guna Tingkatkan PAD 2026

    Pemprov Jateng Siapkan Strategi Pajak dan Penguatan BUMD Guna Tingkatkan PAD 2026

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada sejumlah strategi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026. Di antaranya dengan mengoptimalkan kepatuhan wajib pajak dan piutang. “Peningkatan pendapatan akan kami lakukan dengan penanganan piutang pajak melalui door to door (pintu ke pintu), razia kepatuhan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, […]

  • Prabowo Sebut Realisasi 1,3 Ribu Desa Nelayan Hingga Akhir Tahun 2026

    Prabowo Sebut Realisasi 1,3 Ribu Desa Nelayan Hingga Akhir Tahun 2026

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1,3 ribu Desa Nelayan direncanakan bakal terealisasi hingga akhir tahun 2026. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sebelumnya, Prabowo mencanangkan 5 ribu Desa Nelayan yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang, termasuk cold storage dan stasiun pengisian bahan bakar kapal nelayan. Hal ini ditujukan […]

  • Tidak Hanya Wortel, Berikut 6 Makanan yang Sehatkan Mata

    Tidak Hanya Wortel, Berikut 6 Makanan yang Sehatkan Mata

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Asupan makanan menjadi sumber gizi bagi tubuh untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan, termasuk mata atau indra penglihatan kita. Beberapa nutrisi dalam makanan juga penting untuk kesehatan mata, termasuk vitamin A, lutein, zeaxanthin, dan omega-3. Nutrisi tersebut terkandung dalam beberapa makanan sehat berikut ini. Simak selengkapnya! Ikan berlemak Ikan berlemak seperti tuna dan sarden mengandung asam lemak esensial, khususnya omega-3. […]

  • Pelaku UMKM Kini Bisa Ajukan KUR Tanpa Agunan, Maksimal 100 Juta

    Pelaku UMKM Kini Bisa Ajukan KUR Tanpa Agunan, Maksimal 100 Juta

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah bisa mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan. Program ini diharapkan bisa memberikan kemudahan pengusaha lokal dalam menambah modal. “Saya ingin tegaskan, pinjaman dari satu juta (rupiah) hingga seratus juta (rupah), tidak boleh diminta agunan,” kata Menteri Usaha Mikro, […]

  • semarang

    Agustina Wilujeng Siap Kolaborasi untuk Sukseskan Program PAUD Emas di Kota Semarang

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pendidikan anak yang berkualitas dan inklusif dibutuhkan sejak usia dini atau sebelum menginjak bangku sekolah. Hal ini bisa diwujudkan dengan penerapan program PAUD Emas di Kota Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan siap berkolaborasi dan memastikan kelancaran program yang diinisiasi Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin tersebut. Komitmen nyata itu dibuktikan dengan […]

expand_less