Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Dow Jones Cetak Rekor Fantastis, Investor Waspadai Dampak Shutdown AS

Dow Jones Cetak Rekor Fantastis, Investor Waspadai Dampak Shutdown AS

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 185

Kabarjatengterkini.com- Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (12/11/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara Nasdaq justru melemah akibat aksi rotasi investor dari saham teknologi menuju sektor keuangan dan kesehatan.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh perkembangan politik terkait potensi berakhirnya penutupan pemerintahan AS (government shutdown).

Kinerja Indeks Utama Wall Street

Mengutip laporan Reuters, indeks S&P 500 naik tipis sebesar 0,06 persen dan menutup sesi perdagangan di level 6.850,92 poin. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,26 persen menjadi 23.406,46 poin. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average menguat 0,68 persen dan berakhir di level 48.254,82 poin, menandai rekor penutupan tertinggi untuk dua hari berturut-turut.

Kenaikan Dow Jones terutama ditopang oleh penguatan saham Goldman Sachs dan UnitedHealth Group, yang masing-masing naik sekitar 3,5 persen. Dengan kenaikan tersebut, indeks Dow Jones telah tumbuh sekitar 13 persen sepanjang tahun 2025, sedikit tertinggal dari S&P 500 yang naik hampir 17 persen.

Fokus Investor pada Isu Penutupan Pemerintahan

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House of Representatives) dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap paket pendanaan sementara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS. Paket ini bertujuan mengaktifkan kembali bantuan pangan, membayar ratusan ribu pegawai federal, dan memulihkan sistem pengendalian lalu lintas udara yang lumpuh akibat shutdown.

Namun, Presiden AS Donald Trump masih harus menandatangani kesepakatan tersebut agar bisa menjadi undang-undang.

“Langkah ini seharusnya berdampak positif secara sentimen karena menghapus salah satu risiko utama yang ada. Berfungsinya kembali pemerintahan federal, FAA, dan sistem penerbangan sangat penting bagi kinerja ekonomi riil,” ujar Bill Northey, Direktur Investasi Senior di U.S. Bank Wealth Management, dikutip dari Reuters.

Sektor Keuangan dan Kesehatan Jadi Penopang Pasar

Dari 11 sektor utama di S&P 500, enam sektor ditutup menguat, dipimpin oleh sektor kesehatan yang naik 1,36 persen, disusul sektor keuangan yang menguat 0,9 persen. Investor tampak mulai beralih dari saham teknologi berharga tinggi ke sektor yang lebih defensif seperti kesehatan dan perbankan.

“Kita melihat adanya rotasi dari kepemimpinan saham berbasis Nasdaq menuju sektor lain yang kinerjanya cukup baik, seperti kesehatan dan keuangan. Komponen penting untuk memperluas pasar adalah pertumbuhan laba yang juga meluas,” ujar Matt Stucky, Manajer Portofolio Ekuitas Senior di Northwestern Mutual.

Saham Teknologi Melemah, AMD Jadi Pengecualian

Sementara itu, saham-saham teknologi besar di Wall Street melemah. Amazon dan Tesla masing-masing turun sekitar 2 persen, Palantir anjlok 3,6 persen, dan Oracle turun 3,9 persen.

Sebaliknya, saham AMD melonjak 9 persen setelah perusahaan semikonduktor tersebut mengumumkan target pendapatan pusat data senilai USD 100 miliar, yang memicu optimisme terhadap pertumbuhan bisnis chip di sektor kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, penjualan saham Nvidia senilai USD 5,8 miliar oleh SoftBank Group pada Selasa (11/11) mengguncang pasar saham global. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa euforia seputar kecerdasan buatan (AI) telah mencapai puncaknya. Investor kini menanti laporan keuangan Nvidia pekan depan, yang diperkirakan akan menjadi uji penting bagi sentimen pasar terhadap sektor AI.

Dampak Penutupan Pemerintahan terhadap Ekonomi AS

Penutupan pemerintahan yang berkepanjangan telah membebani perekonomian AS. Banyak lembaga pemerintah yang tidak beroperasi penuh, menyebabkan kekosongan data ekonomi penting bagi Federal Reserve (The Fed) dan pelaku pasar.

Laporan mingguan ADP menunjukkan bahwa pengusaha swasta kehilangan rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu selama empat minggu terakhir hingga 25 Oktober 2025, menandakan pelemahan yang berlanjut di pasar tenaga kerja.

Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 persen pada pertemuan kebijakan moneter Desember mendatang. Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga tersebut mencapai 65 persen.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, mengumumkan rencana pensiun pada Februari 2026, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Presiden Trump ingin memperluas pengaruhnya terhadap kebijakan bank sentral.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Volume perdagangan saham di bursa AS tercatat lebih ringan dari biasanya, dengan 17,2 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan rata-rata 20,5 miliar saham dalam 20 sesi terakhir.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik 1,5 kali lebih banyak dibandingkan yang turun di dalam indeks S&P 500. Indeks tersebut mencatat 36 rekor tertinggi baru dan dua rekor terendah, sementara Nasdaq membukukan 102 rekor tertinggi dan 103 rekor terendah.

Prospek Pasar ke Depan

Meski Wall Street ditutup bervariasi, sebagian analis menilai bahwa tren jangka menengah masih positif. Kinerja kuat sektor keuangan dan kesehatan, ditambah dengan potensi berakhirnya government shutdown, dinilai akan memperkuat stabilitas pasar.

Namun, risiko dari sektor teknologi dan ketidakpastian kebijakan The Fed masih bisa menekan pergerakan indeks dalam waktu dekat. Laporan pendapatan perusahaan teknologi besar, terutama Nvidia, akan menjadi penentu arah berikutnya bagi sentimen pasar saham AS.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • 100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Sukoharjo, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 100 mahasiswa asal Sukoharjo berkesempatan memperoleh beasiswa pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah menggelontorkan anggaran Rp1,25 miliar untuk program ini. Artinya, masing-masing calon mahasiswa akan mendapatkan bantuan Rp12,5 juta Program ini terbagi menjadi dua kategori, yakni Penerima Penghargaan Baru untuk […]

  • 400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 400 lebih usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) telah dinyatakan bebas zat berbahaya, seperti formalin dan boraks, oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Kepala BBPOM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengatakan, ratusan produk tersebut telah diberikan Stiker Bebas Zat Berbahaya sebagai bentuk jaminan. Tak hanya itu, pihaknya […]

  • pakistan

    Ada Potensi Kerja Sama dengan Pakistan, Mulai dari Kopi Hingga Pendidikan Dokter

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jawa Tengah terbuka bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya. Tak terkecuali Pakistan yang melihat potensi sektor pertanian dan pendidikan di wilayah tengah Jawa. Baru-baru ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kedatangan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri pada Jumat (31/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, Zahid Hafeez mengungkapkan ketertarikan untuk menjajaki […]

  • Kades di Banyumas Jadi Tersangka Penganiayaan terhadap Wanita Selingkuhan

    Kades di Banyumas Jadi Tersangka Penganiayaan terhadap Wanita Selingkuhan

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Banyumas, Kabarjatengterkini.com – Kepala Desa Kedungmalang, Kecamatan Sumbang, Banyumas diduga menganiaya perempuan. Terkait kasus tersebut, pelaku inisial TP (44) itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan bahwa pelaku TP dan korban MA (23) disebut memiliki hubungan dekat. Namun, baru-baru ini, TP merasa cemburu saat korban dekat dengan pria lain, sehingga memicu […]

  • Jumlah Pemudik ke Jateng Diperkirakan Capai 17,7 Juta Jiwa Saat Lebaran 2026

    Jumlah Pemudik ke Jateng Diperkirakan Capai 17,7 Juta Jiwa Saat Lebaran 2026

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jumlah pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah pada momen Lebaran 2026 ini diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Jumlah tersebut kemungkinan bisa meningkat seiring hari libur yang lebih panjang. “Tahun ini kita bisa menerima para pemudik yang jumlahnya meningkat. Kalau didata 17,7 juta orang. Akan tetapi itu baru data, biasanya masih bisa meningkat […]

  • Kerja Sama Pemprov dengan Universitas Seowon, 100 Siswa di Jateng Bisa Lanjut Studi ke Korea Selatan

    Kerja Sama Pemprov dengan Universitas Seowon, 100 Siswa di Jateng Bisa Lanjut Studi ke Korea Selatan

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 100 siswa berprestasi di Jawa Tengah (Jateng) berkesempatan melanjutkan studi ke Korea Selatan. Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dengan Universitas Seowon Korea Selatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno menyebutkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Korea Selatan sejak tahun 2024 melalui hubungan dengan Provinsi Chungcheongbuk-do. Sehingga, […]

expand_less