Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Trump Bahas Akuisisi Greenland, AS Ingin Blokir Pengaruh China dan Rusia di Arktik

Trump Bahas Akuisisi Greenland, AS Ingin Blokir Pengaruh China dan Rusia di Arktik

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
  • visibility 173

Kabarjatengterkini.com- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menghebohkan panggung geopolitik global. Rencana kontroversialnya untuk mengakuisisi Greenland kini bukan lagi sekadar wacana.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa opsi pengambilalihan pulau terbesar di dunia itu sedang dibahas secara serius sebagai bagian dari strategi keamanan nasional Amerika Serikat.

Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark, dinilai Trump memiliki posisi strategis krusial di kawasan Arktik. Dengan meningkatnya ketegangan global dan persaingan pengaruh antara Amerika Serikat, China, dan Rusia, kawasan Arktik kini menjadi medan baru perebutan kekuatan dunia.

Gedung Putih: Pembahasan Aktif di Lingkaran Keamanan Nasional

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa isu akuisisi Greenland sedang “aktif dibahas” oleh Presiden Trump bersama tim keamanan nasionalnya. Menurutnya, Trump memandang penguasaan Greenland sebagai langkah strategis untuk melindungi kepentingan jangka panjang Amerika Serikat.

“Presiden sangat jelas bahwa langkah ini adalah demi kepentingan terbaik Amerika Serikat, terutama untuk mencegah agresi China dan Rusia di wilayah Arktik,” ujar Leavitt dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (8/1/2026).

Leavitt bahkan menyebut bahwa seluruh opsi saat ini berada “di atas meja”, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Meski demikian, ia menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi prioritas utama pemerintahan Trump dalam mewujudkan ambisi tersebut.

Greenland dan Kepentingan Strategis Arktik

Greenland memiliki posisi geografis yang sangat penting. Terletak di antara Amerika Utara dan Eropa, wilayah ini menjadi titik strategis bagi jalur pertahanan, sistem radar, serta akses menuju Samudra Arktik. Selain itu, Greenland juga menyimpan cadangan sumber daya alam bernilai tinggi, mulai dari mineral langka, logam strategis, hingga potensi energi.

Perubahan iklim yang mempercepat pencairan es di Arktik turut membuka jalur pelayaran baru yang lebih singkat antara Asia, Eropa, dan Amerika. Kondisi ini menjadikan kawasan tersebut semakin diminati oleh kekuatan besar dunia, termasuk China dan Rusia, yang belakangan aktif meningkatkan kehadiran militernya di wilayah kutub utara.

Bagi Trump, membiarkan Greenland tetap berada di bawah kendali Denmark dinilai berisiko. Ia menilai kemampuan pertahanan Denmark tidak cukup kuat untuk menahan ekspansi pengaruh Beijing dan Moskow di kawasan strategis tersebut.

Reaksi Keras Eropa dan Ketegangan NATO

Rencana Trump itu langsung memicu reaksi keras dari negara-negara Eropa. Denmark secara tegas menolak gagasan penjualan Greenland, sementara sejumlah negara anggota NATO menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik antara sekutu.

Menanggapi situasi yang memanas, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan melakukan kunjungan diplomatik ke Denmark dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut bertujuan meredakan ketegangan dan membahas posisi Amerika Serikat terkait keamanan kawasan Arktik.

Namun, di tengah upaya diplomasi tersebut, Trump justru melontarkan sindiran tajam terhadap NATO melalui platform media sosial Truth Social. Ia menyebut bahwa tanpa keterlibatan Amerika Serikat, NATO tidak memiliki daya gentar di mata China dan Rusia.

“China dan Rusia sama sekali tidak takut pada NATO tanpa Amerika Serikat. Satu-satunya negara yang benar-benar ditakuti dan dihormati adalah Amerika Serikat yang dibangun kembali,” tulis Trump.

Trump juga mempertanyakan komitmen negara-negara anggota NATO dalam membantu AS jika suatu saat Washington membutuhkan dukungan militer.

Potensi Perubahan Peta Kekuatan Global

Para analis geopolitik menilai langkah Trump dapat mengubah peta kekuatan global secara signifikan, khususnya di kawasan Arktik. Jika Amerika Serikat berhasil menguasai Greenland, Washington akan memperoleh keunggulan strategis dalam pengawasan militer, pengendalian jalur pelayaran, serta eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.

Namun, langkah ini juga berpotensi memicu ketegangan baru dengan Eropa dan memperlebar jurang perbedaan di dalam NATO. Selain itu, China dan Rusia diperkirakan tidak akan tinggal diam jika pengaruh mereka di Arktik terancam oleh dominasi Amerika Serikat.

Sejumlah pengamat memperingatkan bahwa kebijakan agresif Trump dapat meningkatkan risiko perlombaan militer di kawasan kutub utara, yang selama ini relatif stabil dibandingkan kawasan konflik lainnya.

Ambisi Lama Trump yang Kembali Mencuat

Gagasan membeli Greenland sejatinya bukan hal baru bagi Trump. Pada masa jabatan sebelumnya, ia sempat melontarkan ide serupa yang kala itu ditertawakan banyak pihak dan ditolak mentah-mentah oleh Denmark. Namun kini, dengan situasi geopolitik global yang kian tegang, ambisi tersebut kembali mengemuka dengan nuansa yang jauh lebih serius.

Apakah rencana ini akan benar-benar terwujud atau kembali kandas di meja diplomasi, masih menjadi tanda tanya besar. Yang pasti, langkah Trump kembali menegaskan arah kebijakan luar negeri AS yang semakin konfrontatif dalam menghadapi rival globalnya.

Dengan Arktik sebagai panggung baru persaingan kekuatan dunia, Greenland kini berada di pusat pusaran geopolitik internasional—dan dunia menanti langkah selanjutnya dari Gedung Putih.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pati

    Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 96
    • 0Komentar

    PATI, Kabarjatengterkini.com – Kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bergulir. Pihak kepolisian mengungkapkan adanya fakta baru yang cukup mengejutkan. Jumlah santriwati yang menjadi korban kebejatan oknum pimpinan ponpes, Kiai Ashari, kini resmi bertambah. Jika sebelumnya hanya ada satu orang korban yang […]

  • jet

    Ratusan Penumpang Super Air Jet Alami Penundaan Berjam-jam di Bandara Soekarno-Hatta

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ratusan penumpang Super Air Jet tujuan Padang mengalami keterlambatan berjam-jam di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (3/12/2025), akibat penundaan beruntun penerbangan IU-810 rute Jakarta–Padang. Peristiwa ini memicu kemarahan penumpang dan menimbulkan ketidakpastian mengenai jadwal keberangkatan. Penerbangan yang awalnya dijadwalkan berangkat pukul 13.05 WIB pertama kali ditunda menjadi pukul 18.10 WIB. Penumpang masih […]

  • Pemilik Sebut Kompensasi Rp1 M Buntut Polemik Kandang Babi-SPPG di Sragen

    Pemilik Sebut Kompensasi Rp1 M Buntut Polemik Kandang Babi-SPPG di Sragen

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sragen, Kabarjatengterkini.com – Pemilik peternakan babi yang sempat berselisih dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banaran minta kompensasi. Adapun besaran uang penggantian tersebut mencapai Rp1 miliar. Sebelumnya, ia menyebutkan angka Rp2 miliar setelah mendengar kabar peternakan miliknya harus ditutup karena tidak diperbolehkan berdekatan dengan SPPG. Namun, akhirnya, ia menurunkan jumlah kompensasi Rp1 miliar. “Iya […]

  • Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno

    Antisipasi Kemacetan, Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Bakal Difungsikan Jelang Lebaran

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jalan tol Bawen-Yogyakarta untuk ruas Bawen-Ambarawa bakal difungsikan saat arus mudik di momen Lebaran mendatang. Dengan demikian, masyarakat yang hendak mudik melewati jalur tersebut bisa keluar dari pintu tol Ambarawa. Pembukaan jalur tersebut ditujukan untuk mengurangi potensi kemacetan di pintu tol Bawen. “Jadi sudah bisa mengurangi bottle neck yang ada di Bawen,” kata […]

  • Ratusan Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santuan di Bulan Ramadan

    Ratusan Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santuan di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 300 mualaf se-Kabupaten Pati menerima santunan dan paket bingkisan di momen bulan Ramadan 1447 Hijriah ini. Paket bantuan itu berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, teh, mi instan 5 bungkus, 1 buah sajadah, dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Santunan dan paket Ramadan itu […]

  • Kerja Sama Pemprov dengan Universitas Seowon, 100 Siswa di Jateng Bisa Lanjut Studi ke Korea Selatan

    Kerja Sama Pemprov dengan Universitas Seowon, 100 Siswa di Jateng Bisa Lanjut Studi ke Korea Selatan

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 100 siswa berprestasi di Jawa Tengah (Jateng) berkesempatan melanjutkan studi ke Korea Selatan. Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dengan Universitas Seowon Korea Selatan. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno menyebutkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Korea Selatan sejak tahun 2024 melalui hubungan dengan Provinsi Chungcheongbuk-do. Sehingga, […]

expand_less