Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 8 Apr 2026
- visibility 14

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Harga bahan baku plastik di Jawa Tengah naik signifikan hingga 300 persen. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh terganggunya pasokan dan distribusi bahan baku akibat perang di Timur Tengah.
“Plastik dan produk turunannya naiknya tinggi banget, Rp 30 ribu kalau plastik. Plastik itu kan bahan bakunya impor, dan saat ini ada kenaikan sampai 300 persen di supplier lokal,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, July Emmylia, Selasa (7/4/2026), dikutip Detik.
Lebih lanjut, kenaikan harga bahan baku plastik bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan dengan pembungkus plastik. Masyarakat bisa mulai meninggalkan kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai dengan pembungkus lebih ramah lingkungan.
“Kita akan menyusun imbauan agar masyarakat mengurangi plastik sekali pakai, misal membawa tas, menggunakan tas belanja yang bawa sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Disperindag Jateng juga mendorong penggunaan bahan baku bioplastik berbasis singkong. Ia menyadari biaya produksinya terhitung lebih mahal, sehingga kemungkinan akan memengaruhi harga jualnya, namun hal ini bisa menjadi alternatif.
“Kalau pakai bioplastik yang berbasis pati singkong, lebih mahal 1,5-2 kali lipat, nanti lebih tinggi biaya produksinya,” ujarnya.
“Kalau kita paksakan, kita pernah simulasi, ketika ada kenaikan harga pasti konvensional. Terus ganti bioplastik, itu HPP-nya naik 20 persen, pasti memengaruhi harga jual,” lanjut dia.
Sampai saat ini, pelaku industri masih menahan kenaikan harga di tingkat konsumen. Pihaknya juga belum menerima laporan di masyarakat, namun tetap melakukan pemantauan dan analisis dampak lebih lanjut.
“Saat ini perusahaan masih bisa menekan harga, jadi belum menaikkan harga. Stok bahan bakunya kan masih ada, jadi masih mampu melakukan penghematan internal,” jelas July.
“Saya cek ke pasar kecil-kecil itu mulainya (harga naik) sebelum Lebaran. Dari Rp 12 ribu yang 1 kg menjadi Rp 30 ribu. Tapi secara resmi belum ada yang mengadukan kepada kami,” tuturnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

