Waspada! 6 Gunung Berstatus Siaga di Indonesia Saat Ini, Ada di Pulau Sumatera Hingga NTT
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 6

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Ada enam gunung yang kini berstatus siaga atau berada di Level III. Gunung aktif tersebut tersebar di beberapa daerah, mulai dari Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gunung berstatus siaga pertama adalah Anak Krakatau di Selat Sunda dan Lampung Selatan yang mengalami erupsi sejak Sabtu (5/9/2026) pagi. Akibat erupsi tersebut, abu vulkanik dari Anak Krakatau menyebar hingga lima provinsi.
“Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu,” ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, Minggu (6/9/2026), dikutip Detik.
Meski demikian, Gunung Anak Krakatau sudah berstatus di Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 dan mulai terdengar dentuman sejak Jumat (4/9/2026) lalu. Hingga Senin pagi, aktivitas vulkanik gunung api tercatat empat kali gempa hembusan.
Gunung berstatus siaga selanjutnya adalah Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Gunung ini sudah naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 31 Agustus 2026.
Menurut pengamatan pada Jumat (4/9/2026), teramati asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter dari atas puncak. Per 6 September 2026 pukul 12.00 WIB, PVMBG mengubah radius sektoral 6 kilometer menjadi 5 kilometer.
Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih berada di level III sejak Januari 2026, bahkan masih bererupsi hingga pagi tadi. Tinggi kolom erupsi tidak teramati, tetapi aktivitas erupsi terekam pada seismograf.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 07 September 2026, pukul 04:50 WIB,” terang Petugas PVMBG Rian Sigit Alfian, dikutip Detik.
Dua gunung berstatus siaga lainnya berada di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok.
PVMBG menaikkan status Lewotobi Laki-laki dari Level II menjadi Level III sejak 12 Mei 2026. Tercatat per 4 Agustus lalu gunung ini mengalami dua kali erupsi. Diketahui, tinggi kolom abu mencapai 800 meter.
Sementara, status Ili Lewotolok naik dari Level II menjadi Level III sejal 2 Juli 2025, dan masih bererupsi hingga Minggu (6/9/2026) lalu.
“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 21:37 WITA tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 32 detik,” tulis keterangan Badan Geologi.
Gunung Ibu, Maluku Utara, sebelumnya berstatus Level III (Siaga) pada 28 Januari 2025. Gunung Ibu terakhir kali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam dengan tinggi letusan mencapai 500 meter di atas puncak gunung. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

