Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ISPA di Pati Tembus Ratusan Ribu Kasus, Rata-rata Sebulan Ada 13 ribu-16 ribu

ISPA di Pati Tembus Ratusan Ribu Kasus, Rata-rata Sebulan Ada 13 ribu-16 ribu

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 26 Okt 2026
  • visibility 8

Pati, Kabarjatengterkini.com – Kasus infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Pati menunjukkan angka 135.736 dihitung sejak Januari hingga September 2026.

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, belum ada kenaikan angka kasus yang signifikan setiap bulannya. Berdasarkan data, kasus ISPA rata-rata mencapai 13 ribu hingga 16 ribu mulai bulan Januari hingga September.

“Kalau dari Januari itu 16 ribu sekian, februari 15 ribu, kemudian Maret 14 ribu. Rata-rata itu 13 ribu sampai 16 ribu yang ISPA,” ujar Pemegang Program ISPA Dinkes Pati, Syamsul Ma’arif, Senin (26/10/2026) siang.

“Untuk data ISPA di Kabupaten Pati itu belum ada kenaikan yang signifikan, masih hampir sama setiap bulan,” lanjut dia.

Rinciannya, di bulan Januari mencapai 16.378 kasus, Februari sebanyak 15.903 kasus, Maret sebanyak 14.282 kasus, April sebanyak 15.690 kasus, Mei sebanyak 15.017 kasus dan Juni sebanyak 16.667 kasus.

Selanjutnya, angka ISPA di bulan Juli tercatat 14.019 kasus, Agustus ada 14.511 kasus, dan September sebanyak 13.269 kasus. Adapun jumlah penderita ISPA anak usia 5 sampai 11 tahun mencapai 57.866 kasus hingga September 2026.

Syamsul menjelaskan bahwa kasus ISPA dipicu oleh sejumlah faktor, diantaranya lingkungan, sanitasi hingga personal. Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Pati mengimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Kalau ISPA ada banyak faktor, ada faktor juga lingkungan, faktor sanitasi, faktor personal, lingkungan, juga mempengaruhi salah salah yang mempengaruhi misalnya cuaca panas biasanya cuaca panas otomatis tenggorokan terpengaruh dan batuk meningkat,” jelasnya.

“Untuk mengantisipasi ISPA di musim kemarau ya karena cuacanya panas juga, mungkin pertama ketika keluar rumah diupayakan jangan diwaktu yang teriak atau panasnya, mungkin bisa pagi atau sore atau misalkan terpaksa keluar di siang hari bisa menggunakan alat pelindung diri misalkan pakai masker, pakai helm, pakai jaket. Sehingga kondisi tubuh tidak terpengaruh dengan cuaca panas,” lanjut dia. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Diharapkan Perkuat Ekonomi Kreatif

    Pemprov Jateng Diharapkan Perkuat Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) diharapkan berkomitmen perkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di wilayahnya. Pasalnya, Jateng memiliki potensi kreatif yang beragam, terlebih desa wisatanya. “Kami melihat, tahun ini momentum Jawa Tengah untuk ekonomi kreatif atau menjadi provinsi kreatif,” kata Ketua Komekraf Jawa Tengah, Ahmad Khairudin usai menemui Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, […]

  • jateng

    Pembentukan Koperasi Merah Putih di Jateng Capai 100 Persen, Ini PR-nya

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 204
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terdaftar di Provinsi Jawa Tengah mencapai 8.523 unit atau mencapai 100 persen. Di antaranya, sebanyak 3.891 unit beoperasi di 35 kabupaten/kota, sementara 4.632 masih bersiap. “Koperasi adalah dari anggota untuk anggota. Jangan sampai ada dari anggota untuk pengurus. Kewajiban kami di pemerintah untuk mengawasi, agar hal […]

  • Pemkot Magelang Ajak Masyarakat Lebih Mengenal Seni Bela Diri Tarung Derajat

    Pemkot Magelang Ajak Masyarakat Lebih Mengenal Seni Bela Diri Tarung Derajat

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 217
    • 0Komentar

      Magelang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang ajak masyarakat lebih mengenal seni bela diri lokal Tarung Derajat. Tarung Derajat merupakan olaharaga bela diri yang diciptakan dan dipopulerkan oleh H Achmad Dradjat. Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono menyebutkan, Tarung Derajat tak hanya bermanfaat melatih fisik saja. Seni bela diri ini juga membentuk disiplin, ketangguhan mental, […]

  • purbaya

    Menkeu Purbaya Salurkan Rp 200 Triliun ke Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI untuk Perkuat Likuiditas

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengalirkan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank pelat merah, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Dana yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) ini mulai masuk ke masing-masing bank pada Jumat sore (12/9/2025). Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk […]

  • tontonan

    Tontonan ‘Tung Tung Sahur’ hingga ‘Tralarelo’: Seru atau Bahaya Bikin Otak Rusak?

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Di era digital saat ini, anak-anak zaman sekarang punya tontonan yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Video-video seperti “Tung Tung Sahur”, “Balerina Cappuccino”, “Tralarelo Tralala”, dan berbagai klip absurd dengan suara aneh dan visual kacau, menjadi sajian favorit di layar ponsel mereka. Konten-konten ini diputar berulang-ulang, sampai-sampai orang tua pun mulai hafal nama-nama konten […]

  • Pemprov Jateng Dorong Hilirisasi Industri, Bisa Tingkatkan Nilai Tambah dan Pendapatan

    Pemprov Jateng Dorong Hilirisasi Industri, Bisa Tingkatkan Nilai Tambah dan Pendapatan

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Hilirisasi industri dianggap bisa meningkatkan nilai tambah (value added) produk yang ditawarkan. Nantinya, hal ini secara kumulatif bisa berdampak pada peningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno dalam Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan (Pusaka Jateng 2025). Hilirisasi ini bisa dilakukan pada komoditas utama ekspor Indonesia, seperti […]

expand_less