Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Klaim Tak Ada Mark-Up Laptop Kemendikbud, Ini Respons Resmi Kejaksaan Agung

Klaim Tak Ada Mark-Up Laptop Kemendikbud, Ini Respons Resmi Kejaksaan Agung

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 88

Jakarta, Kabarjatengterkini.com —Kejaksaan Agung Republik Indonesia merespons pernyataan dari kubu mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim terkait dugaan kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Tim kuasa hukum Nadiem, yang diwakili oleh Hotman Paris Hutapea, sebelumnya menyatakan bahwa tidak ada mark-up dalam pengadaan laptop tersebut, berdasarkan hasil audit dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Namun, pihak Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Anang Supriatna, mengatakan bahwa proses hukum masih dalam tahap penyidikan dan belum dapat memberikan tanggapan substansial terhadap klaim tersebut.

“Saya tidak bisa terlalu banyak berkomentar karena perkara ini sedang dalam tahap penyidikan. Biarkan berjalan sesuai ketentuan dan kita menghormati asas praduga tak bersalah terhadap yang bersangkutan,” ujar Anang saat dihubungi, Minggu (7/9).

Penyidikan oleh Jampidsus Kejagung Masih Berlangsung

Anang menambahkan bahwa penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) masih melakukan pendalaman intensif terhadap perkara tersebut.

“Biarkan penyidik mendalami untuk mengungkap semua fakta hukum dan pihak-pihak yang terlibat nantinya. Kebenaran materil akan diuji di pengadilan,” lanjutnya.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum merinci lebih jauh terkait rincian kerugian negara maupun komponen harga yang dianggap terlalu tinggi dalam pengadaan laptop tersebut.

Kubu Nadiem: Audit BPKP Nyatakan Tak Ada Pelanggaran

Sebelumnya, Hotman Paris sebagai pengacara Nadiem menyampaikan bahwa telah dilakukan dua kali audit oleh BPKP terhadap proyek pengadaan 1.200.000 unit laptop Chromebook di Kemendikbudristek.

Menurutnya, BPKP menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran dalam aspek harga, kualitas, maupun manfaat dari pengadaan tersebut.

“Temuan dari BPKP menyebutkan bahwa sepanjang data yang diperoleh, riwayat negosiasi, harga pesanan, serta spesifikasi barang telah diuji, tidak ditemukan hal-hal yang secara signifikan mempengaruhi ketepatan harga,” jelas Hotman.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan kutipan langsung dari hasil audit resmi BPKP, tanpa penambahan atau manipulasi.

Lebih lanjut, Hotman menyebut bahwa 98,38 persen sekolah penerima menyatakan menerima manfaat dari laptop Chromebook yang telah disalurkan oleh Kemendikbudristek.

Klaim Pendampingan Hukum oleh Jamdatun

Tak hanya itu, Hotman juga mengungkapkan bahwa proses pengadaan laptop tersebut dilakukan dengan pendampingan hukum dari Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).

“Kejaksaan Agung, melalui Jamdatun, telah membentuk tim hukum sejak 28 Juni 2020 untuk mendampingi proses pengadaan laptop ini,” ujarnya.

Hal ini diklaim sebagai bukti bahwa proses pengadaan berjalan sesuai dengan prosedur hukum dan mendapat pengawasan dari lembaga penegak hukum sejak awal.

Awal Mula Kasus Pengadaan Chromebook

Kasus ini berawal pada Februari 2020, ketika Nadiem Makarim melakukan pertemuan dengan pihak Google Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi penggunaan perangkat Chrome OS dan Chromebook dalam proyek pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kemendikbudristek.

Meskipun saat itu pengadaan belum dimulai secara resmi, surat balasan dari Nadiem kepada Google dianggap sebagai sinyal kuat adanya preferensi terhadap produk tersebut, meskipun sebelumnya uji coba Chromebook pada 2019 gagal dan tidak dapat digunakan secara efektif di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

Dugaan Kerugian Negara Rp 1,98 Triliun

Menurut hasil penyidikan Kejaksaan Agung, terdapat dugaan kerugian negara sebesar Rp 1,98 triliun dalam kasus pengadaan Chromebook tersebut. Angka ini berasal dari dua komponen utama:

  • Item Software (CDM): Rp 480.000.000.000
  • Mark-up Laptop (di luar CDM): Rp 1.500.000.000.000

Kejagung belum merinci perbandingan antara harga wajar dengan harga pembelian, baik untuk perangkat keras maupun perangkat lunak yang disediakan kepada sekolah.

Nadiem Bantah Tuduhan, Pegang Teguh Integritas

Menanggapi tuduhan tersebut, Nadiem Makarim membantah keras terlibat dalam praktik mark-up atau penyalahgunaan wewenang selama menjabat sebagai Mendikbudristek. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu menjunjung tinggi integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas.

“Tuhan akan melindungi saya. Saya tidak pernah melanggar hukum dan selalu memegang teguh kejujuran sepanjang hidup saya,” kata Nadiem dalam pernyataan resminya.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • beras oplosan

    Jawab Isu Marak Beras Oplosan, Pemkot Semarang Bakal Maksimalkan Program Srikandi Pangan

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal maksimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program ‘Srikandi Pangan’. ‘Srikandi Pangan’ sendiri merupakan program yang melibatkan pihak lintas sektor, mulai dari ibu-ibu PKK, Dinas Pendidikan, remaja, hingga karang taruna. “Srikandi Pangan itu kita kolaborasi memang dengan PKK, tetapi tidak hanya PKK. Kita juga melibatkan Dinas Pendidikan, […]

  • Pemprov Siapkan Bantuan Korban Tanah Longsor Banjarnegara, Capai Rp700 Juta

    Pemprov Siapkan Bantuan Korban Tanah Longsor Banjarnegara, Capai Rp700 Juta

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Banjarnegara, Kabarjatengterkini.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan hutan pinus Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Musibah tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan lebih dari 20 orang hilang. Pada Minggu (16/11/2025), longsoran berdiameter sekitar 100 meter membawa material tanah, batu, dan kayu, menghantam permukiman warga di RT 1 […]

  • Foto : Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, Muh. Mahfudz. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Puluhan Desa di Rembang Belum Punya Lahan Tanah untuk Pendirian Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Puluhan desa dan kelurahan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah belum mempunyai lahan untuk proses mendirikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, Muh. Mahfudz. Menurut data yang dihimpun oleh Dindagkopukm Rembang, tercatat ada sejumlah 33 desa atau […]

  • ahli

    Oat vs Gandum: Penjelasan Lengkap dari Ahli Gizi

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Oat dan gandum merupakan dua jenis biji-bijian yang sering dijadikan bahan makanan sehari-hari, mulai dari sarapan hingga camilan sehat. Namun, banyak orang masih bingung apakah oat dan gandum sama atau memiliki perbedaan signifikan. Untuk itu, mari kita bahas lebih dalam berdasarkan pandangan ahli gizi dan nutrisi. Perbedaan Dasar Oat dan Gandum Secara ilmiah, oat […]

  • kedokteran

    Tantangan Dunia Medis di Jateng Masih Besar, Jumlah dan Distribusi Dokter Belum Rata

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tantangan dunia medis di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, masih besar. Terlebih, jumlah dan distribusi dokter umum maupun spesialis dinilai belum merata hingga ke daerah-daerah. Maka dari itu, pendidikan di fakultas kedokteran di universitas perlu diperluas guna percepatan pemenuhan kebutuhan dokter. Pasalnya, dengan kapasitas pendidikan kedokteran saat ini, kebutuhan dokter baru bisa terpenuhi sekitar […]

  • Pembangunan Penampungan Sementara bagi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Rampung 5 Hari

    Pembangunan Penampungan Sementara bagi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Ditargetkan Rampung 5 Hari

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pembangunan penampungan sementara bagi pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, ditargetkan selesai dalam lima hari. Para pedagang tersebut direlokasi buntut kebakaran hebat pasar pada Senin (15/12/2025) pagi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan, proses pembangunan ini harus segera dirampungkan. Tujuannya, agar insiden tersebut tidak berdampak besar bagi pergerakan ekonomi di masyarakat, […]

expand_less