Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkot Salatiga Terbuka pada Pengembangan Kajian Prasejarah di Daerahnya

Pemkot Salatiga Terbuka pada Pengembangan Kajian Prasejarah di Daerahnya

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
  • visibility 169

 

Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terbuka pada pengembangan edukasi prasejarah di wilayahnya. Hal ini diperkuat dengan penyambutan profesor dan arkeolog paleolitik asal Prancis, François Sémah pada Senin (13/10/2025) kemarin.

Sebagai informasi, Profesor Sémah dikenal sebagai salah satu arkeolog yang banyak memberikan kontribusi dalam penelitian prasejarah di Indonesia. Ia juga telah berkolaborasi dengan para peneliti tanah air dalam kajian tentang evolusi manusia.

Dalam kunjungannya, mereka membahas tentang rencana kedatangan para peneliti dan pecinta ilmu prasejarah dari 35 negara di dunia. Rombongan tersebut tergabung di lembaga International Union of Prehistoric and Protohistoric Sciences (UISPP).

UISPP merupakan organisasi ilmiah internasional yang menyatukan semua disiplin ilmu berkontribusi pada studi Prasejarah dan Protohistorik, seperti arkeologi, antropologi, paleontologi, geologi, dan lainnya. Organisasi ini didirikan pada 28 Mei 1931 di Bern.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kunjungan para ahli dan pecinta prasejarah di dunia ke Salatiga bisa berdampak pada pengembangan terhadap kajian ilmu prasejarah di Indonesia.

“Kami sangat bangga Salatiga akan menjadi salah satu titik kunjungan para pecinta sejarah dunia,” ujar Robby.

Ia turut mengusulkan agar acara penyambutan dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota. Nantinya, pihaknya akan menyajikan berbagai pertunjukan seni budaya yang menjadi ciri khas Salatiga, serta berbagai jamuan tradisional.

Ini bisa menjadi langkah awal untuk mempererat kerja sama internasional di bidang sejarah dan kebudayaan. Harapannya, kunjungan internasional ini bisa berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini momentum berharga untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Salatiga. Kami akan menyambut mereka secara otentik, sesuai kemampuan yang kami miliki,” lanjut dia. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • gelaran Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026

    Agustina Sebut Warga Semarang Masih Menggemari Gelaran Wayang di Sedekah Bumi dan Apitan

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengapresiasi gelaran Sedekah Bumi dan Gelar Budaya Apitan 2026 yang digelar di tiga kelurahan. Di antaranya, di Kelurahan Mangunsari, Kelurahan Pudakpayung, dan Kelurahan Gedawang. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa masyarakat Kota Semarang masih bersemangat untuk melestarikan budaya leluhur hingga saat ini. Salah satunya  dengan menampilkan pagelaran […]

  • Ajang PADI 2025 di Temanggung Kumpulkan Transaksi Hingga Rp6,377 Miliar

    Ajang PADI 2025 di Temanggung Kumpulkan Transaksi Hingga Rp6,377 Miliar

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Temanggung, Kabarjatengterkini.com – Ajang Pekan Agro Inovasi dan Digitalisasi (PADI) 2025 di Kabupaten Temanggung berhasil mengumpulkan pengunjung sebanyak 133.444 orang dengan transaksi senilai Rp6,377 miliar sejak digelar pada 18 Juli hingga 22 Juli 2025. Ketua Panitia PADI 2025, Shofyan Adi Cahyono menyampaikan bahwa gelaran PADI 2025 diikuti oleh 186 stan dari stakeholder, UMKM, institusi pemerintah, […]

  • Attachment Style

    5 Jenis Attachment Style dan Dampaknya pada Hubungan

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Attachment style atau gaya keterikatan adalah pola perilaku dan cara seseorang berinteraksi dalam hubungan emosional, terutama dalam konteks hubungan romantis dan persahabatan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog John Bowlby dan dikembangkan oleh Mary Ainsworth. Memahami attachment style sangat penting karena dapat memengaruhi cara kita membangun dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Artikel […]

  • rembang

    BKD Rembang Sebut Ada Tiga Bidang di Lingkungan Pemkab yang Bisa Diisi Melalui Outsourcing

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang menyebut terdapat tiga bidang di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) yang bisa dilakukan pengisian melalui mekanisme tenaga ahli daya atau outsourcing. Tiga bidang itu di antaranya tenaga driver, petugas keamanan dan petugas kebersihan. Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Kabupaten Rembang, Miftachul Ichwan menjelaskan, pengisian […]

  • pinjaman

    Presiden Prabowo Terbitkan PP Nomor 38 Tahun 2025: Mekanisme Pinjaman Pemerintah Pusat untuk Pemda, BUMN, dan BUMD

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2025 yang mengatur mekanisme pemberian pinjaman oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (Pemda), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Regulasi ini dianggap sebagai landasan hukum baru untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis melalui pembiayaan dari Anggaran […]

  • Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    Pemprov Jateng Galakkan Program Ponpes Ramah Anak untuk Cegah Bullying

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Perundungan atau bullying di institusi pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, tindakan tersebut tidak hanya merusak mental dan fisik korban, namun juga berdampak pada moral masyarakat. Menanggapi isu ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng menggalakkan program Pondok Pesantren Ramah Anak. Program tersebut juga didukung oleh United Nations Children’s […]

expand_less