Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ahmad Luthfi Dorong Penambahan Kawasan Industri di Jawa Tengah

Ahmad Luthfi Dorong Penambahan Kawasan Industri di Jawa Tengah

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
  • visibility 141

Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah lain. Pihaknya minta Pemerintah Kabupaten/kota lain di Jawa Tengah mulai membuat kajian untuk mengembangkan potensi KEK di daerahnya masing-masing.

Sebelumnya, Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dinilai mampu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Hal ini nantinya bisa juga berdampak pada penurunan kemiskinan daerah setempat.

“KEK Kendal ini telah menjadi pilot project dan role model untuk daerah lain,” kata Luthfi, Rabu (15/10/2025) malam.

Luthfi menyampaikan, beberapa bupati dan wali kota disebut telah mengajukan kawasan industri baru. Menurutnya, keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus ini akan memudahkan investor menanamkan modalnya di suatu daerah.

“Sudah ada bupati yang mengajukan, contohnya Banyumas, Cilacap, Kebumen, Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang. Kami dorong karena adanya kawasan ekonomi khusus itu mereka akan terintegrasi, perizinan akan satu pintu, fasilitas terkait ekspor impor dipermudah, semua akan dipermudah dengan adanya kawasan industri,” jelasnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Kendal triwulan II 2025 tercatat sebesar 7,67%, dan menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Realisasi investasi 2022–2024 mencapai Rp14,2 triliun dan triwulan I 2025 mencapai Rp2,93 triliun, juga tertinggi di Jawa Tengah.

Capaian ini diiringi dengan tingkat pengangguran terbuka di Kendal yang turun 0,75%, yakni dari 5,76% pada 2023 menjadi 5,01% pada 2024. Selain itu, angka kemiskinan turun 0,95%, dari 9,35% pada 2023 menjadi 8,40% pada 2024, dengan kemiskinan ekstrem menurun menjadi 0,49%.

“Serapan tenaga kerja akan bertambah, karena kebanyakan industrinya mengarah padat karya, sehingga pengangguran bisa terkikis,” ujar Luthfi.

Selain itu, Pemprov Jateng akan terus berupaya menarik investor untuk menanamkan dananya ke Jawa Tengah. Di antaranya dengan pemberian jaminan perizinan yang mudah, keamanan dan kondusivitas wilayah, tenaga kerja yang kompetitif, dan penambahan kawasan industri.

Realisasi investasi di Jawa Tengah sampai kuartal III 2025 kini mencapai Rp57 triliun. Sebanyak 65% investasi didominasi oleh penanaman modal asing (PMA), sisanya merupakan penanaman modal dalam negeri.

“Ini akan menumbuhkembangkan ekonomi di Jateng,” ujar dia. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggul Sungai Plumbon Jebol, BBWS Berikan Penanganan Sementara

    Tanggul Sungai Plumbon Jebol, BBWS Berikan Penanganan Sementara

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Tanggul Sungai Plumbon, Mangunharjo, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, jebol pada Jumat (15/5/2026) malam. Jebolnya tanggul selebar 50 meter tersebut terjadi setelah hujan lebat. “Kurang lebih 50 meter nggih untuk robohnya tanggul ini,” kata Camat Tugu, Muhammad Mirzaq Effendi, Sabtu (16/5/2026), dikutip Detik. Meski demikian, penanganan tanggul jebol tersebut telah dilakukan oleh pihak Balai […]

  • Hingga Akhir Tahun 2025, 94 Persen Jalan Provinsi Jateng dalam Kondisi Mantap

    Hingga Akhir Tahun 2025, 94 Persen Jalan Provinsi Jateng dalam Kondisi Mantap

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Hingga akhir tahun 2025, sekitar 94 persen jalan provinsi dalam kondisi mantap. Kondisi jalan yang baik penting untuk mendukung kelancaran transportasi logistik dan angkutan manusia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pergerakan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata. Terlebih, tingkat wisatawan yang datang ke Jawa Tengah biasanya meningkat di momen liburan Natal dan Tahun Baru […]

  • Hadiri Tarawih Keliling, Agustina Sebut Al-Quran Ajarkan Kebijaksanaan

    Hadiri Tarawih Keliling, Agustina Sebut Al-Quran Ajarkan Kebijaksanaan

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Semarang menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar pada Jumat (6/3/2026) di lapangan depan eks Wonderia, Tegalsari, Kecamatan Candisari. Gelaran ini menjadi bagian dari Safari Ramadan yang dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin, serta sejumlah jajaran Forkopimda Kota Semarang, tokoh agama, serta […]

  • Realisasi Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri Ditargetkan Akhir Bulan Juli

    Realisasi Program Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri Ditargetkan Akhir Bulan Juli

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Pati, kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati berkomitmen memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa yang masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Program tersebut ditargetkan akan terealisasi di akhir bulan Juli 2025. Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono. Ia menyampaikan, beasiswa ini diberikan kepada calon mahasiswa yang berprestasi dari keluarga […]

  • tren

    Tumbler di Era Urban: Antara Gaya Hidup Sehat, Tren Sosial, dan Simbol Identitas Baru

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Di tengah hiruk-pikuk kota dan ritme kehidupan urban yang serba cepat, tumbler kini menjelma lebih dari sekadar botol minum. Benda sederhana yang dulunya hanya digunakan sebagai wadah air, kini berubah menjadi simbol gaya hidup, pilihan kesadaran lingkungan, hingga penanda identitas sosial. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah tumbler benar-benar bagian dari gerakan hidup sehat, […]

  • Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Mengapa Usus Dijuluki ‘Otak Kedua’? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Tahukah kamu bahwa usus manusia sering dijuluki sebagai ‘otak kedua’? Julukan ini bukan sekadar metafora, melainkan berakar dari penemuan ilmiah yang mengungkap bahwa usus memiliki sistem saraf yang sangat kompleks, bahkan mampu berfungsi secara independen dari otak utama di kepala. Dalam dunia medis dan biologi, istilah “otak kedua” mengacu pada sistem saraf enterik (Enteric […]

expand_less