Realisasi Investasi Jateng Tembus Rp66 Triliun, Serap Hingga 300 Ribu Tenaga Kerja
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 22 Okt 2025
- visibility 125

Foto: Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Realisasi investasi Jawa Tengah menyentuh Rp66 triliun hingga September 2025 atau telah mencapai lebih dari 84 persen dari target tahunan. Investasi tersebut banyak dilakukan di daerah kawasan industri oleh pemodal asing maupun dalam negeri.
Beberapa di antaranya seperti Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Batang. Adapun investasi asing didominasi di sektor alas kaki, karet dan plastik, serta tekstil. Sementara, investasi dalam negeri paling banyak di sektor makanan dan minuman.
“Jadi, ini luar biasa, menunjukkan bahwa Jawa Tengah menjadi salah satu lokasi investasi terbaik. Untuk PMA masih didominasi industri alas kaki, kemudian industri karet dan plastik, serta tekstil. Sementara, untuk PMDN didominasi sektor makanan dan minuman,” ujar Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, Selasa (21/10/2025).
Sejak awal tahun 2025, investasi dari para pemodal tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 326.462 orang.
Investasi ini juga didorong dengan pembangunan infrastruktur, termasuk kawasan industri serta jalur distribusi logistik.
Ia turut menyampaikan, sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan untuk mengembangkan kawasan industri di wilayah selatan Jateng. Sebagai contoh, wilayah Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purbalingga.
“Harapannya, ada beberapa kabupaten yang mengajukan. Seperti data yang disampaikan Pak Gubernur, ada di Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purbalingga,” tuturnya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menguatkan jalur bebas hambatan, mulai dari Pantura Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kota Semarang, Salatiga, Boyolali, Sragen, hingga Karanganyar.
“Jadi, ketika kemudahan pengiriman barang, akses pelabuhan, atau bandara tersedia, itu yang menjadi incaran investor,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

