Pemprov Jateng Bakal Tambah Pesawat Modifikasi Cuaca di Wilayah Solo
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025
- visibility 68

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Sumber: Dok. Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bakal perluas jangkauan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk meminimalisir risiko di daerah-daerah rawan banjir saat musim penghujan.
Operasional teknologi modifikasi cuaca (TMC) sudah sempat digunakan di wilayah Semarang dan Demak. Alhasil, cara tersebut cukup efektif, sehingga banjir yang menerjang wilayah tersebut selama lima hari terakhir sudah mulai surut.
“Ini efektif dalam arti begini, kami biasanya ada laporan suatu peristiwa kejadian di semua tempat. Kalau ini gak banyak, tidak semua tempat terjadi bencana, seandainya bencana juga kategorinya hanya di lokal saja,” ujar Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penangguhan, Rabu (29/10/2025).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam waktu dekat akan menambah satu pesawat modifikasi cuaca. Sehingga, akan ada lebih banyak daerah di Jawa Tengah yang bisa segera memitigasi risiko banjir.
Diketahui, sampai saat ini, hanya ada satu unit pesawat yang beroperasi khusus di wilayah Pantura, seperti Semarang dan Demak. Nantinya, penambahan satu unit pesawat akan digunakan di wilayah Solo Raya maupun Jateng bagian selatan.
“Jadi semua potensi yang ada di Jawa Tengah, yang rawan bencana akan dilakukan modifikasi cuaca, karena satu dianggap masih kurang, maka akan ditambah,” imbuh Bergas.
Adapun posko operasi modifikasi cuaca berada di Bandara Jenderal Ahmad Yani. Nantinya, pesawat akan beroperasi dengan melihat pergerakan awan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Senada, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi turut berharap penambahan pesawat modifikasi cuaca bisa mempercepat penanganan banjir di daerah rawan lainnya.
“Termasuk rekayasa cuaca, nanti akan kita tambah satu pesawat yang akan mem-back-up Solo, karena datangnya awan (ke Pantura) dari Solo,” tandasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

