Pemkot Solo Buka Suara Soal Suksesi di Lingkungan Keraton
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 14 Nov 2025
- visibility 112

Foto: Wali Kota Solo Respati Ardi (sumber: ig)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota Solo buka suara soal polemik di lingkungan keraton mengenai pewaris takhta Pakubuwono XIV. Pasalnya, kedua putra mahkota sama-sama mengukuhkan diri sebagai calon Raja Keraton Kasunanan Surakarta di masa depan.
Menurut Wali Kota Solo Respati Ardi, proses suksesi tersebut menjadi urusan internal keraton. Sementara, pemerintah daerah hanya berkewajiban untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama proses tersebut.
“Semua ada aturannya. Kalau ada warga yang berbeda pendapat, ya diselesaikan dengan baik. Kita serahkan pada mekanisme yang berlaku,” ujarnya, Jumat (14/11/2025), dikutip Kompas.
Meski demikian, pihaknya bersedia memfasilitasi berbagai kegiatan di masyarakat, termasuk pengamanan acara selama ada pemberitahuan resmi, serta sejumlah agenda budaya seperti kirab, haul, festival jenang, wayang, konser, hingga jumenengan.
“Kalau itu permohonan dari warga, tetap kita fasilitasi,” katanya.
“Setiap warga yang membuat acara, yang mau nikahan atau upacara pasti memberi pemberitahuan ke pemerintah,” lanjut dia.
Sebelumnya, pada Kamis (13/11/2025), Keraton Solo menggelar rapat dengan dipimpin oleh Maha Menteri Keraton Solo KGPA Tedjowulan. Rapat juga dihadiri oleh sejumlah adik mendiang PB XIII.
Dalam rapat tersebut, KGPH Maangkubumi dilantik sebagai putra mahkota, kemudian beberapa saat kemudian mengukuhkan diri sebagai raja baru Keraton Solo dengan gelar Pakubuwono XIV. Ia menegaskan bahwa penobatan tersebut didasarkan hak sebagai putra tertua.
“(Tadi sempat ada penobatan?) Iya, penobatan Pakubuwono XIV,” kata Adik Pakubuwono XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari, dikutip CNN Indonesia.
“Gusti Bei yang sekarang Pakubuwono XIV kan tidak minta kepada Allah untuk dilahirkan lebih tua daripada Purboyo (KGPAA Hamangkunegoro), ya itu kehendak Allah dan Sudah ditekankan, dijadikan paugeran bahwa kalau nggak punya permaisuri, ya sudah anak laki-laki tertua,” ungkapnya.
Sebelumnya, Putra Mahkota Keraton Surakarta KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram mengukuhkan diri naik takhta menjadi Sampeyan Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV.
Ia mendeklarasikan ikrar pada Rabu (5/11/2025) usai berpidato saat prosesi pelepasan jenazah SISKS Pakubuwono XIII. Dalam kesempatan itu pula, pihaknya mengucapkan terima kasih pada pelayat yang turut mengantarkan jenazah sang ayah hingga ke peristirahatan terakhir.
“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 November 2025, naik takhta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Pakubuwana XIV,” kata dia, dikutip CNN Indonesia.
Sementara itu, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan yang kini memegang fungsi ad interim Keraton berdasarkan SK Mendagri 2017 menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dalam penobatan KGPH Maangkubumi pada Kamis (13/11/2025) lalu.
Menurutnya, status kedua putra PB XIII tersebut masih belum sah sebagai Raja Kasunanan yang baru. Ia menjelaskan, pertemuan yang ia gelar bertujuan murni untuk berdiskusi dan meminta semua pihak menahan diri sesuai adat Keraton.
“Pertemuan siang itu sebetulnya kami itu mengundang putra-putri dalem PB XII dan PB XIII untuk berembug tentang masa depan keraton. Mau saya itu dunungke, mengapa kok harus tergesa-gesa seperti itu, kan sudah saya sampaikan minimal 40 hari seperti yang sudah pernah saya sampaikan,” beber Tedjowulan, Kamis (13/11/2025) malam. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

