PMI Pati Buka Dapur Umum Guna Penuhi Kebutuhan Logistik Korban Banjir
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- visibility 52

Foto: Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo (Sumber: Kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati membuka dapur umum guna membantu pemenuhan logistik para korban terdampak banjir di Kabupaten Pati.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo menjelaskan bahwa dapur umu telah bergerak untuk menyalurkan berbagai bantuan, mulai dari pembagian nasi bungkus, bantuan sembako, hingga pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.
“Saat ini PMI juga membuka dapur umum di lingkungan PMI Kabupaten Pati. Nasi bungkus yang diproduksi akan kami distribusikan ke daerah-daerah yang terdampak banjir,” ujarnya.
Keberadaan dapur umum di tengah kesulitan bencana diharapkan bisa turut meringankan beban warga yang terdampak. Ia menegaskan, PMI berkomitmen untuk terus hadir dan berkontribusi dalam penanganan bencana yang terjadi.
“Semoga banjir ini segera reda, masyarakat tetap sehat, dan PMI Kabupaten Pati dapat terus bergerak cepat dan tepat dalam membantu warga,” pungkasnya.
Berdasarkan update data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per hari Rabu, (14/1/2026) pukul 08.00 WIB, ada 127 desa dari 20 kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Di antaranya, Kecamatan Pati ada 20 lokasi terdampak, Kecamatan Wedarijaksa 8 desa terdampak, Kecamatan Margoyoso 12 desa terdampak, Kecamatan Tayu 3 desa terdampak, Kecamatan Dukuhseti 10 desa terdampak.
Selain itu, Kecamatan Tlogowungu ada 3 desa terdampak, Kecamatan Margorejo ada 4 desa terdampak, Kecamatan Tambakromo ada 3 desa terdampak, Kecamatan gabus ada 7 desa terdampak, Kecamatan Winong ada 14 desa terdampak.
Kecamatan Batangan ada 3 desa terdampak, Kecamatan Jakenan ada 11 desa terdampak, Kecamatan Juwana ada 12 desa terdampak, Kecamatan Gembong ada 1 desa terdampak, Kecamatan Trangkil ada 2 desa terdampak.
Serta, Kecamatan Gunungwungkal ada 3 desa terdampak, kecamatan Pucakwangi ada 3 desa terdampak, Kecamatan Sukolilo ada 3 desa terdampak, Kecamatan Cluwak ada 4 desa terdampak, dan Kecamatan kayen ada 1 desa terdampak. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

