Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jateng Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kontribusi Produktivitas Padi, Kedelai, dan Jagung Terbesar Nasional

Jateng Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kontribusi Produktivitas Padi, Kedelai, dan Jagung Terbesar Nasional

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 173

Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu dari tiga wilayah yang berkontribusi terhadap produktivitas padi, kedelai, dan jagung.

Diketahui, Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 11.377.731 ton atau 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG) hingga akhir tahun 2025. Ini berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen 1.673.012 hektare, menempatkan Jateng sebagai kontributor ketiga besar nasional.

Sementara produktivitas jagung di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare, menjadi kontributor terbesar kedua nasional. Produktivitas kedelai mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare, dan menjadi kontributor terbesar nasional.

Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan Jawa Tengah bisa memproduksi sebanyak 11 juta ton padi Gabah Kering Panen (GKP). Dengan demikian, harapannya, produktivitas padi di tahun 2026 mendatang semakin meningkat untuk mendukung swasembada pangan.

“Kita harapkan tahun 2026 produktivitas kita meningkat,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Adapun upaya yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas tersebut adalah dengan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian sejak tahun 2025. Selain itu, Pemprov juga akan terus memantau luas lahan pertanian di Jawa Tengah.

Bulog juga memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya aman hingga Juni 2026 dengan stok beras mencapai 339.094 ton. Pihaknya juga meminta lintas sektor turut mendukung dalam penyerapan hasil panen.

“Masyarakat tidak perlu cemas atau panik, karena ketersediaan sangat cukup dan harganya relatif stabil,” Pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati.

“Kami berharap koordinasi antara Bulog, dinas-dinas di Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan aparat seperti TNI dan Polri, bisa memperkuat penyerapan, sehingga produksi dan panen di Jawa Tengah dapat diserap secara maksimal oleh Jawa Tengah sendiri,” ujarnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jateng Punya Potensi Pariwisata Menjanjikan, Pemprov Tawarkan ke Investor Asing

    Jateng Punya Potensi Pariwisata Menjanjikan, Pemprov Promosikan ke Investor Asing

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 177
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Adapun potensinya meliputi sejumlah wisata alam, wisata edukasi sejarah dan budaya, hingga produk-produk UMKM berkualitas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menawarkan potensi-potensi tersebut kepada sejumlah investor asing di usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari Pakistan, Arab Saudi, Jepang, China, dan negara lainnya. Harapannya, […]

  • Prabowo Sebut Realisasi 1,3 Ribu Desa Nelayan Hingga Akhir Tahun 2026

    Prabowo Sebut Realisasi 1,3 Ribu Desa Nelayan Hingga Akhir Tahun 2026

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1,3 ribu Desa Nelayan direncanakan bakal terealisasi hingga akhir tahun 2026. Hal ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sebelumnya, Prabowo mencanangkan 5 ribu Desa Nelayan yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang, termasuk cold storage dan stasiun pengisian bahan bakar kapal nelayan. Hal ini ditujukan […]

  • Ribuan Nelayan Sungai Silugonggo Siap Melaut Usai Harga Solar Nonsubsidi Turun

    Ribuan Nelayan Sungai Silugonggo Siap Melaut Usai Harga Solar Nonsubsidi Turun

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Ribuan nelayan di Sungai Silugonggo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, siap beraktivitas usai harga solar nonsubsidi turun jadi Rp15 ribu per liter. Pasalnya, harga solar nonsubsidi sebelumnya menyentuh Rp30 ribu dan dinilai memberatkan nelayan. Sebelumnya, banyak nelayan di Pati memutuskan tidak melaut lantaran harga BBM dinilai tidak menutup biaya operasional. Aksi mogok melaut […]

  • Ancam Kelangsungan Hutan Lindung, Tambang Galian C Ilegal di Pakis Kendal Ditutup

    Ancam Kelangsungan Hutan Lindung, Tambang Galian C Ilegal di Pakis Kendal Ditutup

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Kendal, Kabarjatengterkini.com – Tambang galian C di Dusun Pakis, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, ditutup. Penutupan operasi tambang tersebut dilakukan lantaran belum berizin atau merupakan tambang ilegal. “Untuk tambang galian C yang di dusun Pakis desa Sidomukti kecamatan Weleri itu ilegal karena tidak ada izinnya,” kata Wakil Bupati Kendal sekaligus Ketua Satgas Mineral Bukan […]

  • Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    Delapan Pompa Dikerahkan untuk Tangani Genangan Air Akibat Banjir Semarang

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Delapan pompa dikerahkan di sejumlah titik imbas banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang. Jumlah tersebut bertambah dua pompa dari Balai PSDA Tegal dan Kudus, setelah sebelumnya sudah dikerahkan enam pompa. Dengan penambahan ini, pompa diperkirakan bisa menyedot air hingga 1.900 liter per second (LPS) dan akan diaktifkan selama 24 jam. Pengoperasian […]

  • baru

    WhatsApp Rilis Fitur Baru untuk Cegah Pengguna dari Modus Penipuan: Lindungi Akun Anda Sekarang!

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– WhatsApp kembali menghadirkan inovasi terbaru demi meningkatkan keamanan penggunanya. Pada tahun 2025, WhatsApp resmi merilis fitur baru yang dirancang khusus untuk mencegah pengguna terjerat modus penipuan yang semakin canggih. Fitur ini hadir sebagai respons atas maraknya kasus penipuan online yang sering memanfaatkan platform pesan instan populer tersebut. Mengapa Fitur Baru WhatsApp Penting? Sebagai aplikasi […]

expand_less