Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Pati dan Dua Lokasi Lain, Cari Bukti Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Pati dan Dua Lokasi Lain, Cari Bukti Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
  • visibility 163

Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bergerak dalam kasus dugaan pemerasan jual beli jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Pada Kamis (22/1/2026), penyidik KPK melakukan penggeledahan di tiga lokasi di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, salah satunya adalah Rumah Dinas Bupati Pati.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan di rumah dinas Bupati, kantor Bupati, serta Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Baper Mades). Kegiatan ini bertujuan untuk mencari barang bukti tambahan yang berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa.

“Penggeledahan di sejumlah lokasi, di antaranya di rumah dinas Bupati, kantor Bupati, dan juga di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa,” ujar Budi kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk menelusuri dugaan alur pemerasan dan proses pengisian jabatan perangkat desa yang diduga melibatkan sejumlah pihak. Budi menegaskan, hingga penggeledahan selesai, KPK belum dapat membeberkan hasil temuan atau barang bukti yang disita.

“Tentu penyidik juga ingin menelusuri terkait dengan proses-proses pengisian jabatan perangkat desa. Oleh karena itu penyidik menyasar untuk melakukan penggeledahan di Baper Mades,” tambah Budi.

Latar Belakang Kasus: OTT dan Penetapan Tersangka

Penggeledahan ini merupakan kelanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sebelumnya. Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu:

  1. Sudewo – Bupati Pati nonaktif
  2. Abdul Suyono – Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan
  3. Sumarjiono – Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken
  4. Karjan – Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken

Keempat tersangka diduga melakukan pemerasan terhadap calon perangkat desa. Modusnya adalah menetapkan tarif pengisian jabatan antara Rp165 juta hingga Rp225 juta per orang, yang mengalami kenaikan dari tarif awal sekitar Rp125 juta–Rp150 juta.

Praktik Pemerasan dan Ancaman yang Menyertai

KPK mengungkapkan bahwa praktik pemerasan tersebut tidak hanya berupa permintaan uang, tetapi juga disertai ancaman. Calon perangkat desa yang tidak memenuhi permintaan pembayaran disebut tidak akan mendapatkan kesempatan mengikuti pengisian jabatan pada tahun berikutnya.

Kondisi ini diduga membuat calon perangkat desa merasa terpaksa membayar demi mengamankan peluang mendapatkan jabatan. Hingga 18 Januari 2026, Sumarjiono tercatat telah mengumpulkan dana sekitar Rp2,6 miliar dari delapan desa di Kecamatan Jaken.

Barang Bukti dan Proses Hukum

KPK telah menetapkan para tersangka dengan dakwaan pelanggaran Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 KUHP. Para tersangka kemudian ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 20 Januari hingga 8 Februari 2026, di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Hingga saat ini, KPK masih melakukan proses penyidikan lanjutan, termasuk penggeledahan untuk mencari dokumen dan bukti lain yang dapat memperkuat kasus.

Fokus Utama: Mengapa Penggeledahan di Baper Mades Penting?

Penggeledahan di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Baper Mades) dinilai krusial karena lembaga ini memiliki peran penting dalam proses administrasi dan pengisian jabatan perangkat desa. Jika terbukti ada keterlibatan Baper Mades dalam alur pemerasan, maka kemungkinan kasus ini akan meluas ke pihak lain.

Dampak Kasus bagi Pelayanan Publik di Pati

Kasus ini berpotensi menimbulkan dampak besar pada tata kelola pemerintahan desa di Pati. Praktik pemerasan jabatan tidak hanya merugikan calon perangkat desa, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik di desa-desa yang terdampak. Karena calon yang mampu membayar besar kemungkinan bukanlah calon yang paling kompeten.

Penggeledahan yang dilakukan KPK di rumah dinas dan kantor Bupati Pati serta Baper Mades merupakan langkah lanjutan untuk mengungkap dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa. Kasus ini menyorot pentingnya integritas dalam proses seleksi perangkat desa dan upaya pemberantasan korupsi yang melibatkan pejabat daerah.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris

    Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penelitian terkait Rafflesia hasseltii di Desa Selamat Sudiarjo, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, melibatkan kolaborasi antara badan peneliti Indonesia dan Inggris. Ini merupakan bagian riset kolaboratif antara BRIN, Universitas Bengkulu, dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, serta mendapatkan dukungan dana dari the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan […]

  • Dana Belum Cair, 11 Dapur MBG di Blora Setop Operasional

    Dana Belum Cair, 11 Dapur MBG di Blora Setop Operasional

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Blora, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Blora menyetop operasionalnya karena dana belum cair. “Per hari ini yang berhenti operasional ada 11 dapur SPPG. Senin kemarin 10 dapur yang berhenti operasional. Kalau hari ini 11 dapur. Dikarenakan dana belum cair,” ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora, Artika Diannita, Jumat (19/12/2025), […]

  • bakar

    Perempuan Nekat Bakar Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu, Makassar

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Makassar, Sulawesi Selatan – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Jalan Somba Opu, Kota Makassar, Kamis (12/2/2026) siang. Seorang perempuan tiba-tiba menyalakan bom molotov dan membakar toko emas Logam Mulia, mengakibatkan kepanikan dan beberapa orang mengalami luka bakar. Kejadian berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita dan membuat warga sekitar heboh. Menurut saksi mata, Awal, seorang pedagang […]

  • Jalin Sinergi dengan BBWS Pemali Juana, Pemkot Semarang Upayakan Solusi Permanen Terkait Banjir Kiriman

    Jalin Sinergi dengan BBWS Pemali Juana, Pemkot Semarang Upayakan Solusi Permanen Terkait Banjir Kiriman

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah menjalin komunikasi lintas sektoral, utamanya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, yang berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam hal ini, BBWS Pemali Juana bertugas untuk mengelola sumber daya air di wilayah sistem sungai Jragung, Tuntang, […]

  • Sejumlah Kades di Pati Kembalikan Uang Ratusan Juta usai Sudewo Kena OTT KPK

    Sejumlah Kades di Pati Kembalikan Uang Ratusan Juta usai Sudewo Kena OTT KPK

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah kepala desa di Pati disebut langsung mengembalikan uang ratusan juta setelah Bupati Nonaktif Sudewo terciduk lewat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Uang tersebut diduga diserahkan untuk urusan pengisian jabatan perangkat desa. Kepala Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Agus Riyanto, menyebutkan dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026), terkait informasi pengisian […]

  • Puluhan Ormas Asing Beroperasi di Jateng, Diminta Berikan Kontribusi Pembangunan

    Puluhan Ormas Asing Beroperasi di Jateng, Mulai Sektor Pendidikan Hingga Lingkungan

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Puluhan organisasi masyarakat (ormas) asing telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah. Di antaranya, ada dari Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Swedia, Jepang, hingga Kanada. Ormas-ormas asing ini telah menyumbang kontribusi terhadap pembangunan daerah. Pasalnya, sudah ada 21 ormas asing di Jawa Tengah bergerak di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, penanganan bencana, lingkungan, […]

expand_less