Masuk Masa Pancaroba, BPBD Jateng Imbau Siapkan Sarana Prasarana Air Bersih
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 16 Apr 2026
- visibility 36

Foto: Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Sejumlah langkah antisipasi potensi bencana selama musim pancaroba telah disiapkan, khususnya untuk mencegah krisis air bersih.
Pancaroba merupakan periode peralihan musim hujan ke kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Masa transisi ini biasanya ditandai dengan cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan angin kencang, serta panas terik di siang hari.
“Meski secara umum mulai masuk musim kemarau, kondisi saat ini masih pancaroba. Potensinya bisa hujan lebat atau angin kencang,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, Rabu (15/4/2026).
Fenomena El Nino diperkirakan mendorong peningkatan intensitas kemarau, dan puncaknya kemungkinan terjadi pada 2026 atau 2027. Maka, pihaknya mengimbau pemerintah kabupaten/kota menyiapkan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan air bersih.
Upaya lainnya, yakni dengan pembangunan sumur dalam dan sistem penyediaan air minum (SPAM) oleh pemerintah daerah, serta penyiapan armada tangki air untuk distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.
“Beberapa upaya sudah dilakukan pemerintah provinsi dengan menambah air sumur, begitu ya. Sumur dalam untuk tambahan-tambahan atau membangun SPAM, gitu, sudah dilakukan melalui program-program pemerintah provinsi tentunya,” bebernya.
Warga juga diimbau untuk mulai menyiapkan sarana penampungan ukuran 5.000 liter. Sementara, ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang kerap mengalami krisis air bersih, di antaranya Kabupaten Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, dan Rembang. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

