Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Guru dan Kepsek Nonaktif Dipolisikan Buntut Kasus Bullying di SDN Kebondalem Pemalang

Guru dan Kepsek Nonaktif Dipolisikan Buntut Kasus Bullying di SDN Kebondalem Pemalang

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 15 Okt 2026
  • visibility 9

Kabarjatengterkini.com – Guru beserta Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kebondalem nonaktif di Pemalang dilaporkan ke pihak kepolisian mengenai dugaan pembiaran aksi perundungan (bullying) yang menyebabkan salah satu murid, inisial MA, meninggal dunia.

Laporan tersebut dilayangkan oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Anti Kekerasan di Sekolah (GASS) pada Senin (12/10/2026) lalu. Sementara itu, pihak kepolisian masih di tahap pendalaman dan klarifikasi laporan.

“Masih proses klarifikasi dan pendalaman,” kata Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan Umar, Kamis (15/10/2026), dikutip Detik.

Penyidik saat ini sedang mengusut dugaan kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Polisi juga masih melakukan pengembangan perkara setelah penetapan tersangka terhadap dua anak yang diduga terlibat.

“Kasus ini akan diusut secara tuntas, agar tidak menimbulkan ruang spekulasi di tengah masyarakat,” kata Kapolres Pemalang AKBP Anggaito Hadi Prabowo

“Polres Pemalang akan melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga ikut bertanggung jawab dalam perkara ini, seperti pihak rumah sakit ataupun sekolah,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kuasa Hukum GASS, Akhfad Sabila, menjelaskan poin-poin yang disoroti dalam laporan tersebut. Yakni, tentang perlindungan anak di sekolah dalam Pasal 9 ayat 1 huruf a dan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, Pasal 18 ayat 2 huruf a, huruf c, huruf e, huruf f.

“Itu mengenai prosedur sekolah, deteksi dini, respons, dan penanganan pelanggaran,” kata Akhfad, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, pihak sekolah mengetahui adanya perundungan yang menimpa MA, namun seolah menutupi.

“Bahkan sampai, mohon maaf, salah satu guru di SD tersebut melakukan pembersihan atau lap darah yang keluar dari organ tubuh (korban) dan mengatakan jangan bilang ke orang tua bahwa ini karena perundungan atau bullying, tapi karena jatuh. Itulah kami sebagai masyarakat, khususnya masyarakat Pemalang, tidak terima dengan kalimat itu,” tambahnya.

Selain itu, Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, pasal 18 ayat 2 huruf a, huruf c, huruf e, huruf f itu mengenai prosedur sekolah, deteksi dini, respons, dan penanganan pelanggaran. Menurut dia, laporan tersebut dibuat sebagai bentuk kepedulian terhadap korban.

“Ini kan pidananya delik biasa, jadi enggak harus korban yang melaporkan,” ujarnya.

Sebelumnya, viral anak berinisial MHA (7), murid kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit, Rabu (30/9/2026) sore. Korban diduga mengalami penganiayaan oleh kakak kelasnya. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangan Nasional Diklaim Aman di Tengah Konflik Global

    Pangan Nasional Diklaim Aman di Tengah Konflik Global

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kondisi ketahanan pangan nasional diklaim dalam posisi aman di tengah konflik geopolitik global. Pasalnya, produksi pangan diproyeksikan meningkat untuk tahun 2026 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa stok beras saat ini ada 4,7 juta ton. Serta, sejumlah komoditas lain juga disebut dalam kondisi mencukupi, meliputi Ikan, […]

  • bilqis

    Polrestabes Makassar Tangkap 4 Pelaku Penculikan Bilqis, Motif Diduga Butuh Uang

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kasus penculikan anak yang sempat menggegerkan publik, Bilqis (4 tahun), akhirnya membuahkan hasil setelah Polrestabes Makassar berhasil menangkap empat pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut. Salah satu pelaku, Sri Yuliana alias Ana (30 tahun), mengaku kepada polisi bahwa penculikan itu awalnya dilakukan dengan alasan ingin merawat Bilqis. Kepada petugas, Ana mengaku bahwa pertemuannya […]

  • Pria di Klaten Tega Bawa Kabur Motor Korban Usai Ditolong karena Kehabisan Bensin

    Maling di Klaten Tega Bawa Kabur Motor Usai Ditolong karena Kehabisan Bensin

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Seorang pria di Klaten tega membawa kabur sepeda motor milik seorang wanita yang menolongnya di jalan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Yogyakarta-Solo pada Jumat (12/12/2025) petang. Kapolsek Jogonalan AKP Haryanto menyatakan bahwa korban sudah membuat laporan. Pihaknya kemudian bergerak untuk menangkap terduga pelaku yang dilacak sedang berada di wilayah Boyolali. “Sudah ditangkap […]

  • Perusahaan China Bakal Bangun Pabrik di Tegal, Hadirkan Nilai Investasi Rp50 M

    Perusahaan China Bakal Bangun Pabrik di Tegal, Hadirkan Nilai Investasi Rp50 M

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Sebuah perusahaan asing asal China bakal bangun pabrik di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Kota Tegal. Nilai investasi yang dilakukan oleh PT Teng Fei Glory Indonesia tersebut mencapai Rp50 miliar. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berharap, hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang industri alas kaki dan sepatu olahraga tersebut bisa mendorong geliat […]

  • ASN di Pekalongan Dinarasikan Karaoke saat Jam Kerja, Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi

    ASN di Pekalongan Dinarasikan Karaoke saat Jam Kerja, Dinas Pendidikan Beri Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Heboh seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pekalongan terekam sedang berkaraoke saat jam kerja. Hal ini terungkap dari video yang viral di media sosial. Menanggapi video viral tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menjelaskan bahwa ASN yang terekam diduga bagian dari rombongan kepala sekolah Kecamatan Paninggaran. Mereka disebut mengikuti […]

  • Pemprov Jateng Diharapkan Perkuat Ekonomi Kreatif

    Pemprov Jateng Diharapkan Perkuat Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) diharapkan berkomitmen perkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) di wilayahnya. Pasalnya, Jateng memiliki potensi kreatif yang beragam, terlebih desa wisatanya. “Kami melihat, tahun ini momentum Jawa Tengah untuk ekonomi kreatif atau menjadi provinsi kreatif,” kata Ketua Komekraf Jawa Tengah, Ahmad Khairudin usai menemui Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, […]

expand_less