Heboh Karyawan Warung dan Warga Srondol Wetan Semarang Ribut Perkara Limbah Bakso
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 4

Foto: ilustrasi (Sumber: unsplash)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Heboh keributan antara warga Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, dengan karyawan usaha bakso terkait pembuangan limbah di saluran air. Terkait kejadian ini telah dilakukan mediasi antara dua belah pihak.
Mediasi dilakukan pada Rabu (4/11/2026), serta dihadiri pemilik rumah, karyawan usaha penjualan bakso, petugas Kecamatan Banyumanik, hingga DLH Kota Semarang. Terkait hal tersebut, pihak DLH Semarang menemukan adanya pelanggaran SOP pembuangan limbah.
“Ada temuan melanggar SOP karena (limbah) dibuang ke saluran warga, dampaknya pasti bau. Karena kan ini lebih ke usaha kuliner, pasti bau,” kata Kabid Pengawasan DLH Kota Semarang, Wahyu Heryawan, Rabu (4/11/2026), dikutip Detik.
Ia menjelaskan, pihak karyawan sebenarnya telah melakukan pemilahan limbah, namun limbah hasil pencucian tetap dialirkan kembali ke saluran air milik warga. Pembuangan limbah ke saluran warga tersebut diketahui telah berlangsung sekitar dua tahun.
“Kami tadi menemukan sebenarnya sudah ada pemilahan. Cuma memang dalam akhirnya itu dibuang kembali ke saluran milik warga. Itu yang mungkin membikin masalah, kemudian menjadi trouble di wilayah,” jelas Wahyu.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya memberikan edukasi kepada pemilik usaha mengenai pengolahan limbah yang sesuai standar, serta meminta pemasangan grease trap atau perangkap lemak sebagai solusi jangka pendek.
“Kemudian sementara waktu membuat sumur resapan. Jangka menengahnya nanti bisa bikin IPAL yang bisa dipindah (IPAL portable), tapi untuk jangka pendek grease trap dulu,” ucapnya.
“Mungkin kami akan memberikan surat kewajiban saja kepada pemilik. Lebih ke karena ini kan UMKM. Jadi kalau kita bisa bina, ya kita bina,” lanjut dia.
Camat Banyumanik, Sri Martini, menyampaikan bahwa pemilik usaha bakso telah berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Setelah dilakukan mediasi, permasalahan berhasil diselesaikan dan kedua pihak sudah saling memaafkan.
“Alhamdulillah sudah ada solusi yang terbaik dan saling memaafkan. Di antara lingkungan sudah tidak ada permasalahan apa pun. Sudah selesai semua,” kata Sri Martini.
“Dari pemilik sudah menyampaikan komitmen dan InsyaAllah dari Ibu (pemilik rumah) dan pemilik usaha bakso,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

