Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Brigadir TGP Polresta Pati Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Terlibat Pukulan kepada Demonstran dalam Aksi 13 Agustus 2025

Brigadir TGP Polresta Pati Ditempatkan di Tempat Khusus Usai Terlibat Pukulan kepada Demonstran dalam Aksi 13 Agustus 2025

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
  • visibility 190

Kabarjatengterkini.com– Pada Jumat, 15 Agustus 2025, Polresta Pati mengambil langkah tegas terhadap salah satu anggotanya, Brigadir TGP, yang terlibat dalam insiden pemukulan seorang demonstran pada aksi besar yang digelar di Pati pada 13 Agustus 2025. Dalam insiden yang memicu sorotan publik ini, Brigadir TGP ditahan di tempat khusus (patsus) untuk menjalani proses hukum internal, dan kini tengah menunggu proses lebih lanjut sesuai dengan peraturan disiplin dan kode etik Polri.

Penyelidikan dan Tindakan Kepolisian

Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video viral menunjukkan aksi Brigadir TGP yang sedang memukul seorang demonstran. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak jelas anggota Polri tersebut sedang terlibat langsung dalam kekerasan fisik terhadap seorang peserta demo yang sedang berjuang menuntut pengunduran diri Bupati Sudewo. Akibat dari kejadian ini, Wakapolresta Pati, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menyatakan permohonan maaf atas tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh anggota Polri tersebut.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Ini tidak mencerminkan sikap dan disiplin yang seharusnya dijaga oleh setiap anggota Polri,” ujar AKBP Petrus dalam keterangannya yang disampaikan pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil langkah untuk menahan Brigadir TGP di tempat khusus, dan kasus ini akan diproses sesuai dengan kode etik dan disiplin profesi Polri. “Yang bersangkutan sudah kami amankan, dan kami akan memprosesnya sesuai dengan aturan disiplin atau kode etik yang berlaku di kepolisian,” tambah Petrus.

Demo Berakhir Ricuh: Polisi Gunakan Gas Air Mata

Aksi demo pada 13 Agustus 2025 merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk mendesak pengunduran diri Bupati Sudewo yang diduga terlibat dalam berbagai skandal yang merugikan rakyat. Demo besar ini, yang melibatkan ribuan warga Pati, awalnya berlangsung damai. Namun, situasi berubah menjadi ricuh setelah polisi bertameng lengkap menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Akibatnya, puluhan demonstran terluka dan sejumlah anggota polisi juga mengalami cedera. Dalam upaya mengendalikan kerusuhan, aparat kepolisian sempat mengamankan 22 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan. Namun, mereka akhirnya dilepaskan setelah melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.

Wakapolresta Pati, AKBP Petrus, mengungkapkan bahwa meskipun kericuhan sempat terjadi, pihak kepolisian tetap berupaya untuk mengendalikan situasi dengan prosedur yang sesuai. “Kami melakukan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan ketertiban tetap terjaga. Namun, kami juga menghormati hak-hak demokrasi warga untuk menyuarakan pendapatnya,” jelas Petrus.

Kritikan dan Reaksi Publik terhadap Polisi

Insiden pemukulan yang dilakukan oleh Brigadir TGP ini mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, terutama kelompok-kelompok yang mendukung kebebasan berpendapat dan aksi damai. Banyak yang menilai bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian tidak sesuai dengan standar profesionalisme Polri yang selama ini dijaga.

“Ini sangat disayangkan. Polisi seharusnya bisa lebih bijaksana dalam menghadapi situasi seperti ini. Menggunakan kekerasan fisik terhadap demonstran yang tidak melakukan kekerasan jelas bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan,” ujar salah satu pengamat sosial di Pati.

Selain itu, kejadian ini juga memicu diskusi mengenai perlunya evaluasi dalam cara aparat kepolisian menangani demonstrasi. Banyak yang berharap agar Polri dapat lebih mengutamakan dialog dan penyelesaian damai dalam menangani aksi unjuk rasa, alih-alih menggunakan kekerasan fisik atau gas air mata yang sering kali memperburuk situasi.

Proses Hukum dan Tindakan Lanjutan

Berdasarkan keterangan dari Polda Jawa Tengah, kasus ini akan segera diproses lebih lanjut melalui prosedur hukum yang berlaku di internal Polri. Brigadir TGP yang kini ditempatkan di tempat khusus, akan menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk memastikan apakah tindakannya melanggar kode etik dan disiplin profesi Polri.

Sejumlah pihak juga berharap agar proses hukum ini bisa berjalan transparan dan adil. Mereka menginginkan agar Polri dapat memberikan contoh yang baik dalam menegakkan hukum, khususnya terkait dengan kedisiplinan anggotanya dalam menghadapi situasi yang melibatkan masyarakat.

“Harus ada sanksi tegas terhadap anggota yang melanggar aturan. Jika ini dibiarkan begitu saja, maka kepercayaan publik terhadap Polri bisa semakin menurun,” ujar seorang tokoh masyarakat di Pati.

Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi oleh Polresta Pati dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Sebagai aparat penegak hukum, Polri seharusnya menjadi contoh dalam mematuhi hukum dan menghormati hak-hak asasi manusia, terutama dalam situasi yang melibatkan demonstrasi atau unjuk rasa.

Sebagai penutup, Wakapolresta Pati menegaskan kembali bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang lagi. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kode etik dan disiplin yang sudah ditetapkan, serta memastikan bahwa seluruh anggota Polri dapat bekerja dengan profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ini adalah pembelajaran bagi kami semua. Kami akan berusaha menjaga nama baik Polri dengan terus meningkatkan kualitas pengawasan dan disiplin anggota di lapangan,” tutup AKBP Petrus.

Insiden pemukulan terhadap seorang demonstran oleh Brigadir TGP dalam demo besar Pati pada 13 Agustus 2025 menjadi sorotan publik yang cukup serius. Langkah tegas yang diambil oleh Polresta Pati untuk menahan Brigadir TGP di tempat khusus dan memprosesnya sesuai dengan kode etik Polri menunjukkan bahwa kepolisian berusaha menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Namun, kejadian ini juga memberikan pelajaran penting bagi aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi secara lebih humanis dan tidak menggunakan kekerasan berlebihan. Ke depannya, diharapkan Polri dapat lebih bijak dan berhati-hati dalam menghadapi situasi-situasi yang melibatkan masyarakat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • propam

    Propam Polri: 2 Anggota Brimob Langgar Berat dalam Kasus Ojol Tewas

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri resmi merilis hasil pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden tragis tewasnya seorang driver ojek online, Affan Kurniawan (21), yang terlindas kendaraan taktis (rantis) saat pengamanan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu. Dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri pada Senin […]

  • pbb

    Prabowo Subianto di PBB: Indonesia Komitmen Berperan Aktif Dalam Menyelesaikan Krisis Global

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pada Selasa, 23 September 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato penting di hadapan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Sidang Umum PBB yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Sidang tahunan ini merupakan salah satu forum internasional terbesar yang mempe

  • chocolate

    5 Cara Mudah Mendapatkan Chocolate Mousse Fluffy Seperti di Restoran Prancis

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Chocolate mousse adalah salah satu dessert klasik yang berasal dari Prancis dan dikenal dengan teksturnya yang ringan, halus, dan fluffy. Di banyak restoran fine dining, mousse disajikan dengan tampilan elegan dan rasa cokelat yang kaya namun tetap ringan di mulut. Sayangnya, banyak orang merasa kesulitan saat mencoba membuatnya di rumah mousse bisa terlalu padat, […]

  • Bandara Ahmad Yani Layani Direct Flight Rute Semarang-Singapura

    Bandara Ahmad Yani Layani Direct Flight Rute Semarang-Singapura

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani Semarang kini membuka penerbangan langsung dari Semarang ke Singapura dan sebaliknya. Adapun maskapai yang melayani penerbangan ini adalah Scoot yang merupakan bagian dari Singapore Airlines. Layanan direct flight Semarang-Singapura ini dibuka dengan tujuan membuka peluang investasi dan pariwisata yang lebih besar. Rute ini dibuka pertama kali pada Selasa […]

  • 600 Orang dari Kelompok Rentan Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng

    600 Orang dari Kelompok Rentan Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 600 orang dari kelompok rentan mendapatkan bantuan berupa beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Adapun yang termasuk kelompok rentan meliputi buruh tani, penggali kubur, janda, tukang parkir, ojek pangkalan, dan lainnya. Diketahui, setiap penerima mendapatkan bantuan beras beberat 10kg, sehingga total bantuan yang digelontorkan sebanyak 6 ton. Penyerahan bantuan […]

  • Pemkot Semarang Berupaya Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    Pemkot Semarang Atasi Permasalahan Sampah, Tambah Kontainer dan TPS 3R di Setiap Kelurahan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, termasuk munculnya tempat pembuangan akhir (TPA) liar di sekitar Brown Canyon, Kecamatan Tembalang yang berbatasan dengan Kabupaten Demak. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa TPA ilegal itu bukan berada di lahan milik Pemkot Semarang. Meski demikian, pihaknya telah menambahkan fasilitas resmi […]

expand_less