Pemprov Kolaborasi dengan Swasta untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 89

Foto: Pemprov Kolaborasi dengan Swasta untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Hal ini juga dilakukan guna memudahkan masyarakat dalam mengakses produk pangan berkualitas.
Kali ini, PT HM Sampoerna Tbk melalui Sampoerna Retail Community (SRC) digandeng sebagai mitra distribusi pangan. Kolaborasi ini juga melibatkan Perum Bulog dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk mendukung program kemandirian pangan dari hulu ke hilir.
Ketahanan pangan di suatu daerah dianggap penting. Kendati demikian, Jawa Tengah yang merupakan salah provinsi penyangga pangan, juga memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan lahan, regenerasi petani, hingga ketersediaan air.
“Sehebat apapun kekuatan fisik yang dimiliki suatu negara, tanpa pangan tidak akan berarti apa-apa. Karena itu, ketahanan pangan harus menjadi perhatian utama,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, Selasa (16/9/2025)
“Keterlibatan mitra swasta seperti PT Sampoerna dalam mendampingi petani dari hulu ke hilir, merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi,” tambahnya.
Maka dari itu, dihadirkan program Rumah Pangan Kita (RPK), memungkinkan 10 ribu toko kelontong SRC di seluruh Indonesia ditargetkan menjadi mitra distribusi pangan pokok. Harapannya, kolaborasi dengan swasta dalam rangka ekspansi bisa memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi lintas sektor, kesejahteraan petani terangkat, UMKM semakin berdaya saing, dan masyarakat Jawa Tengah bisa lebih sejahtera,” ujar dia.
Menurut informasi, program ini telah diuji coba di Jawa Tengah dan DIY dalam kurun waktu enam bulan, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,1 miliar. Kini, program RPK kini siap diperluas secara nasional.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Jateng, Sri Muniati menegaskan peran Bulog adalah menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan. Kolaborasi ini menjadikan garda terdepan dalam memastikan distribusi pangan terjangkau.
“Bulog memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Melalui sinergi dengan SRC, kami bisa memperluas jaringan Rumah Pangan Kita,” jelasnya.
“Hingga saat ini, di Jawa Tengah sudah ada 431 SRC yang bersinergi menjadi RPK, dengan 373 SRC di antaranya aktif beroperasi. Angka partisipasi mencapai 81% ini menunjukkan kolaborasi luar biasa. Target kami, 875 SRC di Jateng bisa bergabung menjadi sahabat RPK Bulog,” lanjut dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

