7 Cara Efektif Agar Anak Tidak Tumbuh Jadi People Pleaser
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 14 Okt 2025
- visibility 80

Kabarjatengterkini.com- Sebagai orang tua, kita tentu ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, sopan, dan mudah bergaul.
Namun, ada satu sikap yang sering kali terlihat positif tapi sebenarnya bisa berdampak negatif dalam jangka panjang: menjadi people pleaser.
Anak yang selalu ingin menyenangkan orang lain, bahkan dengan mengorbankan kebutuhannya sendiri, bisa mengalami masalah kepercayaan diri, kecemasan, hingga kehilangan identitas diri.
Agar anak tidak tumbuh menjadi people pleaser, penting bagi orang tua untuk melindungi dan membimbing mereka sejak dini.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara melindungi anak agar tidak tumbuh menjadi people pleaser, lengkap dengan tips praktis dan edukatif untuk diterapkan di rumah.
Apa Itu People Pleaser?
People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain, sering kali dengan mengabaikan kebutuhan, keinginan, dan perasaannya sendiri. Anak yang menjadi people pleaser biasanya:
- Takut mengecewakan orang lain
- Sulit berkata “tidak”
- Merasa bersalah saat memilih untuk dirinya sendiri
- Sering mencari validasi dari orang lain
Kondisi ini bisa bermula sejak kecil, terutama jika anak tidak diajarkan tentang batasan diri (personal boundaries), diberi tekanan untuk selalu “baik”, atau sering menerima pujian hanya ketika ia menuruti orang lain.
Mengapa Orang Tua Perlu Waspada?
Jika tidak ditangani sejak dini, sifat people pleaser dapat berdampak pada:
- Rendahnya kepercayaan diri
- Rentan dimanfaatkan orang lain
- Kesulitan mengambil keputusan
- Tertahan dalam hubungan tidak sehat
- Menekan emosi sendiri hingga stres dan burnout
Karena itu, mencegah anak menjadi people pleaser bukan berarti menjadikannya egois, tapi membantunya tumbuh sebagai pribadi yang sehat secara emosional dan mampu menyeimbangkan antara memberi dan menjaga dirinya sendiri.
7 Cara Melindungi Anak agar Tidak Jadi People Pleaser
Berikut ini adalah beberapa strategi parenting yang bisa Anda terapkan sejak dini untuk membantu anak terhindar dari kebiasaan pleasing yang merugikan:
1. Ajarkan Anak untuk Mengenali dan Mengekspresikan Perasaannya
Anak-anak perlu tahu bahwa perasaannya valid dan penting untuk diungkapkan. Dorong mereka untuk menyebutkan apa yang mereka rasakan, seperti “Aku sedih,” “Aku marah,” atau “Aku tidak nyaman.” Dengan begitu, mereka akan belajar bahwa perasaan mereka penting dan layak didengarkan.
Tips: Gunakan buku cerita atau permainan peran untuk membantu anak belajar tentang berbagai jenis emosi.
2. Berikan Contoh Cara Menolak dengan Sopan
Anak perlu belajar bahwa mengatakan “tidak” bukanlah hal yang salah. Ajarkan mereka cara menolak ajakan atau permintaan dengan cara yang sopan namun tegas. Misalnya: “Maaf, aku tidak ingin bermain sekarang,” atau “Aku ingin istirahat dulu.”
Orang tua adalah contoh utama. Tunjukkan bagaimana Anda sendiri menolak sesuatu tanpa merasa bersalah.
3. Hargai Anak karena Siapa Mereka, Bukan Apa yang Mereka Lakukan
Anak-anak yang hanya dipuji saat mereka menuruti atau menyenangkan orang lain bisa merasa bahwa nilai dirinya tergantung pada tindakan tersebut. Sebaliknya, berikan pujian untuk karakter dan usaha mereka, bukan hanya hasil atau kepatuhan.
Contoh:
“Ibu bangga kamu jujur.”
“Ibu bangga kamu nurut banget.”
4. Ajarkan Batasan Diri (Personal Boundaries)
Bantu anak memahami bahwa mereka memiliki hak atas tubuh, waktu, dan perasaannya sendiri. Misalnya, mereka tidak harus memeluk orang yang membuat mereka tidak nyaman, atau tidak harus berbagi mainan jika sedang tidak ingin.
Tanamkan bahwa menjaga diri bukan berarti egois.
5. Dengarkan Anak Tanpa Menghakimi
Saat anak mengungkapkan pendapat atau keinginannya, dengarkan dengan penuh perhatian. Hindari langsung mengoreksi atau menolak pendapat mereka. Anak yang sering diabaikan atau ditolak cenderung belajar untuk menyenangkan agar diterima.
Tunjukkan empati dan validasi perasaan mereka. Ini membangun kepercayaan diri mereka untuk jujur dan asertif.
6. Bangun Rasa Percaya Diri Anak Secara Konsisten
Anak yang percaya diri tidak mudah merasa perlu menyenangkan semua orang. Dorong anak untuk mencoba hal baru, beri mereka kebebasan untuk mengambil keputusan kecil, dan bantu mereka belajar dari kesalahan tanpa takut dihakimi.
Latihan membuat anak merasa punya kendali atas hidupnya sendiri.
7. Diskusikan tentang Perbedaan antara Baik Hati dan Pleasing
Anak perlu tahu bahwa menjadi baik tidak selalu berarti harus berkata “ya” pada semua hal. Diskusikan perbedaan antara membantu dengan tulus dan merasa terpaksa. Ajarkan bahwa mereka boleh membantu, tapi juga boleh menjaga diri.
Membesarkan anak agar tidak tumbuh menjadi people pleaser adalah bagian dari membangun kesehatan mental dan emosional anak. Orang tua berperan besar dalam mengajarkan batasan, mengenalkan perasaan, dan membentuk kepercayaan diri anak sejak dini.
Dengan membekali anak kemampuan untuk berkata “tidak”, mengenali emosi, dan menghargai dirinya sendiri, kita membantu mereka tumbuh sebagai pribadi yang kuat, mandiri, dan mampu menjalin hubungan sosial yang sehat.
Jadi, mulailah dari sekarang. Lindungi anak Anda dari kebiasaan pleasing yang berlebihan, dan bantu mereka tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

