TKD Dipangkas, Kemendagri Beberkan Cara Tingkatkan Pendapatan Daerah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 21 Okt 2025
- visibility 90

Foto: Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD 2026, di Gedung Merah Putih Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (20/10/2025) (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan pendapatan daerah. Harapannya, ini bisa jadi solusi di daerah yang mengalami kebijakan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat.
Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fathoni menyebutkan lima terobosan, seperti optimasilasi sumber pendapatan yang ada, seperti pajak restoran dan hotel.
Selain itu, ia mendorong Pemda bisa menambah sumber-sumber pendapatan daerah lainnya, sekaligus melibatkan para ahli guna peningkatan kapasitas SDM.
“Sebagaimana yang sedang kita laksanakan saat ini, dalam rangka peningkatan kapasitas SDM. Kegiatannya bisa dilaksanakan secara virtual, sehingga lebih banyak daerah yang dilibatkan,” kata Agus, saat Sosialisasi Pedoman Penyusunan APBD 2026, di Gedung Merah Putih Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (20/10/2025) kemarin.
Selanjutnya, melakukan pengawasan dan evaluasi anggaran secara digital. Hal ini penting karena teknologi digital memungkinkan data tersaji secara real time, sehingga mengurangi potensi penyelewengan dan kebocoran anggaran. Terakhir, inovasi pelayanan agar lebih maksimal.
Pihaknya juga menyebutkan alternatif lainnya dalam meningkatkan pendapatan daerah, yakni dengan pemanfaatan aset daerah, optimalisasi kinerja BUMD dan BLUD, serta mengajak kerja sama pihak swasta dan memanfaatkan CSR.
Agus juga mengingatkan untuk memperbarui data yang akan menjadi sebagai dasar penentuan dana TKD. Pihaknya mengimbau daerah lebih memperhatikan sarana prasarana fisik, sehingga jika ditemukan kerusakan, segera dilakukan update.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno turut berpendapat bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) saat ini sedang berfokus mengoptimalkan potensi daerah masing-masing. Potensi daerah yang dikelola dengan baik akan memengaruhi pendapatan daerah.
“Pertemuan ini adalah momen untuk berdiskusi dan tindak lanjut, bagaimana mengoptimalkan potensi yang ada dan mencapai kinerja yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.
Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki skala prioritas untuk 2026, yakni meneguhkan posisi sebagai lumbung pangan nasional. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

