Ada Potensi Kerja Sama dengan Pakistan, Mulai dari Kopi Hingga Pendidikan Dokter
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 1 Nov 2025
- visibility 71

Foto: Ahmad Luthfi dengan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri (sumber: Pemprov jateng)
Kabarjatengterkini.com – Jawa Tengah terbuka bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya. Tak terkecuali Pakistan yang melihat potensi sektor pertanian dan pendidikan di wilayah tengah Jawa.
Baru-baru ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kedatangan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri pada Jumat (31/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, Zahid Hafeez mengungkapkan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama dengan Pemprov Jateng.
“Pakistan dan Indonesia menikmati hubungan persaudaraan yang sangat baik. Ada niat baik dan cinta yang luar biasa untuk saudara-saudari Indonesia. Kami ingin meningkatkan kolaborasi dengan Indonesia secara umum, terutama dengan Jawa Tengah,” kata dia.
Ia menilai, Jawa Tengah memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kopi. Selain itu, sektor lainnya yang menarik perhatian adalah bidang pendidikan dan kesehatan.
“Saya telah melihat potensi ekonomi Jawa Tengah, dan kami telah menawarkannya kepada pemerintah (Pakistan),” jelasnya.
Sementara itu, dia turut menyatakan keinginannya mendirikan universitas Pakistan di Jawa Tengah yang mencakup pendidikan informasi dan teknologi (IT), ilmu kedokteran, serta beasiswa bagi masyarakat Jawa Tengah.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri juga mendukung adanya investasi di bidang kesehatan, seperti rumah sakit, pengadaan obat-obatan, dan paramedis lainnya.
“Kami dengan senang hati mendatangkan investasi ke Jawa Tengah, bahkan dapat membantu mendirikan universitas Pakistan di Jawa Tengah, perguruan tinggi kedokteran dan rumah sakit Pakistan di Jawa Tengah,” jelas Zahid.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik keinginan Duta Besar Pakistan tersebut. Adapun beberapa poin yang menurutnya menarik untuk dijajaki bersama adalah kerja sama terkait kopi dan pendidikan kedokteran.
“Beliau sangat tertarik dengan Jawa Tengah. Terima kasih duta besar Pakistan sudah menyempatkan waktu datang ke tempat kita,” katanya.
Selain ingin mengimpor kopi ke negaranya, Pakistan juga berencana bekerja sama langsung dengan petani kopi di Jawa Tengah, bahkan sudah mulai menyiapkan lahan untuk perkebunan kopi.
Selain itu, pihaknya juga menyarankan kerja sama dengan universitas untuk pendidikan dokter, khususnya beasiswa dokter spesialis.
“Bagus sekali kalau ada beasiswa untuk dokter yang mau belajar spesialis di Pakistan,” pungkas Luthfi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

