Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan “Gemar Makan Ikan” dengan Upaya Berikut
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 64

Foto: Pemprov Jateng Gencarkan Gerakan “Gemar Makan Ikan” dengan Upaya Berikut (Sumber: Pemprov jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencarkan program “Gemarikan” atau “Gemar Makan Ikan” di tengah masyarakat. Pasalnya, ikan merupakan salah satu makanan sumber protein yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi terus mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai salah satu sumber pangan utama. Menurutnya, tak hanya sebagai upaya menciptakan generasi yang cerdas, program ini turut berdampak pada peningkatan ekonomi nelayan.
“Mengonsumsi ikan bukan hanya menciptakan generasi sehat dan cerdas, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan Jawa Tengah,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Endi Faiz Effendi menjelaskan bahwa ikan merupakan alternatif makanan sehat dan murah. Gerakan “Gemar Makan Ikan” juga bertujuan untuk menghapus stigma negatif terhadap konsumsi ikan.
“Justru ikan adalah alternatif sumber protein bagi masyarakat. Jika harga daging, ayam, atau telur sedang tinggi, ikan seharusnya bisa menjadi pilihan,” ungkapnya melalui sambungan telepon.
Adapun upaya Pemprov Jateng dalam menggaungkan gerakan ini dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya, sarana prasarana usaha masyarakat pesisir, pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan, pendampingan sertifikat kelayakan pengolahan (SKP), serta rekomendasi uji SNI.
Pihaknya juga mendorong diversifikasi produk perikanan, promosi lewat e-commerce, serta sosialisasi peraturan perundangan bagi pelaku usaha perikanan.
“Pak Gubernur juga menunjukkan keberpihakan terhadap nelayan dan produk ikan, antara lain dengan rehabilitasi breakwater, pengerukan di muara sungai dan di depan dermaga, serta perbaikan dermaga pelabuhan dengan total anggaran Rp60 miliar pada 2025,” tuturnya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan asuransi kepada nelayan berpenghasilan kecil, serta akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dikelola BUMD, untuk memudahkan nelayan mendapatkan bahan bakar bersubsidi.
“Di samping itu, juga diberikan asuransi kepada nelayan kecil. Tahun ini kuotanya sekitar 15 ribu. Jika meninggal, menerima klaim Rp120 juta, cacat permanen maksimal Rp60 juta, dan biaya pengobatan maksimal Rp12 juta,” pungkas Endi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

