Usulan Kiai Soleh Darat Jadi Pahlawan Nasional, Pemkot Semarang Kumpulkan Arsip dan Dokumen
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025
- visibility 62

Foto: Wakil wali kota Semarang, Iswar Aminuddin (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kiai Haji Muhammad Sholeh bin Umar as-Samarani atau K.H. Sholeh Darat diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Untuk memperkuat usulan ini, Pemkot Semarang menggelar seminar internasional pada Selasa (11/11/2025).
Seminar yang digelar di Ballroom Rama Shinta, Patra Semarang Hotel & Convention, tersebut membawa tema “The Legacy of K.H. Sholeh Darat for Indonesian Independence as the Basis for Proposal of the National Hero Title”.
Hadir dalam agenda ini Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Ia menyampaikan bahwa K.H. Sholeh Darat telah berperan besar dalam membawa pemikiran nasionalisme dan perkembangan intelektualisme Islam.
Maka, untuk menghargai jasa-jasanya, pihaknya mengusulkan K.H. Sholeh Darat agar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sebagai langkah utama, berbagai arsip dan dokumen pendukung lainnya akan dikumpulkan dan dikaji lebih dalam untuk memperkuat usulan tersebut.
“Pemerintah Kota Semarang bersama masyarakat dan Nahdlatul Ulama terus berjuang mengumpulkan arsip dan dokumen pendukung untuk memperkuat pengusulan beliau sebagai Pahlawan Nasional,” kata Iswar
Seminar ini juga melibatkan sejumlah pihak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Adapun pihak-pihak tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ahli dari Arsip Nasional RI, ulama, hingga akademisi.
Di antaranya, Kepala Arsip Nasional RI (ANRI) Mego Pinandito, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, Ketua BAZNAS Jawa Tengah, unsur Forkopimda Kota Semarang, serta para akademisi dan ulama dari berbagai daerah.
Sementara, dari luar negeri, hadir narasumber, Dr. Suryadi, M.A. dari Leiden University, Belanda, Prof. Dr. Mohd. Roslan Bin Mohd. Nor dari Universiti Malaya, Malaysia dan Prof. Dr. Khairudin Al Juned dari National University of Singapore, Singapura.
Kepala Arsip Nasional RI, Mego Pinandito, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Semarang. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan oleh Kiai Sholeh Darat bukan dengan mengangkat senjata, namun pena dan tulisan untuk menggugah kesadaran bangsa.
“Kalau dulu Pangeran Diponegoro berjuang dengan senjata, maka Kiai Sholeh Darat berjuang dengan ilmu, naskah, dan tulisan. Itulah jihad intelektual yang membangun kesadaran bangsa,” ujarnya.
Terkait usulan tersebut, pihaknya mengajak masyarakat menyerahkan naskah, kitab, maupun arsip asli karya K.H. Sholeh Darat agar dapat direstorasi dan didigitalisasi oleh ANRI. Nantinya, karya-karya yang telah digitalisasi juga dapat diakses secara publik. (Adv)
- Penulis: Anisya Gusti

