TKI Asal Temanggung Jadi Korban Perdagangan Orang di Malaysia, Gubernur Jateng: Sedang Diupayakan Pemulangannya
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 27 Nov 2025
- visibility 45

Foto: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (Sumber: Pemprov Jateng)
Temanggung, Kabarjatengterkini.com – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, dikabarkan hilang setelah berangkat kerja ke Malaysia 20 tahun lalu. Ia disebut jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sana.
Atas hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) langsung melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia untuk Malaysia guna memastikan kondisi TKI asal Temanggung bernama Seni tersebut.
“Saya sudah komunikasi dan koordinasi dengan Dubes. Saya cek, pendampingan hukum sudah diberikan untuk Bu Seni. Sekarang dalam perlindungan Kedutaan,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi baru-baru ini.
Ia pun telah memastikan kepada keluarga bahwa yang bersangkutan dalam kondisi aman dan sehat, serta masih dalam pengawasan kedutaan. Nantinya, Pemprov Jateng dengan pihak terkait bakal berupaya memulangkan TKI tersebut.
“Pemprov Jawa Tengah akan mengupayakan pemulangannya secara cepat, berikut berkoordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” jelas dia.
Sementara itu, Dubes Indonesia untuk Malaysia, Indra Hermono mengatakan bahwa saat ini Seni masih dalam pemeriksaan Kepolisian Diraja Malaysia. Proses hukum penyidikannya juga masih berlangsung.
“Saya pastikan Bu Seni kondisinya sehat dan aman. Hanya saja, proses hukum penyidikan Polisi Malaysia ini harus dilalui, sehingga pihak keluarga dimohon bersabar,” ujar Indra.
Sebelumnya, Seni berangkat ke Malaysia pada tahun 2004 dan meninggalkan kampung halamannya Dusun Letih. Selama enam bulan di negara tetangga, komunikasi dengan keluarga berlangsung lancar, namun setelah itu tiba-tiba terputus.
Seni juga sempat mengatakan bahwa dirinya bekerja tak digaji, bahkan sering dianiaya majikannya. Hingga, dua pekan lalu kepolisian mengungkap adanya kasus perdagangan orang, dan diketahui salah satu korbannya adalah Seni. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

