Usai 10 Hari Pencarian, Diduga Jenazah Pelatih Valencia Ditemukan
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- visibility 38

Kabarjatengterkini.com- Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Korban merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang diduga kuat bernama Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola Valencia B.
Penemuan ini dilakukan pada hari ke-10 operasi pencarian, setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran intensif di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (4/12/2025).
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian terhadap tiga WNA asal Spanyol yang masih dinyatakan hilang. Pencarian memasuki hari ke-10 dengan metode penyisiran pulau-pulau terdekat, penurunan sonar, serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai,” ujar Fathur Rahman.
Korban ditemukan pada pukul 08.47 WITA oleh Tim Rigid Inflatable Boat (RIB) KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT. Jenazah ditemukan pada koordinat 8°36’32.58″ Lintang Selatan dan 119°36’32.22″ Bujur Timur, dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal tenggelam (LKK).
Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa. Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
“Korban akan menjalani proses identifikasi guna memastikan identitas secara resmi, termasuk pencocokan data antemortem dan postmortem,” jelas Fathur Rahman.
Operasi pencarian hari ke-10 ini menjadi titik terang setelah beberapa hari sebelumnya tim menghadapi kendala cuaca dan arus laut yang cukup kuat di sekitar perairan Labuan Bajo. Meski demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan pencarian secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga relawan setempat.
Sebelumnya, kapal wisata semi pinisi KM Putri Sakinah dilaporkan mengalami kecelakaan laut saat berlayar di perairan Labuan Bajo. Kapal tersebut mengangkut 11 orang, yang terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda.
Pada hari kejadian, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam kondisi selamat. Mereka terdiri atas empat ABK termasuk nakhoda, dua wisatawan asing, dan satu pemandu wisata. Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kondisi laut yang cukup menantang saat itu.
Namun, tidak semua penumpang berhasil diselamatkan. Tim SAR Gabungan kemudian menemukan satu korban meninggal dunia pada Senin (29/12/2025), beberapa hari setelah insiden tenggelamnya kapal. Dengan penemuan terbaru ini, jumlah korban yang ditemukan bertambah, meski masih ada korban lain yang belum ditemukan.
Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah kembali menyoroti aspek keselamatan wisata bahari di Labuan Bajo, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi super prioritas nasional. Banyak pihak mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kapal wisata, kelayakan armada, serta pengawasan operasional di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan menyatakan operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan dan kondisi cuaca. Pihak berwenang juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Spanyol untuk penanganan lebih lanjut terhadap para korban dan keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata laut yang memiliki arus dan kondisi alam yang dinamis seperti perairan Labuan Bajo.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

