Viral Kabar Kandang Babi di Sragen Diminta Tutup karena Berdekatan dengan SPPG
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- visibility 35

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Sragen, Kabarjatengterkini.com – Viral kabar sebuah peternakan babi di Sragen dipaksa tutup karena berada di samping salah satu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Padahal, peternakan tersebut sudah berdiri selama puluhan tahun.
Menurut informasi, SPPG dan peternakan sama-sama berlokasi di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Sedangkan, menurut aturan Badan Gizi Nasional (BGN), lokasi SPPG harus berjauhan dengan peternakan hewan.
Hal ini sesuai dengan keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia tentang Pedoman Verifikasi Calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Penempatan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) harus jauh dari peternakan hewan.
Saat ini, SPPG masih dalam proses penataan dan belum beroperasi. Sementara, menurut pengakuan pemilik peternakan, usahannya tersebut sudah berdiri sejak 50 tahun lalu dan merupakan warisan turun-temurun dari keluarga.
“Usaha sudah 50 tahun, selama ini nggak ada persoalan dengan warga. Kandang turun-menurun, warisan dari bapak. Bapak saya itu, saya belum lahir sudah ternak babi. Saya ngelanjutinnya sekitar tahun 2000-an,” kata Angga Wiyana Mahardika (44), Selasa (6/1/2026), dikutip Detik.
Sementara itu, lahan yang dibangun untuk SPPG atau dapur MBG tersebut sebelumnya merupakan kepemilikan kakaknya, lalu dijual. Kemudian, pembangunan SPPG baru dilakukan pada tahun 2025.
“Nggak tahu (mau dibangun dapur MBG). Itu dulu rumah kakak saya nomor satu, warisan dari bapak. Dibeli oleh pihak MBG, nggak ada konfirmasi, nggak kulonuwun (pemberitahuan) ke saya, ngerti-ngerti kok mau menjatuhkan saya,” ujarnya.
Terkait kabar tentang kandang babinya ditutup, ia mengaku mendapatkan informasi dari ketua RT setempat.
“Bilangnya bukan ke saya, malah saya tahu dari RT saya. Itu dia itu bawa surat, minta tanda tangan RT sama tok RT, bahkan ditanya sama RT saya, ‘ni mau buat apa, Pak?’. Katanya Ini mau buat menutup kandang babinya Mas Angga,” terang dia.
Sementara itu, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungbanteng, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen turut mengklarifikasi. Pihaknya membantah terkait permintaan penutupan kandang babi.
“Sama sekali tidak ada (minta kandang pindah). Kita sudah dua kali kulonuwun sebelum membangun itu, kita sudah sempat sowan juga. Sebelum bangunan rumah lama dibongkar untuk SPPG, kita sudah kulonuwun. Sebelum mulai bongkar, kita sudah permisi,” kata PIC SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

