Aksi Bullying PPDS Unsri Jadi Sorotan Kemenkes RI: Bukan Terjadi Pertama Kalinya
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- visibility 24

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Dugaan perundungan (bullying) di program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Sriwijaya (Unsri) jadi sorotan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Sebelumnya, heboh mahasiswa kedokteran Unsri diminta seniornya untuk membiayai keperluan pribadi dan gaya hidup mewah hingga nilainya miliaran rupiah. Akibat perlakuan tersebut, korban dilaporkan mengalami tekanan mental dan keluar dari PPDS.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa kejadian tersebut tidak sekali terjadi. Maka dari itu, ia meminta instansi segera menindak tegas pihak-pihak yang terlibat aksi perundungan di program tersebut.
“Ini terjadi bukan yang pertama kalinya. Yang kemarin di UNDIP juga seperti itu. Dan kita sudah sama Kementerian Dikti (pendidikan tinggi) sudah keras bilang bahwa ini jangan terjadi. Terjadi lagi kan ini yang di Palembang,” kata Menkes, Rabu (14/1/2026), dikutip Detik.
Lebih lanjut, prodi PPDS akan dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan melakukan perbaikan. Sedangkan, para pelaku akan dikenai sanksi administratif, berupa surat peringatan (SP) dan penundaan wisuda.
“Jadi sama prosedurnya kita adalah karena ini sudah sistemik terjadi, kita hentikan dulu prodinya. Kita minta bahwa diperbaiki agar ini tidak terjadi lagi,” terang Budi.
“Terusnya, ya harus ada komitmen dari fakultas kedokterannya dan rumah sakitnya untuk memastikan praktik-praktik ini nggak terjadi,” lanjut dia.
Diketahui, perundungan terjadi setelah salah satu junior diminta untuk membiayai keperluan pribadi dan gaya hidup mewah senior, mulai dari tiket konser, skincare, antar jemput senior, membelikan bensin, dan sebagainya.
“Nggak proper lah, dan itu bisa miliaran per tahun,” ungkap Menkes. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

