Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KPK Ungkap Keterlibatan Tim Sukses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

KPK Ungkap Keterlibatan Tim Sukses Bupati Pati Sudewo dalam Dugaan Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
  • visibility 156

Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan mengungkap dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo, beserta tim suksesnya.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 berhasil mengamankan Sudewo, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga menyeret beberapa anggota tim suksesnya, menyoroti dugaan praktik korupsi yang diduga telah berlangsung sistematis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa dari delapan anggota tim sukses yang teridentifikasi, dua di antaranya resmi menjadi tersangka.

Kedua tersangka itu adalah Abdul Suyono (YON), Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, serta Sumarjiono (JION), Kepala Desa Arumanis, Kecamatan Jaken. Asep menambahkan, Sumarjiono diketahui berperan mengoordinasikan pengumpulan dana dari para kepala desa di wilayahnya.

“Hingga 18 Januari 2026, JION tercatat telah mengumpulkan dana kurang lebih sebesar Rp2,6 miliar yang berasal dari delapan kepala desa di Kecamatan Jaken,” jelas Asep saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Dana tersebut diduga diperoleh dari pemerasan terhadap calon perangkat desa yang ingin mendaftar pada jabatan tertentu di masing-masing desa.

Sementara itu, enam anggota tim sukses Sudewo lainnya tidak ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah: SIS, Kepala Desa Karangrowo, Kecamatan Juwana; SUD, Kepala Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo; IM, Kepala Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal; YY, Kepala Desa Tambaksari, Kecamatan Pati Kota; PRA, Kepala Desa Sumampir, Kecamatan Pati Kota; dan AG, Kepala Desa Slungkep, Kecamatan Kayen. Meskipun tidak ditetapkan sebagai tersangka, KPK terus memantau peran mereka dalam kasus ini untuk memastikan seluruh jaringan pemerasan dapat diungkap secara menyeluruh.

OTT yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 merupakan bagian dari strategi lembaga anti-korupsi untuk menindaklanjuti laporan adanya dugaan pemerasan dan praktik jual beli jabatan perangkat desa yang sistematis. Sehari setelah operasi tersebut, KPK secara resmi menyampaikan bahwa tindakan penangkapan itu terkait dengan dugaan pemerasan dalam proses pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Pada 20 Januari 2026, KPK mengumumkan empat tersangka resmi dalam kasus ini. Selain Bupati Pati Sudewo (SDW), tersangka lainnya adalah Abdul Suyono (YON), Sumarjiono (JION), dan Karjan (JAN), Kepala Desa Sukorukun, Kecamatan Jaken. Penetapan ini menunjukkan adanya dugaan praktik korupsi yang terstruktur dan melibatkan pejabat serta aparat desa, sehingga menyasar calon perangkat desa yang ingin meniti karier di pemerintahan desa.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik karena praktik pemerasan jabatan perangkat desa berdampak langsung pada masyarakat yang bergantung pada pemerintahan desa untuk pelayanan publik. KPK menekankan bahwa tindakan tegas ini merupakan langkah penting untuk memutus mata rantai korupsi di tingkat desa dan memastikan bahwa jabatan publik tidak dijadikan alat untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Selain kasus pemerasan jabatan perangkat desa, Bupati Sudewo juga tengah menjadi tersangka dalam perkara lain, yakni dugaan suap terkait pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Hal ini menunjukkan adanya indikasi keterlibatan Sudewo dalam praktik korupsi di berbagai sektor pemerintahan.

Praktik pemerasan jabatan perangkat desa yang terjadi di Kabupaten Pati menimbulkan kerugian tidak hanya secara finansial bagi para calon perangkat desa, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah lokal. Tarif pemerasan yang dipatok mencapai ratusan juta rupiah per calon, dan kegiatan ini diduga berlangsung secara sistematis melalui tim sukses Bupati yang berperan sebagai “mesin” pemerasan.

KPK menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan kasus ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pejabat atau pihak lain yang belum terungkap. Dalam konferensi persnya, Asep Guntur Rahayu menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan di tingkat kabupaten, agar praktik korupsi tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pejabat daerah di seluruh Indonesia, bahwa KPK akan menindak tegas segala bentuk korupsi, termasuk pemerasan jabatan di tingkat desa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, integritas, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, serta mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

Dengan adanya OTT dan penetapan tersangka ini, KPK menunjukkan komitmennya untuk memerangi korupsi dari tingkat pusat hingga desa, sekaligus memberikan efek jera bagi pejabat publik yang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • rembang

    BKD Rembang Sebut Ada Tiga Bidang di Lingkungan Pemkab yang Bisa Diisi Melalui Outsourcing

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang menyebut terdapat tiga bidang di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) yang bisa dilakukan pengisian melalui mekanisme tenaga ahli daya atau outsourcing. Tiga bidang itu di antaranya tenaga driver, petugas keamanan dan petugas kebersihan. Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Kabupaten Rembang, Miftachul Ichwan menjelaskan, pengisian […]

  • bahan

    7 Bahan Alami untuk Mengobati Luka Bernanah, Cepat Kering dan Aman!

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Luka bernanah seringkali menjadi masalah serius jika tidak ditangani dengan baik. Luka jenis ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang membuat area luka menjadi merah, bengkak, dan mengeluarkan nanah. Jika dibiarkan, luka bisa memburuk dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut. Namun, tak selalu harus bergantung pada obat kimia, karena ternyata ada banyak bahan alami untuk […]

  • terong panggang

    Resep Terong Panggang Saus Tahini: Lezat, Sehat, dan Mudah Dibuat di Rumah

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Terong merupakan salah satu bahan makanan yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket. Dengan teksturnya yang lembut dan rasa netral, terong bisa diolah menjadi berbagai hidangan menggugah selera. Salah satu resep yang sedang populer dan kaya manfaat adalah terong panggang saus tahini. Bukan hanya lezat, resep terong panggang ini juga cocok […]

  • Walkot Agustina Ingin Semarang Jadi Kota yang Terbuka bagi Industi Perfilman

    Walkot Agustina Ingin Semarang Jadi Kota yang Terbuka bagi Industri Perfilman

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kota Semarang menjadi daerah yang terbuka bagi para insan di industri kreatif, termasuk perfilman. Salah satunya, melalui gelaran nonton bareng atau ‘nobar’ film dalam rangka mendukung karya sineas lokal maupun nasional. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ingin memberikan ruang yang nyaman bagi insan perfilman untuk berkarya dan […]

  • Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    Tentang Usulan Gerbong Wanita di Tengah dan Laki-laki di Ujung, KAI: Prioritas Keselamatan Tidak Memandang Gender

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, tentang gerbong khusus wanita dipindah ke bagian tengah kereta, sedangkan laki-laki di ujung rangkaian. Usulan tersebut muncul usai peristiwa kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang menewaskan 15 penumpang. Menurutnya, penyebab seluruh korban berjenis kelamin wanita karena gerbong khusus perempuan […]

  • tni

    Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Markas Besar (Mabes) TNI resmi menyampaikan bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak lagi dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat […]

expand_less