Indonesia Masih Perlu Sekitar 1.165 Dokter Spesialis Jantung dan Kanker
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026
- visibility 18

Foto: Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin (Tengah) (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabrjatengterkini.com – Jumlah dokter spesialis di tanah air dinilai masih minim. Setidaknya, Indonesia masih memerlukan sekitar 1.165 dokter spesialis, khususnya ahli penyakit jantung dan stroke, serta kanker.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini. Keberadaan dokter spesialis ini dianggap sangat krusial, mengingat banyaknya pasien meninggal dunia akibat kurangnya penanganan terhadap penyakit kronis tersebut.
“Antrean untuk layanan prima bagi penderita jantung dan stroke, masih sangat panjang di rumah sakit. Sedangkan golden period (waktu krusial) untuk jantung dan stroke hanya hitungan jam. Kalau layanan hanya ada di rumah sakit besar, tentu kasihan pasiennya,” jelas Budi.
Saat ini, pemerintah RI masih berupaya untuk menambah jumlah dokter spesialis di daerah. Kemenkes mulai bekerja sama dengan perguruan tinggi dan rumah sakit melalui program pendidikan dokter spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).
Lewat program ini, dokter spesialis akan ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit daerah lainnya guna pemerataan layanan kesehatan. Adapun target pemenuhan dokter spesialis ini diharapkan tercapai dalam waktu 5-10 tahun atau kurang dari itu.
“Para dokter itu, nanti akan ditempatkan ke rumah sakit yang belum punya dokter spesialis,” katanya.
Selain itu, untuk mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan mengoptimalkan program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Selama tahun 2025, program tersebut terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini.
“Mudah-mudahan ini menjadi bahan evaluasi kita semua, agar program kesehatan di Jawa Tengah tahun 2026 akan lebih baik lagi,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

