Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 10

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Terjadi aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, Kedungwuni, Pekalongan pada Sabtu (14/2/2026) malam. Aksi tersebut disebut menargetkan suami Anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, Amat Muzakhim (55) atau Boim.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus dan saat ini masih melakukan penyelidikan. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan proyektil logam berwarna perak 1 cm di garasi.
“Ya, ada laporan itu, semalam langsung kita ke lokasi kejadian dan olah TKP,” kata Rachmad, dikutip CNN Indonesia.
Berdasarkan keterangan Boim, aksi tersebut terjadi sekitar pukul 21.10 WIB di rumahnya. Saat itu, korban sedang duduk di teras, kemudian muncul motor matic yang memasuki halaman rumah. Awalnya, ia mengira pelaku adalah kurir pengantar paket.
Pengendara sepeda motor tersebut kemudian mengarahkan tembakan ke korban dari jarak sekitar 10 meter. Beruntung, arah tembakan tersebut meleset, sehingga hanya mengenai bagian rumahnya saja. Setelah itu, pelaku langsung kabur menggunakan motor.
“Dia putar balik di depan rumah, lalu nengok ke arah saya sambil menembak sekali,” tutur Boim, Minggu (15/2/2026).
“Ya (tembakan) mengarah ke saya. Mengarah ya, tapi goyang, meleset, mengenai rumah. Berjarak sekitar 10 meter,” lanjut dia.
Menurut Boim, pelaku memiliki ciri-ciri tinggi 170 cm. Namun, wajahnya tertutup helm dan masker, serta pelat nomor motor pelaku juga ditutup. Ia mengatakan tidak memiliki konflik dengan orang lain, namun saat ini dia sedang mendampingi kasus penculikan pedagang martabak.
“Saya saat ini belum banyak kegiatan. Kalau yang lagi fokus, ya saya masih mendampingi peristiwa penculikan yang masih berjalan di Polda, yang sudah ada tersangkanya. Saya masih fokus itu saja,” ucap Boim.
“Penculikan pedagang martabak itu. Penculikan itu kalau saya cermati, ya itu salah tangkap, salah informasi pas saat Pilkada,” katanya lagi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

