KA Bangunkarta Anjlok di Stasiun Bumiayu: Jalur Selatan Lumpuh, KAI Evakuasi Penumpang dengan Bus
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sel, 7 Apr 2026
- visibility 15

Kabarjatengterkini.com– Kabar mengejutkan datang dari dunia transportasi kereta api tanah air. Kereta Api (KA) Bangunkarta dengan relasi Jombang – Pasarsenen dilaporkan mengalami insiden anjlok di emplasemen Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin sore (6/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan kepanikan luar biasa di kalangan penumpang dan mengakibatkan lumpuhnya jalur utama lintas selatan Jawa.
Kronologi Kejadian KA Bangunkarta Anjlok
Insiden ini terjadi tepat pada pukul 14.15 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, rangkaian KA Bangunkarta mengalami anjlok di KM 312+1, tepatnya pada posisi wesel 21A dan 21B di wilayah Stasiun Bumiayu. Begitu kereta terhenti secara mendadak akibat keluar rel, sejumlah penumpang yang berada di dalam gerbong dilaporkan panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa gangguan ini berdampak signifikan terhadap jadwal perjalanan kereta api di lintas tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh seluruh pelanggan KA Bangunkarta. Saat ini, fokus utama kami adalah keselamatan penumpang dan percepatan evakuasi,” ujar As’ad dalam keterangan resminya.
Langkah Tanggap Darurat dan Proses Evakuasi
Sesaat setelah menerima laporan mengenai anjloknya KA Bangunkarta, tim tanggap darurat dari KAI Daop 5 Purwokerto langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk tim teknis sarana dan prasarana, terus diperkuat guna memulihkan kondisi jalur.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berupaya keras mengevakuasi rangkaian gerbong yang keluar dari rel. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi mengingat posisi anjlokan berada di area wesel yang krusial bagi pengaturan jalur kereta.
“Petugas KAI bersama tim ahli telah berada di lapangan untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan aman. Kami berupaya meminimalkan dampak keterlambatan bagi perjalanan kereta api lainnya,” tambah As’ad.
Dampak Perjalanan: Jalur Hulu dan Hilir Lumpuh
Akibat posisi anjlokan yang menutup akses utama, petak jalan di Stasiun Bumiayu untuk sementara waktu sama sekali tidak dapat dilalui, baik oleh kereta yang datang dari arah hulu maupun hilir. Kondisi ini menyebabkan tumpukan jadwal perjalanan kereta api jarak jauh, terutama rangkaian yang melewati jalur selatan via Purwokerto.
Sebagai langkah antisipasi agar operasional kereta tidak terhenti total, PT KAI memberlakukan rekayasa pola operasi memutar. Kereta-kereta yang seharusnya melintasi jalur Bumiayu dialihkan melalui jalur utara atau rute alternatif lainnya guna menghindari penumpukan di lokasi kejadian.
Kompensasi dan Layanan Bus untuk Penumpang
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 5 Purwokerto mengambil langkah cepat untuk memobilisasi penumpang yang terdampak. Sebanyak 10 unit bus dikerahkan ke Stasiun Bumiayu guna mengevakuasi para penumpang KA Bangunkarta menuju stasiun tujuan masing-masing atau stasiun penyambung.
“Kami menyiapkan armada bus untuk memastikan penumpang tetap bisa melanjutkan perjalanan hingga ke kota tujuan. Pelayanan ini merupakan bagian dari standar kompensasi dan komitmen keselamatan kami,” tegas As’ad.
KAI juga menghimbau kepada para calon penumpang kereta api lainnya yang terdampak keterlambatan untuk tetap tenang dan selalu mengikuti instruksi petugas di lapangan. Informasi pembaruan mengenai keberangkatan dan kedatangan kereta akan disampaikan secara berkala melalui pengeras suara di stasiun maupun kanal resmi perusahaan.
Investigasi Penyebab Anjlokan
Terkait penyebab pasti anjloknya KA Bangunkarta, pihak KAI Daop 5 Purwokerto belum bisa memberikan kesimpulan dini. Investigasi mendalam saat ini tengah dilakukan oleh tim internal bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memeriksa kondisi rel, wesel, maupun sarana kereta itu sendiri.
“Penyebab anjlok masih dalam penyelidikan. Kami akan menyampaikan informasi lebih mendalam setelah proses evakuasi dan investigasi di lapangan selesai sepenuhnya,” jelasnya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya perawatan infrastruktur secara berkala. KAI memastikan akan memaksimalkan seluruh sumber daya agar jalur dapat normal kembali secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan (safety first).
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai status perjalanan kereta, dapat menghubungi Customer Service KAI di stasiun, melalui aplikasi Access by KAI, atau menghubungi Contact Center 121.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

