3 Desa di Rembang Terdampak Rob, BPWS Siapkan Tanggul Laut Permanen
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 13

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Rembang, Kabarjatengterkini.com – Sejumlah wilayah pesisir Rembang dilanda banjir rob akibat laut pasang yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Genangan air yang masuk ke rumah warga setempat diperkirakan bisa berlangsung selama berminggu-minggu.
Rob tersebut sudah berlangsung sejak Sabtu (6/6/2026) di tiga wilayah, termasuk Desa Pantiharjo, Kecamatan Kaliori, hingga Desa Sumurtawang dan Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan.
Terkait kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bakal melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat. Selanjutnya, dilakukan pemetaan untuk penanganan tanggul laut oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) guna mencegah rob terjadi lagi.
“BPBD sudah melakukan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa, serta instansi terkait. Dari BPWS Pusat direncanakan akan dilakukan pemetaan untuk penanganan tanggul laut permanen,” terang Pelaksana Tugas Kepala BPBD Rembang, M Lutfi Hakim, Senin (8/6/2026), dikutip Detik.
Menurut informasi, rob menggenangi permukiman dan jalan Desa Pantiharjo sepanjang sekitar 150 meter dengan ketinggian 20-30 sentimeter. Apalagi, kawasan tersebut memiliki permukaan tanah yang rendah dan berada dekat sungai.
Selain itu, banjir serupa di Desa Sumurtawang menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp40 juta. Sedangkan, abrasi di Desa Pandangan Kulon dilaporkan semakin mendekati kawasan permukiman warga.
Pada Senin (8/6/2026), genangan air di sejumlah titik sudah mulai surut dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal. Meski demikian, pihaknya mengimbau untuk mengurangi aktivitas di laut karena gelombang laut masih relatif tinggi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

