2 Bulan Pengajuan, BTT Rp250 Juta untuk Penanganan Krisis Air Bersih Masih Tertahan di Inspektorat
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 5

Foto: dropping air bersih ke masyarakat (Sumber: kabarjatengterkini.com)
Pati, Kabarjatengterkini.com – Belanja tak terduga (BTT) senilai Rp250 juta untuk penanganan krisis air bersih belum cair karena masih di tahap review Inspektorat Pati. Padahal, proses pengajuannya sudah dilakukan sejak dua bulan lalu.
“Saat ini tahapan kita baru di review Inspektorat. Proses review masih jalan,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, Senin (12/10/2026) siang.
Proses pengajuan BTT diketahui sudah dilakukan pada tanggal 7 Agustus 2026, sejak Pemkab Pati menetapkan status siaga darurat bencana. Meski demikian, pencairannya harus melewati serangkaian tahapan.
Tahapan diawali permohonan dari OPD teknis, yakni BPBD Pati, dengan mengajukan penanganan bantuan air bersih dan operasional posko terpadu. Setelah itu, Bupati memerintahkan Inspektorat untuk melaksanakan review terhadap usulan OPD.
“Kalau kami mengajukan permohonan BTT itu di tanggal 7 Agustus. Jadi kalau sampai sekarang prosesnya itu ya sudah berjalan dua bulan,” terang dia.
Sementara itu, sampai saat ini, penanganan kekeringan di Pati dilakukan dengan dropping air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut bersumber dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan dan donasi masyarakat.
“Andalan kita banyak tidak hanya BTT. termasuk dari CSR dunia Perbankan. Banyak donasi termasuk perbankan dan perusahaan,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

