Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
  • visibility 207

Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 400 lebih usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) telah dinyatakan bebas zat berbahaya, seperti formalin dan boraks, oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Kepala BBPOM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengatakan, ratusan produk tersebut telah diberikan Stiker Bebas Zat Berbahaya sebagai bentuk jaminan. Tak hanya itu, pihaknya juga telah menugaskan sekitar 600 kader keamanan pangan yang telah terbentuk untuk pengawasan.

“(Sebelum dapat stiker) makanan khas Semarang seperti mi kopyok, bakso, dan mi ayam dicek, apakah menggunakan bahan berbahaya, seperti formalin, methanyl yellow, dan Rhodamin-B. Begitu dicek negatif, dilakukan pengecekan ulang. Setelah itu baru diberikan stiker,” paparnya, Minggu (24/8/2025).

Tak berhenti di sini saja, BBPOM bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus menggencarkan edukasi kepada para pelaku usaha. Edukasi tersebut menekankan dampak negatif zat berbahaya untuk kesehatan, mulai dari kanker hingga penyakit degeneratif lainnya.

BBPOM juga melibatkan akademisi dalam upaya ini, misalnya dengan memberi contoh bahan yang aman untuk pembuatan produk makanan. Selain itu, pemasangan stiker bebas zat berbahaya pada produk UMKM juga penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

Adapun beberapa contoh produk UMKM di Jawa Tengah yang telah mendapatkan jaminan bebas zat berbahaya di antaranya terasi di Rembang bebas Rhodamin-B, warung nasi goreng dan mi Pak Mien Sentot di Semarang, serta lanting di Kebumen dan Purworejo. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangan Nasional Diklaim Aman di Tengah Konflik Global

    Pangan Nasional Diklaim Aman di Tengah Konflik Global

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kondisi ketahanan pangan nasional diklaim dalam posisi aman di tengah konflik geopolitik global. Pasalnya, produksi pangan diproyeksikan meningkat untuk tahun 2026 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa stok beras saat ini ada 4,7 juta ton. Serta, sejumlah komoditas lain juga disebut dalam kondisi mencukupi, meliputi Ikan, […]

  • KITB Jadi Penopang Perekonomian Warga, Serap Ribuan Tenaga Kerja

    KITB Jadi Penopang Perekonomian Warga, Serap Ribuan Tenaga Kerja

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) disebut telah menyerap tenaga kerja hingga 18.390 orang. Penyerapan tenaga kerja ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga setempat. “Selain itu, pertumbuhan ekonomi di kawasan industri ini terus meningkat sehingga mampu menjadi penopang perekonomian warga setempat,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Selasa (28/4/2026). Lebih lanjut, […]

  • LKPD Semarang 2025 Dapat Opini WTP, Walkot Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Baik

    LKPD Semarang 2025 Dapat Opini WTP, Walkot Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Baik

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menunjukkan tata kelola keuangan berjalan akuntabel dan transparan. Hal ini terbukti capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2025. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebutkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran yang senantiasa mengawal jalannya pemerintahan. Sehingga, tercipta sinergitas antar […]

  • Pemprov Jateng Pastikan Ketersediaan LPG Terpenuhi bagi Warga Terdampak Banjir Semarang

    Pemprov Jateng Pastikan Ketersediaan LPG Terpenuhi bagi Warga Terdampak Banjir Semarang

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Ketersediaan gas LPG bersubsidi bagi korban terdampak banjir di Kota Semarang diupayakan terpenuhi. Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan pihak terkait telah melakukan pengecekan dan dropping elpiji guna cegah kelangkaan. Adapun pihak-pihak tersebut di antaranya PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Dinas ESDM, dan Disperindag Jateng. Penyaluran empat ribu lebih […]

  • Bupati Rembang Sampaikan 4 Tujuan Pembangunan Daerah 2026 dalam Nota Keuangan RAPBD

    Bupati Rembang Sampaikan 4 Tujuan Pembangunan Daerah 2026 dalam Nota Keuangan RAPBD

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Aulia Anissa Putri
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Melalui penyampaian Pengantar Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026, Bupati Rembang, Harno menguraikan empat tujuan terkait pembangunan daerah tahun 2026. Empat tujuan tersebut, di antaranya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan pendapatan dan produktivitas masyarakat serta mewujudkan keamanan yang ditopang melalui pembangunan infrastruktur […]

  • bentrokan

    Bentrokan Warnai Pengajian Rizieq Syihab di Pemalang, 15 Orang Terluka

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Pemalang, Kabarjatengterkini.com – Bentrokan terjadi dalam acara pengajian yang menghadirkan penceramah Muhammad Rizieq Syihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/7) malam. Insiden itu melibatkan dua organisasi massa (ormas) Islam yakni Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persatuan Islam (FPI). Akibat bentrokan tersebut, sedikitnya 15 orang dilaporkan mengalami luka-luka. […]

expand_less