Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

Gen Z Nepal Pimpin Aksi Demo Usai Medsos Diblokir, 19 Tewas

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
  • visibility 163

Kabarjatengterkini.com, Kathmandu, Nepal – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Nepal setelah pemerintah memblokir sejumlah platform media sosial dan dianggap gagal menangani praktik korupsi yang semakin merajalela.

Aksi protes yang dipimpin oleh generasi muda, terutama Gen Z Nepal, berubah menjadi bentrokan berdarah yang menewaskan sedikitnya 19 orang dan menyebabkan ratusan lainnya terluka.

Demo yang berlangsung pada Senin (8/9) di Kathmandu ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang memblokir akses ke media sosial seperti TikTok, Facebook, dan Reddit.

Pemerintah menyatakan pemblokiran dilakukan karena platform tersebut gagal mendaftar secara resmi dan dianggap menjadi sarang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga penipuan online.

Namun, warga—terutama anak muda—melihatnya sebagai pembungkaman kebebasan berekspresi, terutama karena media sosial telah menjadi wadah utama mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap elit politik.

Gen Z Nepal Memimpin Perlawanan: Lawan Nepo Baby & Korupsi

Aksi demonstrasi ini menjadi unik karena dipimpin oleh anak muda, terutama Gen Z, yang selama ini aktif mengampanyekan isu sosial dan politik melalui media sosial.

Salah satu gerakan yang muncul adalah kampanye “Nepo Kids” atau “Nepo Babies”, sebuah istilah yang merujuk pada anak-anak pejabat yang hidup mewah karena dugaan hasil korupsi orang tua mereka.

Dilansir dari The Kathmandu Post, kampanye ini menjadi viral di TikTok dan Reddit, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan gaya hidup mewah anak-anak politisi, seperti mobil sport, pendidikan mahal di luar negeri, serta liburan ke destinasi eksklusif.

Semua itu kontras dengan kehidupan sebagian besar warga Nepal yang harus bekerja keras di luar negeri demi menyambung hidup.

Kami lelah melihat kekayaan yang berasal dari uang rakyat. Saat rakyat susah, anak pejabat pesta pora. Ini bukan hanya soal medsos, tapi soal keadilan,” ujar seorang demonstran muda di Kathmandu.

Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Peluru Karet

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan ketika ribuan demonstran mencoba menerobos barikade keamanan menuju gedung parlemen Nepal. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan peluru karet, yang akhirnya memicu kekacauan.

Otoritas keamanan setempat segera memberlakukan jam malam di area sekitar gedung parlemen. Namun, hal ini tak mampu meredam kemarahan massa. Mereka menuntut pencabutan larangan media sosial dan pemberantasan korupsi di semua lini pemerintahan.

Kantor Presiden dan Rumah PM Dibakar Massa

Situasi semakin memanas pada Selasa (9/9), ketika amuk massa menjalar ke titik-titik vital negara. Kantor Presiden Nepal, Sheeal Niwas, serta rumah pribadi Perdana Menteri K.P. Sharma Oli dibakar massa.

Menurut laporan The Himalayan Times, massa mengepung kediaman Oli di kawasan Balkot dan menuntut pertanggungjawaban atas kematian 19 demonstran. Tidak lama setelah pengepungan, rumah tersebut dilaporkan hangus terbakar. Di saat yang hampir bersamaan, kantor presiden juga dilaporkan terbakar akibat lemparan bom molotov.

Polisi terus mencoba membubarkan massa dengan kekuatan penuh, namun protes telah meluas ke kota-kota besar lainnya.

PM K.P. Sharma Oli Mundur, Pemerintah Cabut Blokir Medsos

Menghadapi tekanan publik yang semakin besar, Perdana Menteri K.P. Sharma Oli secara resmi mengundurkan diri pada Selasa malam (9/9). Dalam pernyataan singkatnya, Oli menyatakan bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi dan berharap pergantian kepemimpinan dapat meredakan situasi.

Tak lama setelah pengunduran diri Oli, pemerintah Nepal juga mencabut kebijakan pemblokiran media sosial, sebagai upaya meredam gelombang kemarahan publik.

Namun, pengunduran diri Oli tampaknya belum cukup. Banyak demonstran menyatakan bahwa ini bukan sekadar soal satu orang, tapi tentang sistem yang sarat korupsi.

Dunia Internasional Soroti Krisis Nepal

Organisasi HAM internasional, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, telah menyerukan investigasi mendalam terhadap penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat keamanan Nepal.

Negara-negara tetangga seperti India dan Tiongkok juga mulai memantau ketat perkembangan politik di Nepal, mengingat potensi ketidakstabilan kawasan yang bisa berdampak regional.

Dari Medsos ke Revolusi Jalanan

Demo besar di Nepal menandai babak baru dalam perlawanan rakyat terhadap korupsi dan penindasan digital. Dimotori oleh generasi muda yang cerdas secara digital dan berani menyuarakan kebenaran, protes ini menunjukkan bagaimana pemblokiran media sosial justru bisa memicu gelombang kemarahan sosial yang lebih besar.

Dengan mundurnya Perdana Menteri Oli dan kembalinya akses ke media sosial, pertanyaan terbesar kini adalah: Apakah perubahan nyata akan benar-benar terjadi di Nepal?

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku UMKM Kini Bisa Ajukan KUR Tanpa Agunan, Maksimal 100 Juta

    Pelaku UMKM Kini Bisa Ajukan KUR Tanpa Agunan, Maksimal 100 Juta

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Tengah bisa mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan. Program ini diharapkan bisa memberikan kemudahan pengusaha lokal dalam menambah modal. “Saya ingin tegaskan, pinjaman dari satu juta (rupiah) hingga seratus juta (rupah), tidak boleh diminta agunan,” kata Menteri Usaha Mikro, […]

  • pidana

    Pakar Hukum Pidana UMJ Desak Hukuman Maksimal bagi Pimpinan Ponpes Ndolo Kusumo Pati

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan pelecehan seksual yang menjerat pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo di Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, memicu reaksi keras dari kalangan akademisi. Pakar Hukum Pidana dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda, mendesak aparat penegak hukum untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi pidana terberat kepada pelaku. Huda menilai, tindakan yang dilakukan oleh oknum pimpinan […]

  • puan

    Puan Maharani Temui Buruh, Tuntutan UMP 2026 Naik hingga 10% Disuarakan

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menerima perwakilan massa buruh yang menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin (22/9/2025). Aksi ini dilakukan oleh berbagai elemen serikat pekerja yang menyuarakan sejumlah tuntutan, termasuk kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 dan penguatan supremasi sipil. Dalam pertemuan yang berlangsung di Auditorium Abdul Muis, Gedung Nusantara […]

  • Pemprov Percepat Penerbitan SLHS untuk SPPG Jateng: Bukan Berarti Diobral

    Pemprov Percepat Penerbitan SLHS untuk SPPG Jateng: Bukan Berarti Diobral

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 144
    • 0Komentar

        Kabarjatengterkini.com – Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah bakal dipercepat. Hal ini dilakukan demi melancarkan operasional seluruh SPPG di wilayahnya. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penerbitan setifikat dilakukan sesuai alur dan koridor aturan, sehingga tidak mengurangi esensi keamanan pangan. Terlebih, hal itu […]

  • ruang kerja

    5 Manfaat Luar Biasa Meja Multifungsi untuk Ruang Kerja Modern

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Dalam era kerja modern seperti sekarang, kebutuhan akan ruang kerja yang efisien dan nyaman semakin meningkat. Banyak orang kini bekerja dari rumah atau menjalankan bisnis kecil dari ruang pribadi. Nah, salah satu elemen penting yang menentukan produktivitas dan kenyamanan kerja adalah meja kerja. Tidak sekadar tempat menaruh laptop atau dokumen, meja kini berkembang menjadi […]

  • pemakaman

    Penemuan Pemakaman Prajurit Zaman Perunggu Berusia 3.800 Tahun di Azerbaijan

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Azerbaijan kembali menjadi sorotan dunia arkeologi setelah para peneliti berhasil menemukan sebuah makam Zaman Perunggu yang diperkirakan berusia sekitar 3.800 tahun. Situs pemakaman yang unik ini berisi jenazah seorang prajurit bertubuh jangkung yang memegang sebuah tombak bercabang empat, sebuah artefak langka yang menunjukkan statusnya sebagai pejuang dan kemungkinan pemimpin militer di zamannya. Lokasi dan […]

expand_less