Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Kemenhaj Ungkap Dugaan Kebocoran Dana Haji Rp5 Triliun, BPIH 2025 Ditarget Turun

Kemenhaj Ungkap Dugaan Kebocoran Dana Haji Rp5 Triliun, BPIH 2025 Ditarget Turun

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
  • visibility 132

Kabarjatengterkini.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyampaikan temuan awal terkait dugaan kebocoran dalam pembiayaan pengadaan pelaksanaan ibadah haji.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut potensi kebocoran dana haji bisa mencapai 20 hingga 30 persen dari total anggaran Rp17 triliun, atau sekitar Rp5 triliun per tahun.

Temuan ini dianggap serius, karena dana tersebut bersumber dari uang jemaah haji. Jika kebocoran bisa ditekan, maka Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau ongkos naik haji (ONH) bisa lebih murah, sebagaimana menjadi target Presiden Prabowo Subianto.


Dugaan Kebocoran Bisa Capai Rp5 Triliun

Dalam pernyataannya di kantor Kemenhaj, Jakarta (30/9), Dahnil menjelaskan bahwa pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan haji membuka celah terjadinya kebocoran. Total anggaran haji untuk memberangkatkan 203.000 jemaah tahun ini diperkirakan mencapai Rp17 triliun, mencakup 10 proses pengadaan utama.

“Dugaan kami, kebocoran bisa terjadi antara 20 sampai 30 persen. Jika dihitung, itu artinya sekitar Rp5 triliun per tahun yang bocor,” ujar Dahnil. “Dan itu semua uang jemaah. Maka penting bagi kami untuk memastikan tidak ada lagi praktik semacam ini.”


Libatkan Kejaksaan Agung untuk Pengawasan

Untuk menutup potensi kebocoran tersebut, Kemenhaj akan bekerja sama secara aktif dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Kolaborasi ini bertujuan memastikan pengawasan ketat pada seluruh proses pengadaan barang dan jasa dalam penyelenggaraan haji, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan di Arab Saudi.

“Penggunaan anggaran sebesar itu harus diawasi ketat. Kami menggandeng Kejagung agar pengelolaan dana jemaah dilakukan secara bersih, transparan, dan efisien,” jelas Dahnil.

Menurutnya, menekan kebocoran adalah cara paling realistis untuk menurunkan BPIH. Sebab jika hanya mengandalkan faktor keuangan makro seperti nilai tukar dolar, upaya penurunan BPIH menjadi sangat sulit.


Tantangan Nilai Tukar dan Solusi Pengawasan

Dahnil menyebut salah satu tantangan terbesar dalam menekan biaya haji adalah faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Saat ini, nilai tukar berada di kisaran Rp16.500 per USD, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp16.000.

“Kalau dari sisi kurs, ini pekerjaan berat. Tapi akan jadi lebih mudah jika kita berhasil menutup kebocoran yang ada,” tegas Dahnil.


Rincian Biaya Haji dan Potensi Manipulasi

Dari total Rp17 triliun anggaran, pengeluaran terbesar dialokasikan untuk:

  • Penerbangan: sekitar Rp6 triliun
  • Layanan di Arab Saudi (syarikah): sekitar Rp3 triliun
  • Akomodasi, konsumsi, transportasi lokal, dan kebutuhan lainnya melengkapi sisa anggaran

Dahnil juga menyinggung potensi manipulasi data dan biaya dalam proses pengadaan, yang bisa menimbulkan pemborosan besar.

“Presiden Prabowo dari awal sudah menduga adanya kebocoran. Kami ingin pastikan tak ada praktik manipulasi, mark-up, atau feedback fee dalam proses ini,” katanya.


Fokus Kemenhaj: Transparansi dan Efisiensi

Kementerian Haji dan Umrah kini menetapkan agenda utama untuk:

  • Mengawasi semua proses pengadaan haji dengan menggandeng lembaga penegak hukum
  • Meningkatkan transparansi dalam penggunaan dana jemaah
  • Menurunkan BPIH secara signifikan dalam waktu dekat
  • Menekan kebocoran ke level nol, atau seminimal mungkin

Dahnil memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan ibadah haji secara efisien, transparan, dan sesuai prinsip good governance, tanpa memberatkan jemaah.

Jika upaya ini berhasil, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan pengelolaan dana haji terbaik, dan mampu memberikan layanan ibadah yang optimal kepada para jemaah dengan biaya yang lebih ringan.

Masyarakat diminta ikut mengawal proses reformasi ini agar pengelolaan haji tidak lagi menjadi ladang kebocoran anggaran, melainkan menjadi bentuk ibadah yang bersih, amanah, dan profesional.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • israel

    Kemlu RI Protes Aksi Militer Israel Pasang Sandi ‘Rising Lion’ di RS Indonesia

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melayangkan protes diplomatik dan kecaman keras terhadap tindakan provokatif militer Israel di Jalur Gaza. Langkah ini diambil setelah militer Israel secara terang-terangan memasang spanduk propaganda bertuliskan sandi militer ‘Rising Lion’ serta mengibarkan bendera Israel di atas reruntuhan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jabalia, Gaza Utara. Tindakan […]

  • Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Perusahaan Outsourcing Milik Suami-Anak Fadia Arafiq

    Pemkab Pekalongan Putus Kontrak Perusahaan Outsourcing Milik Suami-Anak Fadia Arafiq

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Pekalongan, Kabarjatengterkini.com – Pemkab Pekalongan putus kontrak kerja sama dengan perusahaan outsourcing, PT Raja Nusantara Bersaudara (RNB). Diketahui, perusahaan tersebut didirikan oleh suami dan anak Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Diberitakan sebelumnya, Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Hingga saat ini, terdapat tujuh OPD […]

  • tarif cukai

    Purbaya Yudhi Sadewa Kejut Tarif Cukai Rokok 57%, Soroti Dampak Industri dan Tenaga Kerja

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keprihatinannya terkait tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang saat ini sudah menembus rata-rata 57 persen. Pernyataan ini diungkapkan Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025). “Saya tanya kan, cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57 persen, wah tinggi amat, Firaun lu,” ungkap Purbaya dengan nada […]

  • beras oplosan

    Jawab Isu Marak Beras Oplosan, Pemkot Semarang Bakal Maksimalkan Program Srikandi Pangan

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal maksimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program ‘Srikandi Pangan’. ‘Srikandi Pangan’ sendiri merupakan program yang melibatkan pihak lintas sektor, mulai dari ibu-ibu PKK, Dinas Pendidikan, remaja, hingga karang taruna. “Srikandi Pangan itu kita kolaborasi memang dengan PKK, tetapi tidak hanya PKK. Kita juga melibatkan Dinas Pendidikan, […]

  • Rio Haryanto

    Sebarkan Dokumen Pribadi Milik Rio Haryanto, Petugas Kelurahan Disanksi Pemotongan Gaji

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Mantan petugas kelurahan Penumping, A, disanksi pemotongan gaji sebesar 5 persen selama 9 bulan. Sanksi sedang tersebut dijatuhkan buntut kebocoran data milik eks pembalap F1, Rio Haryanto. “Kemarin sudah kita serahkan SK-nya ke yang bersangkutan. Sanksinya sedang berupa pemotongan gaji 5 persen selama 9 bulan,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber […]

  • persib

    Persib Bandung Menang 1-0 atas Ratchaburi, Tetap Tersingkir dari ACL 2 2025/2026

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Persib Bandung harus mengakhiri langkahnya di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 meski meraih kemenangan di leg kedua babak 16 besar. Maung Bandung menang tipis 1-0 atas Ratchaburi dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Namun hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada […]

expand_less