Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
  • visibility 176

Kabarjatengterkini.com- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai usulan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun pondok pesantren (ponpes), khususnya pasca-peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Prasetyo, rencana ini masih dalam tahap kajian pemerintah untuk memastikan langkah yang paling tepat dalam menangani masalah ketahanan fisik ponpes di Indonesia.

“Memang semua sedang kita pelajari ya, karena berkaitan dengan jumlah pondok pesantren, perkembangan pondok pesantren yang eksis, dan potensi pembangunan pondok pesantren baru. Semua ini sedang dibahas lebih lanjut,” kata Prasetyo Hadi saat ditemui di kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto, di Jakarta Selatan, Minggu (12/10/2025) malam.

1. Pendataan Pasca-Kejadian Pondok Pesantren Al Khoziny

Terkait ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, yang mengundang perhatian publik, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan seluruh jajaran kementerian dan lembaga untuk segera melakukan pendataan.

Tujuan utamanya adalah untuk menginventarisasi kondisi bangunan pondok pesantren yang ada dan memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

“Yang penting adalah pasca-kejadian kemarin, Bapak Presiden memerintahkan untuk segera melakukan pendataan dan inventarisasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan. Itu harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

2. Kementerian Pekerjaan Umum Diminta Periksa Bangunan Ponpes

Tindak lanjut dari arahan Presiden, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diminta untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa setiap bangunan fisik pondok pesantren yang ada di seluruh Indonesia.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan-bangunan tersebut memenuhi standar keamanan dan tidak membahayakan para santri dan pengasuh pondok.

“Jadi, Kementerian PU diminta untuk melakukan pengecekan ke setiap pondok pesantren untuk memastikan bahwa pembangunan fisik mereka aman. Ini untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Prasetyo.

Pemeriksaan ini akan dilakukan secara menyeluruh, terutama di daerah-daerah dengan konsentrasi pondok pesantren yang tinggi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain itu, beberapa provinsi lain yang dianggap rawan juga akan menjadi prioritas.

3. DPR Dorong Kajian Usulan Penggunaan APBN untuk Ponpes

Usulan untuk menggunakan APBN dalam membangun pondok pesantren kembali muncul setelah kejadian ambruknya Ponpes Al Khoziny. Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menanggapi usulan tersebut dengan menekankan pentingnya kajian lebih lanjut.

Saan mengingatkan agar penggunaan dana APBN untuk pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dilakukan dengan hati-hati. “Karena ini menggunakan dana APBN, tentu perlu dikaji lebih lanjut di tingkat eksekutif maupun legislatif,” ujar Saan usai menghadiri acara donor darah di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

Saan menambahkan, penting untuk melakukan koordinasi yang baik antara eksekutif dan legislatif agar kebijakan pembangunan pondok pesantren yang menggunakan dana negara ini tidak menimbulkan polemik.

Menurutnya, meskipun niat untuk membantu sangat baik, namun harus ada kesepakatan yang jelas antara pemerintah dan parlemen untuk menghindari perdebatan publik.

4. Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Perbaikan Ponpes

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana dari APBN untuk penanganan dan perbaikan pondok pesantren yang rawan.

Kementerian PU menilai dana tersebut cukup untuk kebutuhan awal dalam memperbaiki pondok pesantren yang membutuhkan perbaikan segera.

“Anggaran dari APBN insya Allah cukup untuk kebutuhan awal. Tetapi kita tidak menutup kemungkinan adanya bantuan dari pihak swasta. Namun, untuk sementara waktu, dana ini berasal dari APBN,” ujar Dody di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025).

Selain itu, Kementerian PU juga telah membuka layanan hotline nasional yang bisa diakses oleh masyarakat untuk melaporkan kondisi bangunan pondok pesantren. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti oleh tim Direktorat Jenderal Cipta Karya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Tim kami ada di seluruh Indonesia, dan kami berharap bisa segera menangani setiap laporan yang masuk untuk memastikan keselamatan para santri dan pengasuh ponpes,” tambah Dody.

5. Audit dan Inventarisasi Ponpes oleh Pemerintah

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, juga sedang melakukan audit dan inventarisasi terhadap kondisi pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap pondok pesantren, baik yang sudah ada maupun yang baru, memiliki kondisi bangunan yang aman dan layak huni bagi para santri.

“Kami akan melakukan audit untuk menginventarisasi kondisi pondok pesantren, dan anggarannya akan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Kami akan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk memastikan keamanan dan keselamatan lingkungan pesantren,” kata Muhaimin.

6. Pemerintah Fokus pada Ponpes yang Rawan

Dalam upaya penanganan ini, pemerintah mengutamakan pondok pesantren yang dinilai paling rawan. Kementerian Pekerjaan Umum akan memprioritaskan perbaikan untuk bangunan yang dalam kondisi darurat atau berisiko tinggi, sehingga kejadian serupa dengan ambruknya Ponpes Al Khoziny dapat dihindari di masa depan.

“Pemilihan prioritas akan dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan. Kami akan memastikan bahwa bangunan pondok pesantren yang paling berisiko mendapatkan perhatian lebih dulu,” ujar Dody.

Peristiwa ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny telah mendorong pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Meskipun usulan untuk menggunakan APBN guna mendanai perbaikan pondok pesantren mendapat perhatian, pemerintah masih melakukan kajian lebih lanjut untuk memastikan pelaksanaannya tidak menimbulkan polemik.

Pendataan, audit, serta pemeriksaan langsung ke lapangan oleh kementerian terkait akan terus dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas infrastruktur pondok pesantren.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, beberkan sejumlah inovasi di tingkat OPD guna mendukung kesejahteraan. Inovasi-inovasi tersebut ada di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga teknologi. Adapun inovasi di bidang pertanian yang menjadi kekuatan utama, sesuai dengan slogan Pati Bumi Mina Tani, adalah program 10 ton per hektare. Risma menyampaikan bahwa […]

  • Perayaan Kedatangan Kimsin Yang Suci (YS) Poo Seng Tay Tee ke-166

    Pemkot Semarang Apresiasi Perayaan Kedatangan Kimsin Yang Suci (YS) Poo Seng Tay Tee

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Budaya menjadi salah satu penguat toleransi antar warga di Kota Semarang. Keragaman suku, agama, budaya, dan tradisi mewujudkan harmonisasi yang bertahan selama ratusan tahun. Salah satu tradisi yang patut diapresiasi adalah Perayaan Kedatangan Kimsin Yang Suci (YS) Poo Seng Tay Tee ke-166. Acara tersebut digelar di Klenteng Besar Tay Kak Sie pada […]

  • Pemprov Jateng Bersama Kemenkum Berikan Program Bantuan Hukum Gratis ke Masyarakat Rentan

    Pemprov Jateng Bersama Kemenkum Berikan Program Bantuan Hukum Gratis ke Masyarakat Rentan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Kementerian Hukum memberikan program bantuan hukum gratis. Program ini menyasar masyarakat miskin dan kelompok rentan untuk mengakses pendampingan hukum dari profesional. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Hukum saat ini sudah memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbakum) pada 1.400 desa di Jawa Tengah. Wakil Gubernur Jateng […]

  • 14 Desa di Kabupaten Demak Terima Dana Insentif Sebesar Rp150 Juta

    14 Desa di Kabupaten Demak Terima Dana Insentif Sebesar Rp150 Juta

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Demak, KabarJatengTerkini.com – Sebanyak 14 Desa di Kabupaten Demak menerima dana insentif desa (DIDes). Adapun jumlah dana insentif yang diberikan kepada setiap desa tersebut sebesar Rp150 juta. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinpermasdes dan PPKB) Kabupaten Demak Taufik Rifa’i menyampaikan bahwa insentif itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah desa (Pemdes) […]

  • Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng

    Penembakan oleh OTK di Kedungwuni Pekalongan Targetkan Suami Anggota DPRD Jateng

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terjadi aksi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, Kedungwuni, Pekalongan pada Sabtu (14/2/2026) malam. Aksi tersebut disebut menargetkan suami Anggota DPRD Jawa Tengah Nur Fatwah, Amat Muzakhim (55) atau Boim. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus dan saat ini masih melakukan penyelidikan. […]

  • dukungan

    Dukungan Menteri untuk Prabowo: Tegas Berantas Mafia dan Bangun Pemerintahan Bersih

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia menghadapi gelombang demonstrasi besar-besaran yang memuncak pada akhir Agustus 2025. Demonstrasi tersebut dipicu oleh kemarahan masyarakat terhadap kenaikan tunjangan anggota DPR RI serta pernyataan beberapa anggota dewan yang dianggap menyinggung perasaan rakyat. Meski sejumlah aksi berakhir dengan kericuhan antara massa dan aparat, dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto terus mengalir dari berbagai […]

expand_less