Pengrajin Lurik di Klaten Buat Terobosan Alat Tenun Bukan Mesin Portabel Berawal dari Kegelisahan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 21 Okt 2025
- visibility 119

Foto: Pengrajin Lurik di Klaten Buat Terobosan Alat Tenun Bukan Mesin Portabel (Sumber: Pemprov Jateng)
Klaten, Kabarjatengterkini.com – Pengarajin lurik di Desa Karangasem, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten berinovasi dengan membuat alat tenun bukan mesin portabel. Alat itu disebut satu-satunya di Kabupaten Klaten.
Inovasi tersebut turut diapresiasi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo dan meminta perangkat desa terus melakukan pendampingan. Menurutnya, terobosan alat tenun portabel itu bisa memperkuat industri lurik yang menjadi produk unggulan Kabupaten Klaten.
“Ini baru satu-satunya di Klaten,” ujarnya baru-baru ini.
“Kami minta dinas terkait untuk terus memberikan pendampingan,” lanjut dia.
Menurut informasi, alat tenun portabel tersebut merupakan hasil inovasi Suyatmi dan suaminya yang merupakan perajin lurik asal Dusun Namengan, Desa Karangasem.
Ide membuat alat tenun bukan mesin portabel muncul berasal dari kegelisahan minimnya anak muda yang berminat melanjutkan tradisi menenun lurik di daerahnya. Maka dari itu, dia ingin membuat alat yang ringan, sederhana, dan mudah digunakan.
“Anak-anak muda kurang berminat menenun lurik karena penggunaan ATBM cukup berat. Dengan versi portabel ini, proses menenun menjadi lebih mudah,” jelas Suyatmi.
Jika ATBM konvensional memerlukan gerakan tangan dan kaki sekaligus, versi portabel cukup dioperasikan dengan tangan saja. Selain itu, alat yang terbuat dari kayu ini lebih ringkas dan mudah dipindahkan.
“Bahkan lebih mudah digunakan khususnya motif-motif tenun yang lebih rumit. Di beberapa kesempatan juga saya bawa untuk pameran. Jadi langsung bisa memperlihatkan bagaimana proses produknya dibuat,” tutur Suyatmi.
Saat ini, ia masih mengembangkan desain ATBM portabel dengan berbagai ukuran, mulai dari 30 sentimeter untuk membuat syal. Serta, ukuran 60 sampai 100 sentimeter, sesuai kebutuhan pengguna. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

