Prabowo Prioritaskan Penyaluran BBM di Daerah Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut: Pemerintah Kerahkan KRI hingga Helikopter
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sen, 1 Des 2025
- visibility 68

Kabarjatengterkini.com- Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo saat meninjau wilayah terdampak di Tapanuli Utara pada Senin (1/12/2025).
Kunjungan ini merupakan respons cepat pemerintah setelah sejumlah daerah di wilayah Sumatera mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi.
Ribuan warga terdampak, akses jalan terputus, hingga distribusi logistik terhambat menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
BBM Jadi Kunci Pemulihan Awal
Dalam keterangannya kepada wartawan, Prabowo menekankan bahwa kebutuhan BBM sangat vital untuk mendukung proses evakuasi, operasional alat berat, dan aktivitas masyarakat di lokasi bencana.
“Sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan yang diperlukan terutama BBM yang sangat penting,” ujar Prabowo.
BBM dibutuhkan untuk berbagai keperluan mendesak seperti menyalakan generator listrik, mempercepat proses pembersihan jalur, hingga menggerakkan kendaraan pengangkut logistik. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami kekurangan BBM lantaran jalur distribusi terputus akibat longsor.
Pemerintah memastikan pengiriman BBM akan dilakukan melalui jalur darat, laut, hingga udara, bergantung pada kondisi medan. KRI, kapal logistik, hingga pesawat Herkules telah disiagakan untuk memastikan pasokan BBM dan bahan pangan tidak terhambat.
Listrik Segera Dipulihkan
Selain BBM, pemerintah juga menargetkan pemulihan listrik berlangsung cepat. Prabowo menyebut bahwa aliran listrik di sejumlah titik diperkirakan bisa segera kembali beroperasi.
“Listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya,” katanya.
Tim PLN dan aparat gabungan terus bekerja siang malam memperbaiki gardu yang rusak, menyingkirkan pohon tumbang, serta menarik ulang jaringan kabel yang terputus akibat banjir bandang dan longsor. Pemulihan listrik sangat penting untuk menunjang kebutuhan warga di pos pengungsian, rumah sakit, hingga pusat informasi bencana.
Banyak Desa Masih Terisolasi
Meski penanganan darurat telah berjalan, tantangan terbesar saat ini adalah membuka akses menuju desa-desa yang terisolasi. Beberapa titik longsor memutus total jalur darat sehingga warga tidak dapat dijangkau lewat kendaraan.
Prabowo menegaskan bahwa seluruh tim gabungan—terdiri dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, hingga relawan—sedang bekerja untuk menembus wilayah yang terisolir.
“Banyak jalur masih terputus, tapi kita segera melakukan segala upaya untuk mengatasi kesulitan yang dialami,” tegasnya.
Pengiriman logistik sementara dilakukan melalui udara menggunakan helikopter, khususnya untuk wilayah yang tidak dapat dijangkau kendaraan akibat medan berat.
KRI dan Helikopter Dikerahkan Maksimal
Dalam upaya mempercepat distribusi bantuan, pemerintah mengerahkan KRI yang membawa logistik dari pelabuhan besar. Kapal tersebut sudah merapat di Pelabuhan Sibolga untuk mempercepat mobilisasi bantuan ke wilayah sekitar.
“Kapal besar kita sudah bisa merapat di Sibolga, kemudian Herkules terus kita kerahkan, mungkin tiap hari beberapa titik yang bisa didaratkan,” jelas Prabowo.
Operasi ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa bantuan tidak hanya dikirim cepat, tetapi juga tepat sasaran, terutama bagi warga yang berada di lokasi paling sulit dijangkau.
Respons Cepat Pemerintah untuk Stabilkan Situasi
Langkah sigap Presiden Prabowo dan jajaran menunjukkan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan dan kebutuhan dasar warga. Penyaluran BBM, listrik, dan logistik menjadi fokus utama agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dan proses pemulihan dapat dilakukan sesegera mungkin.
Dalam situasi krisis wilayah yang luas seperti Aceh, Sumbar, dan Sumut, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci. Pemerintah pusat juga meminta pemerintah daerah memastikan data warga terdampak akurat agar bantuan dapat disalurkan secara efektif.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Prabowo juga mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan rawan memicu bencana susulan. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, sementara pemerintah terus bekerja keras memulihkan kondisi di lapangan.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

