Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Business » Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

Pemerintah Siapkan Penangkapan Besar-Besaran, Menteri Purbaya Target Mafia Tekstil dan Baja

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 193

Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia akan melakukan langkah besar dalam waktu dekat untuk memberantas praktik penyelundupan yang selama ini merugikan negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa operasi penegakan hukum tengah disiapkan untuk menangkap para mafia di berbagai sektor, khususnya dalam penyelundupan tekstil dan baja.

Purbaya menyebut pemerintah telah mengantongi nama-nama pihak yang terlibat. “Tinggal kita pilih saja siapa yang mau diproses.

Intinya, yang selama ini melakukan under invoicing, menyelundupkan barang—yang paling banyak itu tekstil, baja, dan sebagainya. Sudah ada nama-namanya,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/10/2025).

Meski belum membeberkan total kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut, Purbaya memastikan pihaknya sedang melakukan penghitungan atas potensi penerimaan negara yang hilang. “Belum tahu. Masih kita hitung,” katanya singkat.

Mafia Tak Bisa Dihadapi Sendirian

Langkah Kementerian Keuangan ini menuai perhatian para pengamat. Ronny P. Sasmita, Analis Senior dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution, menilai bahwa pemberantasan mafia penyelundupan adalah pekerjaan besar yang tak bisa diselesaikan oleh Purbaya sendiri.

“Strategi pemerintah harus mencakup tiga aspek kunci,” kata Ronny kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/10/2025).

  1. Penegakan hukum yang tegas dan terkoordinasi
    Penyulundupan biasanya melibatkan jaringan lintas sektor, termasuk oknum aparat, pengusaha, dan birokrasi pelabuhan. Tanpa koordinasi antarlembaga, upaya pemberantasan akan berhenti di level simbolik.
  2. Pembersihan internal di lembaga strategis
    Lembaga seperti Bea Cukai dan otoritas pelabuhan rentan terhadap infiltrasi kepentingan mafia. Reformasi internal menjadi keharusan.
  3. Penguatan sistem pengawasan digital
    Digitalisasi pengawasan melalui integrasi data logistik nasional dan sistem pelacakan barang impor-ekspor bisa menutup celah manipulasi dokumen.

Ronny menekankan bahwa dukungan dari Presiden Prabowo Subianto sangat penting. Operasi pemberantasan harus mendapat komando langsung dari kepala negara agar efektif.

“Diperlukan sinergi antara Kemenkeu, Polri, Kejaksaan, TNI, Kemenhub, hingga Kemenperin. Ini bukan pekerjaan satu kementerian saja,” tegasnya.

Pentingnya Political Will dan Reformasi Internal

Senada, Ekonom CELIOS Nailul Huda menyoroti bahwa keberadaan mafia terjadi karena adanya persekongkolan antara pengusaha dan oknum internal instansi. Ia menekankan pentingnya pembersihan di tubuh instansi seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

“Kebocoran penerimaan negara bersumber dari lemahnya pengawasan internal. Barang ilegal bisa lolos karena ada yang bermain di dalam,” ujarnya.

Huda menegaskan bahwa pemerintah harus berani menindak pengemplang pajak dan mafia impor. Meski keduanya berada di bawah kendali Menteri Purbaya, keputusan politik akan menentukan keberhasilan tindakan ini.

“Pertanyaannya tinggal: berani atau tidak?” pungkas Huda.

Perlu Komando Operasi Terpadu

Sementara itu, Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, mendorong Presiden Prabowo untuk menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) guna memberi mandat terpadu kepada seluruh lembaga penegak hukum.

Ia menyarankan dibentuknya task force lintas lembaga dengan satu komandan operasi. Task force ini harus melibatkan Polri, Kejaksaan, DJP, DJBC, PPATK, dan TNI AL/Bakamla untuk patroli laut serta pengamanan lapangan.

“Dengan komando politik yang jelas, seluruh sumber daya hukum bisa bergerak serempak. Industri dalam negeri terlindungi, pasar jadi lebih transparan, dan jaringan mafia kehilangan modal, akses pelabuhan, serta celah manipulasi data,” jelas Syafruddin.

Langkah Nyata atau Simbolik?

Masyarakat dan pelaku industri menunggu apakah langkah ini akan menjadi momentum pembenahan ekosistem perdagangan nasional, atau hanya sebatas wacana.

Jika pemerintah serius, tindakan ini bisa memulihkan kerugian triliunan rupiah akibat penyelundupan dan under invoicing. Industri dalam negeri juga akan lebih kompetitif, karena tak lagi disusupi barang ilegal berharga murah yang merusak harga pasar.

Namun jika tanpa dukungan penuh dari lembaga hukum dan politik, upaya ini berisiko gagal, seperti banyak inisiatif serupa di masa lalu.

Rencana penangkapan besar-besaran terhadap mafia penyelundupan yang dipelopori Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik. Untuk berhasil, langkah ini membutuhkan dukungan lintas sektor dan komando politik yang kuat dari Presiden Prabowo. Tanpa itu, pemberantasan mafia hanya akan jadi retorika tanpa hasil nyata.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • nasa

    Arabella dan Anita: Dua Laba-Laba NASA yang Membuat Sejarah di Luar Angkasa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada tahun 1973, NASA melakukan sebuah eksperimen unik yang melibatkan dua makhluk mungil namun luar biasa: laba-laba. Dalam misi luar angkasa Skylab 3, dua ekor laba-laba betina bernama Arabella dan Anita dikirim ke orbit rendah Bumi untuk menjawab sebuah pertanyaan penting—bisakah laba-laba membuat jaring dalam kondisi tanpa gravitasi? Eksperimen ini bukan berasal dari laboratorium […]

  • Mantan Pemain Sepak Bola Kang Ji-yong Meninggal Dunia

    Mantan Pemain Sepak Bola Kang Ji-yong Meninggal Dunia

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Suryamedia.id – Mantan pemain sepak bola profesional Kang Ji-yong meninggal dunia di usia 37 tahun. Berita duka ini turut dibagikan oleh mantan pemain sepak bola lainnya, Koo Bon-sang melalui unggahan media sosial. Menurut unggahan tersebut, Kang Ji-yong meninggal dunia pada Selasa, 22 April 2025. Sementara itu, jadwal pemakaman diadakan pada hari Jumat, 25 April 2025 di […]

  • Mark Zuckerberg

    Mark Zuckerberg Rogoh Rp1,6 Triliun Demi Rekrut Ilmuwan AI, Ini Ambisi Besar Meta

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 377
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Dunia teknologi kembali diguncang oleh langkah agresif CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang dilaporkan menggelontorkan dana hingga USD 100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun untuk merekrut ilmuwan kecerdasan buatan (AI) kelas dunia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Meta dalam memperkuat divisi barunya yang bernama Superintelligence Labs. Divisi ini memiliki misi ambisius: […]

  • Foto : Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Muhammad Jamaludin. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Kunjungan Wisatawan ke Rembang Tembus 1 Juta Lebih, Pantai Karangjahe Jadi Primadona

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tembus 1.897.720 orang, Pantai Karangjahe masih menjadi primadona. Angka itu tercatat selama periode Januari hingga Oktober 2025. Angka itu dimungkinkan masih bisa naik hingga akhir tahun nanti. Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Muhammad Jamaludin mengatakan bahwa 1.897.720 orang itu berdasarkan […]

  • Gudang Frozen Food di Solo Terbakar, Kerugian Capai Rp280 Juta

    Gudang Frozen Food di Solo Terbakar, Kerugian Capai Rp280 Juta

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Terjadi kebakaran bangunan gudang frozen food di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (26/2/2026). Kebakaran terjadi pada pukul 10.15 WIB, sehingga warga setempat langsung melapor ke pos Damkar terdekat. Penanganan oleh tim Damkar dilakukan pukul 10.30, kemudian api berhasil dipadamkan pada pukul 11.20 WIB. Bangunan yang terbakar merupakan sebuah rumah yang dijadikan […]

  • Perlambatan Ekonomi Hingga Turunnya Kepercayaan Masyarakat Jadi Faktor Tingkat Kepatuhan Pajak Merosot

    Perlambatan Ekonomi Hingga Turunnya Kepercayaan Masyarakat Jadi Faktor Tingkat Kepatuhan Pajak Merosot

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kepatuhan pembayaran pajak di Jawa Tengah disebut menurun. Sejumlah faktor turut jadi penyebab, di antaranya perlambatan ekonomi hingga penurunan kepercayaan sebagian masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi. Ia mengatakan bahwa tingkat kepatuhan pembayaran pajak di Jateng pada tahun 2026 hanya tercapai 64 persen. Padahal, pajak menjadi […]

expand_less