Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polemik Pilkada Lewat DPRD Dinilai Tak Perlu Diperdebatkan, Ini Penjelasan Ketua Komisi II DPR

Polemik Pilkada Lewat DPRD Dinilai Tak Perlu Diperdebatkan, Ini Penjelasan Ketua Komisi II DPR

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
  • visibility 146

Kabarjatengterkini.com- Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menjadi sorotan publik. Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menilai perdebatan mengenai mekanisme tersebut seharusnya dihentikan, khususnya jika dilihat dari perspektif konstitusi.

Menurutnya, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah memberikan ruang tafsir yang jelas terkait sistem pemilihan kepala daerah.

“Dari optik konstitusional, pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota ditegaskan di dalam Pasal 18 Ayat 4 UUD 1945 yang menyatakan bahwa gubernur, bupati, dan wali kota masing-masing sebagai kepala pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis,” ujar Rifqinizamy di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Ia menekankan bahwa frasa “dipilih secara demokratis” tidak secara otomatis berarti pemilihan langsung oleh rakyat. Dalam pandangannya, konsep demokrasi dalam konstitusi Indonesia mencakup lebih dari satu bentuk.

“Kata demokratis ini bisa dimaknai sebagai demokrasi langsung (direct democracy) maupun demokrasi tidak langsung (indirect democracy). Karena itu, pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai bentuk indirect democracy memiliki landasan konstitusional yang kuat,” jelasnya.

Rifqinizamy menambahkan bahwa pilkada secara konstitusional juga tidak masuk dalam rezim pemilihan umum nasional. Hal ini merujuk pada Pasal 22E UUD 1945 yang mengatur pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, serta DPRD, namun tidak secara eksplisit memasukkan pilkada.

“Di dalam konstitusi, pemilihan kepala daerah tidak dimasukkan ke dalam rezim pemilu sebagaimana diatur dalam Pasal 22E UUD 1945. Maka, dari sisi konstitusi, perdebatan soal pilkada melalui DPRD sebenarnya tidak relevan,” tegasnya.

Dengan dasar tersebut, Rifqinizamy menyimpulkan bahwa mekanisme pilkada lewat DPRD bukanlah pelanggaran konstitusi. Ia menilai polemik yang berkembang lebih bersifat politis daripada yuridis.

Meski demikian, Rifqinizamy memberikan batas tegas terhadap opsi lain yang ikut mengemuka, yakni penunjukan gubernur secara langsung oleh presiden. Opsi tersebut, menurutnya, bertentangan dengan prinsip demokrasi.

“Apakah gubernur sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah bisa ditunjuk langsung oleh presiden? Jawabannya tidak bisa, karena penunjukan bersifat tidak demokratis,” ujar Rifqinizamy, menanggapi usulan yang sempat disuarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun, ia tidak menutup peluang adanya skema alternatif atau jalan tengah yang tetap menjaga prinsip demokrasi sekaligus memperkuat peran pemerintah pusat. Salah satunya adalah dengan memberikan peran terbatas kepada presiden dalam proses pemilihan gubernur.

“Formula tengah yang bisa dilakukan adalah presiden mengajukan satu sampai tiga nama calon gubernur kepada DPRD provinsi. DPRD kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan, lalu memilih satu nama untuk ditetapkan sebagai gubernur atas usulan presiden,” paparnya.

Wacana pilkada melalui DPRD kembali mencuat setelah disuarakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah partai politik. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengusulkan agar mekanisme pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD.

“Khusus menyangkut pilkada, setahun lalu kami menyampaikan kalau bisa pilkada dipilih lewat DPRD saja. Banyak pro dan kontra, tapi setelah dikaji, alangkah lebih baiknya memang dilakukan lewat DPRD agar tidak lagi menimbulkan banyak persoalan,” kata Bahlil saat perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Menurut Bahlil, mekanisme pilkada langsung selama ini kerap menimbulkan persoalan serius, mulai dari biaya politik yang tinggi, konflik horizontal, hingga praktik politik uang. Karena itu, ia menilai sistem pemilihan melalui DPRD perlu dikaji secara mendalam sebagai alternatif.

Dukungan terhadap wacana tersebut juga datang dari Partai Gerindra. Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menegaskan bahwa partainya berada dalam posisi mendukung rencana pilkada melalui DPRD, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

“Gerindra mendukung upaya atau rencana untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota, maupun gubernur,” ujar Sugiono.

Meski mendapat dukungan dari sejumlah elite politik, wacana ini tetap menuai kritik dari sebagian kalangan masyarakat sipil yang khawatir pilkada lewat DPRD akan mengurangi partisipasi publik dan memperkuat dominasi elite politik lokal. Perdebatan pun diperkirakan masih akan terus berlangsung, seiring rencana pembahasan lebih lanjut di DPR RI.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kerok Kebakaran Pabrik Sandal di Karanganyar

    Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kerok Kebakaran Pabrik Sandal di Karanganyar

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Korsleting listrik diduga sebabkan pabrik sandal Kebakkramat, Karanganyar, kebakaran beberapa waktu lalu. Titik api tersebut pertama kali muncul dari ruang penggilingan atau tempat penyimpanan mesin produksi. Kasi Pemadam Kebakaran Damkar Karanganyar, Danang Kusumawardana, mengungkapkan peristiwa terjadi pada Minggu (19/7/2026) pagi. Sejumlah armada dari BPBD Kabupaten Karanganyar, Solo Raya, maupun swasta dikerahkan untuk melakukan pemadaman. […]

  • BPBD Wonogiri Berikan Pelatihan Khusus ke Relawan Destana untuk Mitigasi Kebakaran

    Relawan Destana Desa Gunungan Wonogiri Dapat Pelatihan Khusus Mitigasi Kebakaran

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 200
    • 0Komentar

      Wonogiri, Kabarjatengterkini.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri berikan pelatihan khusus kepada Relawan Destana (Desa Tangguh Bencana) terkait mitigasi kebakaran dan simulasi pemadaman mandiri. Hal ini dilakukan guna mengedukasi masyarakat tingkat desa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi bencana kebakaran, sekaligus mencegah dampaknya melebar. Pelatihan itu dilakukan di Aula Pendopo Desa […]

  • Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    Faskes di Jateng Diminta Tetap Terima Pasien PBI-JK Selama Penyesuaian Data Kemensos RI

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pihak rumah sakit maupun fasilitas kesehatan (faskes) di Jawa Tengah diminta tetap menerima pasien Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) meski statusnya dinonaktifkan saat penyesuaian data oleh Kemensos RI. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta PBI-JK tetap berjalan, khususnya bagi pengidap penyakit kronis. Apalagi, pasien penyakit kronis sangay […]

  • trans semarang

    Bus Listrik Trans Semarang Koridor 1 Diuji Coba, Warga Bisa Naik Secara Gratis

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Uji coba bus listrik Trans Semarang mulai dilakukan pada Rabu (5/11/2025) dengan melayani rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron. Lewat uji coba ini, masyarakat bisa naik bus listrik secara gratis. Operasionalisasi bus listrik ini turut menjadi upaya Pemerintah Kota Semarang menghadirkan moda transportasi publik yang tidak hanya nyaman, namun juga modern. Tahap uji coba […]

  • Pemkot Semarang Percepat Penguatan Tanggul dengan Sandbag dan Pemasangan Trucuk Bambu

    Pemkot Semarang Percepat Penguatan Tanggul dengan Sandbag dan Pemasangan Trucuk Bambu

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mempercepat penguatan tanggul di sejumlah wilayah yang dianggap kritis. Adapun fokus utamanya di Rowosari, Sampangan, Mayangsari, hingga di kawasan Perumahan Dinar Indah, Meteseh. Penguatan tanggul dilakukan tak hanya dengan pemasangan sandbag, namun juga trucuk bambu untuk menguatkan struktur. Di Perumahan Dinar Indah, penguatan tanggul dilakukan di sepanjang 30 […]

  • Pilihan Menu untuk Program MBG di Jateng Bakal Dievaluasi Setiap Hari

    Pilihan Menu untuk Program MBG di Jateng Bakal Dievaluasi Setiap Hari

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pilihan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disalurkan kepada penerima manfaat di Jawa Tengah (Jateng), bakal dievaluasi. Adapun indikatornya menggunakan jumlah makanan yang tersisa setiap harinya. Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Tengah (Jateng) menyebutkan, langkah ini dilakukan agar menu yang dibuat bisa lebih dinikmati. Hal ini juga bertujuan untuk mengurangi […]

expand_less