Belum Ada Laporan Kasus Superflu di Jawa Tengah
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- visibility 33

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Jenis influenza yang sempat resahkan masyarakat, yakni superflu, disebut dapat dicegah dan diobati. Di Jawa Tengah sendiri, dipastikan belum ada kasus yang tercatat terkait superflu ini.
“Sampai hari ini belum ditemukan data atau laporan adanya kasus superflu di wilayah ini (Jawa Tengah),” terang dokter spesialis paru RS Amino, Prihatin Iman Nugroho, Rabu (7/1/2026).
Ia mengatakan, superflu sebenarnya merupakan jenis virus influenza yang sudah lama ada, kemudian bermutasi menjadi Influenza A H3N2 Subclaude K.
Gejalannya mirip flu biasa disertai nyeri otot pada tubuh. Namun, pengidap penyakit komorbid bisa mengalami gejala yang lebih berat. Penularan superflu seperti influenza biasa, yakni dapat terjadi melalui udara (airborne), seperti percikan lendir saat bersin atau batuk.
“Penyakit ini pada dasarnya adalah influenza yang mengalami mutasi. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, nyeri otot, pilek, hingga ngilu pada anggota badan,” ujarnya.
Sementara itu, sebagai upaya pencegahan, masyarakat diimbau meningkatkan sistem imun tubuh, serta gaya hidup bersih dan sehat. Sebagai contoh, rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, serta menggunakan masker saat sedang sakit.
Nugroho juga menegaskan bahwa superflu tidak berdampak fatal, serta dapat diobati dengan mudah. Untuk menangani fenomena ini, fasilitas kesehatan di Jateng telah siap dan didukung dengan tenaga medis profesional.
“Tidak harus selalu dengan farmakologi atau obat-obatan. Jika daya tahan tubuh optimal, tubuh mampu mengeliminasi virus yang masuk,” tambahnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

