Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Ilmuwan Dunia Bunyi Alarm, Panas Lautan 2025 Capai Titik Paling Berbahaya

Ilmuwan Dunia Bunyi Alarm, Panas Lautan 2025 Capai Titik Paling Berbahaya

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 81

Kabarjatengterkini.com- Bumi kini mengirimkan sinyal bahaya yang semakin sulit diabaikan. Lautan dunia menyerap panas dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah pencatatan modern, menandai eskalasi serius krisis iklim global. Temuan ini terungkap dalam studi internasional terbaru yang dirilis jurnal ilmiah Advances in Atmospheric Sciences pada Jumat (9/1/2026).

Menurut laporan tersebut, kenaikan panas lautan pada tahun 2025 mencapai 23 Zetta Joule, angka yang belum pernah tercatat sebelumnya. Untuk memahami skalanya, energi sebesar itu setara dengan total konsumsi energi seluruh penduduk dunia selama sekitar 37 tahun, berdasarkan data tahun 2023. Fakta ini menunjukkan betapa masifnya akumulasi panas yang kini tersimpan di perairan Bumi.

Rekor Panas Lautan Pecah Lagi

Studi ini merupakan hasil kolaborasi lebih dari 50 ilmuwan dari 31 lembaga riset terkemuka di Asia, Eropa, dan Amerika. Para peneliti menganalisis data global yang terintegrasi dan menemukan bahwa kandungan panas di lapisan 2.000 meter teratas lautan telah mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Para ilmuwan menegaskan, lonjakan ini bukanlah anomali sementara atau sekadar fluktuasi cuaca alami. Sebaliknya, data menunjukkan tren pemanasan yang konsisten dan berkelanjutan, seiring terus meningkatnya akumulasi panas akibat aktivitas manusia, terutama emisi gas rumah kaca.

“Lautan berfungsi seperti penyangga panas planet. Namun kini, kapasitasnya kian terbebani,” tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Pemanasan Tidak Merata, Dampaknya Meluas

Meskipun terjadi secara global, pemanasan lautan tidak berlangsung merata. Sekitar 16 persen wilayah lautan dunia mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarahnya pada 2025. Beberapa kawasan yang paling terdampak antara lain Samudra Atlantik Tropis, Pasifik Utara, dan Samudra Selatan.

Wilayah-wilayah ini mengalami peningkatan suhu yang lebih cepat dibandingkan rata-rata global, memicu berbagai gangguan ekosistem laut. Terumbu karang, plankton, hingga rantai makanan laut berada di bawah tekanan besar akibat perubahan suhu yang ekstrem dan mendadak.

Menariknya, meski suhu permukaan laut global pada 2025 “hanya” berada di peringkat ketiga terpanas, sedikit di bawah rekor tahun 2023 dan 2024, dampaknya tetap terasa luas dan destruktif. Suhu permukaan yang tetap tinggi mempercepat penguapan air laut, yang kemudian berkontribusi langsung terhadap curah hujan ekstrem di berbagai wilayah.

Dari Banjir Bandang hingga Kekeringan Ekstrem

Studi tersebut menyoroti keterkaitan erat antara panas lautan dan bencana hidrometeorologi yang terjadi sepanjang 2025. Banjir bandang besar yang melanda Asia Tenggara dan Meksiko, serta kekeringan parah di Timur Tengah, disebut sebagai konsekuensi langsung dari meningkatnya energi panas di lautan.

Lautan yang lebih hangat menyimpan lebih banyak energi untuk memicu badai, memperkuat sistem cuaca ekstrem, dan memperpanjang durasi hujan lebat maupun periode kering. Dengan kata lain, panas lautan berperan sebagai “bahan bakar” utama bagi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.

Ancaman Kenaikan Permukaan Laut

Tak hanya memicu cuaca ekstrem, pemanasan lautan juga mempercepat kenaikan permukaan air laut melalui proses ekspansi termal—fenomena di mana air memuai saat suhunya meningkat. Dampak ini memperburuk risiko banjir rob di wilayah pesisir, mengancam kota-kota besar, serta memicu abrasi dan hilangnya daratan secara perlahan.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa jika akumulasi panas ini tidak segera ditekan, dunia akan menghadapi “normal baru” berupa badai yang lebih kuat, gelombang panas laut yang lebih panjang, serta kerusakan ekosistem laut yang semakin sulit dipulihkan.

Rekor Akan Terus Terpecah

Pesan utama dari studi ini sangat jelas: selama Bumi terus menyerap panas, rekor suhu lautan akan terus terpecah dari tahun ke tahun. Tanpa pengurangan emisi gas rumah kaca secara signifikan dan cepat, lautan akan semakin kewalahan menjalankan perannya sebagai penyeimbang iklim.

Para ahli menegaskan bahwa krisis ini bukan ancaman masa depan semata, melainkan kenyataan yang sedang berlangsung. Lautan yang memanas bukan hanya persoalan ilmiah, tetapi ancaman langsung terhadap ketahanan pangan, keamanan pesisir, dan stabilitas peradaban manusia.

“Lautan sedang memberi peringatan keras,” tulis laporan tersebut. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah perubahan iklim nyata, melainkan seberapa cepat manusia mampu bertindak sebelum dampaknya tak lagi bisa dikendalikan.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto : Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang, Prapto Raharjo. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Tiap Jenjang Sekolah Rakyat di Rembang Bakal Ada Dua Rombel

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Sekolah rakyat yang direncanakan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bakal ada dua rombongan belajar (rombel) di masing-masing jenjang. Adapun jenjang yang direncanakan yakni tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Diketahui, sekolah rakyat merupakan program dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Kalau yang kita usulkan itu […]

  • Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo Berakhir Damai

    Dugaan Pengeroyokan di Keraton Solo Berakhir Damai

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Dugaan pengeroyokan di Keraton Solo beberapa hari lalu disebut berakhir damai. Cucu Pakubuwono XIII, BRM Suryo Mulyo, yang diduga menganiaya tim keamanan inisial RP sudah berkomunikasi dengan korban. Komunikasi tersebut berlangsung pada Rabu (21/1/2026) malam di kantor Badan Pengelola Keraton. Berdasarkan pertemuan tersebut, baik pihak BRM Suryo Mulyo dan korban RP sepakat […]

  • Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    Plt Bupati Pati Beberkan Inovasi OPD, Mulai dari Pertanian Hingga Pendidikan

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, beberkan sejumlah inovasi di tingkat OPD guna mendukung kesejahteraan. Inovasi-inovasi tersebut ada di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga teknologi. Adapun inovasi di bidang pertanian yang menjadi kekuatan utama, sesuai dengan slogan Pati Bumi Mina Tani, adalah program 10 ton per hektare. Risma menyampaikan bahwa […]

  • gusti

    Gusti Purbaya Resmi Naik Takhta Sebagai Pakubuwono XIV: Awal Babak Baru Keraton Kasunanan Surakarta

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Sejarah baru kembali tercipta di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kanjeng Gusti Pangéran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, yang akrab dikenal sebagai Gusti Purbaya, resmi mengukuhkan diri sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV. Pengukuhan itu dilakukan dalam suasana khidmat di hadapan jenazah ayahandanya, PB XIII, sebelum prosesi pemberangkatan ke pemakaman raja-raja […]

  • pembunuhan

    Kepolisian Ungkap Dua Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah Bandung Barat

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan eks Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat. Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan dua pelaku yang diketahui masih berusia di bawah umur. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menyampaikan bahwa kedua pelaku telah ditangkap setelah sempat […]

  • kenaikan

    Pemkab Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 250 Persen, Bupati Sudewo Sampaikan Permintaan Maaf

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara resmi membatalkan rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, pada Kamis (7/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-701. Pengumuman ini menjadi respons langsung atas gelombang penolakan dari masyarakat yang sebelumnya sempat merencanakan […]

expand_less