Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Astronom Jepang Rekam Dua Kilatan Cahaya di Bulan Akibat Hantaman Meteor, Fenomena Langka Terjadi Dua Kali dalam Dua Hari

Astronom Jepang Rekam Dua Kilatan Cahaya di Bulan Akibat Hantaman Meteor, Fenomena Langka Terjadi Dua Kali dalam Dua Hari

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 113

Kabarjatengterkini.com- Fenomena langka kembali terekam oleh seorang astronom asal Jepang. Daichi Fujii, kurator bidang astronomi di Museum Kota Hiratsuka, berhasil merekam dua peristiwa hantaman meteor di permukaan Bulan hanya dalam waktu dua hari berturut-turut.

Kejadian ini menjadi sorotan dunia sains karena jarang sekali kilatan cahaya di Bulan terekam dalam waktu berdekatan.

Dua Kilatan Misterius di Permukaan Bulan

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 20.33 waktu Jepang. Saat itu, Fujii tengah mengamati Bulan menggunakan teleskop pribadinya yang diarahkan ke sisi gelap permukaan Bulan. Tiba-tiba, ia melihat kilatan cahaya singkat yang sangat terang  tanda khas ketika sebuah meteor menghantam permukaan Bulan dengan kecepatan tinggi.

Hanya dua hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 20.49 waktu setempat, Fujii kembali melihat fenomena serupa. Kali ini, ia kembali berhasil merekam meteor lain yang menghantam Bulan secara langsung. Dua kejadian ini terjadi di lokasi yang berbeda di permukaan Bulan, namun memiliki karakteristik yang sama: kilatan terang berdurasi sangat singkat yang berasal dari energi benturan besar.

Mengapa Meteor Mudah Menghantam Bulan?

Perbedaan utama antara Bumi dan Bulan terletak pada keberadaan atmosfer. Saat meteor memasuki atmosfer Bumi, sebagian besar akan terbakar habis sebelum mencapai permukaan. Inilah yang menyebabkan kita hanya melihat meteor sebagai “bintang jatuh”.

Namun, Bulan tidak memiliki atmosfer yang berarti. Setiap batuan luar angkasa yang mendekat akan langsung menghantam permukaannya tanpa hambatan. Kecepatan benturan meteor di Bulan bisa mencapai 27 kilometer per detik atau setara dengan 97.000 km/jam.

Benturan secepat ini menimbulkan kilatan cahaya terang akibat panas ekstrem yang dihasilkan saat energi kinetik meteor dilepaskan. Cahaya inilah yang berhasil direkam oleh Fujii menggunakan teleskopnya. Kilatan tersebut berlangsung hanya beberapa detik, tetapi cukup kuat untuk bisa dilihat dari Bumi.

Permukaan Bulan: Saksi Sejarah Hantaman Meteor

Jika kamu perhatikan, permukaan Bulan dipenuhi kawah besar dan kecil. Kawah-kawah itu adalah jejak dari miliaran tahun hantaman meteor dan asteroid yang terus menimpa Bulan. Menurut perhitungan para astronom, Bulan menerima 20 kali lebih banyak hantaman benda langit dibandingkan Bumi. Hal ini karena Bumi memiliki atmosfer pelindung yang efektif membakar sebagian besar meteor sebelum jatuh ke permukaan.

Fenomena seperti yang direkam Daichi Fujii membantu para ilmuwan mempelajari frekuensi dan dampak tumbukan benda langit di tata surya. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin baik pula pemahaman tentang bagaimana Bulan  dan bahkan Bumi  berevolusi dari waktu ke waktu akibat tabrakan kosmik ini.

Asal Usul Meteor dari Hujan Meteor Taurid

Fujii menduga bahwa kedua meteor yang menghantam Bulan berasal dari hujan meteor Taurid, yang memang sedang aktif di akhir Oktober hingga awal November. Hujan meteor ini memiliki dua cabang utama, yaitu Taurid Utara dan Taurid Selatan.

Menariknya, Taurid Selatan sering disebut juga sebagai “Halloween Fireballs” karena biasanya mencapai puncaknya di sekitar tanggal 31 Oktober hingga 2 November. Oleh karena itu, sangat mungkin bahwa meteor yang terekam Fujii merupakan bagian dari hujan meteor tersebut.

Namun, Fujii juga menambahkan kemungkinan lain. Ia menyebut bahwa bisa saja kilatan itu berasal dari pecahan komet yang tidak terkait dengan hujan meteor Taurid, mirip dengan meteor besar yang terbakar di langit Portugal pada 2 November 2025, hanya delapan menit sebelum peristiwa kedua di Bulan terjadi.

Manfaat Ilmiah dari Pengamatan Ini

Penemuan Daichi Fujii bukan sekadar dokumentasi fenomena langit yang menakjubkan, tetapi juga bernilai ilmiah tinggi. Dengan mempelajari seberapa sering meteor menghantam Bulan, ilmuwan dapat memperkirakan risiko bagi para astronot di masa depan ketika menjelajahi atau tinggal di Bulan.

Selain itu, pengamatan ini membantu memetakan perubahan frekuensi tumbukan asteroid di tata surya. Informasi tersebut penting untuk memahami evolusi permukaan Bulan dan Bumi, serta meningkatkan kemampuan manusia dalam mendeteksi potensi ancaman asteroid di masa depan.

Fenomena Langka yang Menginspirasi Dunia Astronomi

Fenomena dua kilatan cahaya di Bulan yang direkam dalam waktu berdekatan ini menjadi salah satu peristiwa astronomi paling menarik tahun 2025. Tidak hanya membuktikan ketelitian dan dedikasi Daichi Fujii sebagai astronom amatir profesional, tetapi juga membuka peluang bagi pengamatan lebih lanjut tentang interaksi antara Bulan dan benda langit di sekitarnya.

Peristiwa ini juga mengingatkan kita betapa dinamisnya tata surya, di mana setiap detik bisa saja terjadi tabrakan antar benda langit tanpa kita sadari. Dan berkat pengamatan seperti yang dilakukan Fujii, manusia dapat terus memahami misteri luar angkasa dengan lebih dalam.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • lula lahfah

    Kronologi dan Penyebab Meninggalnya Lula Lahfah, Sempat Berencana Beri Kejutan Ulang Tahun Dara Arafah

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kepergian influencer dan kreator konten Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya. Sosok Lula dikenal ceria, aktif di media sosial, dan memiliki lingkar pertemanan yang luas di kalangan publik figur. Tak heran, kabar meninggalnya Lula secara mendadak mengundang perhatian publik. Salah satu sahabat dekatnya, Keanu […]

  • Pemprov Jateng Pinjamkan Perangkat Starlink ke Aceh Guna Percepat Pemulihan Pascabencana

    Pemprov Jateng Pinjamkan Perangkat Starlink ke Aceh Guna Percepat Pemulihan Pascabencana

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kirim bantuan layanan internet Starlink ke Provinsi Aceh. Bantuan berupa layanan pinjam-pakai itu dikirimkan untuk membantu mempercepat pemulihan pascabencana. Bantuan ini berasal dari hibah Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Tengah sebanyak sembilan unit Starlink. Perangkat tersebut kemudian dipinjamkan selama 12 bulan dengan biaya layanan untuk […]

  • Kendal Jadi Salah Satu Daerah di Jateng yang Kembangkan Ekosistem Karbon Biru

    Kendal Jadi Salah Satu Daerah di Jateng yang Kembangkan Ekosistem Karbon Biru

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Kendal, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah didorong untuk mengembangkan ekosistem karbon biru. Adapun pengembangan ekosistem tersebut bertujuan pengurangan emisi karbon. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, keenam belas daerah tersebut berada di kawasan pantai utara dan pantai selatan. Sementara itu, salah satu wilayah yang masuk ke dalam daftar tersebut adalah Kendal. […]

  • Pemprov Jateng Tampung Aspirasi Eks Pekerja Sritex yang Belum Dapat Pesangon, Bakal Panggil Kurator

    Pemprov Jateng Tampung Aspirasi Eks Pekerja Sritex yang Belum Dapat Pesangon, Bakal Panggil Kurator

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersedia menampung seluruh aspirasi mantan pekerja PT Sritex. Pasalnya, ribuan massa tersebut menuntut pesangon yang belum dibayar perusahaan usai pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelumnya, Perwakilan Pengurus Pimpinan Daerah Federasi Serikat Tekstil Sandang dan Kulit Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Eko Widaryanto mengatakan, sekitar 8.500-an eks karyawan belum […]

  • jateng

    Jateng Jadi Tuan Rumah 2 Cabor Kejurnas 2025, Ada Atletik dan Taekwondo

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 108
    • 0Komentar

      Mitrapost.com – Provinsi Jawa Tengah menjadi tuan rumah dua cabang olahraga (cabor) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antar Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Tahun 2025. Dua cabor tersebut di antaranya atletik dan Taekwondo. Nantinya, kompetisi akan digelar pada tanggal 19 Oktober 2025. Adapun cabang atletik akan diikuti oleh 270 peserta dari 31 kontingen untuk 34 kelas. Sementara […]

  • semarang

    Pemkot Semarang Sigap Tangani Persoalan Sampah di TPS Muktiharjo Kidul

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bergerak menangani persoalan sampah. Pasalnya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Muktiharjo Kidul dinilai sudah melebihi kapasitas. Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng baru-baru ini. Diketahui, beberapa orang menyampaikan keluhan terkait bau tak sedap dan tumpukkan sampah yang mengganggu kenyamanan warga sekitar TPS Muktiharjo Kidul. Untuk menangani […]

expand_less