Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Astronom Jepang Rekam Dua Kilatan Cahaya di Bulan Akibat Hantaman Meteor, Fenomena Langka Terjadi Dua Kali dalam Dua Hari

Astronom Jepang Rekam Dua Kilatan Cahaya di Bulan Akibat Hantaman Meteor, Fenomena Langka Terjadi Dua Kali dalam Dua Hari

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
  • visibility 197

Kabarjatengterkini.com- Fenomena langka kembali terekam oleh seorang astronom asal Jepang. Daichi Fujii, kurator bidang astronomi di Museum Kota Hiratsuka, berhasil merekam dua peristiwa hantaman meteor di permukaan Bulan hanya dalam waktu dua hari berturut-turut.

Kejadian ini menjadi sorotan dunia sains karena jarang sekali kilatan cahaya di Bulan terekam dalam waktu berdekatan.

Dua Kilatan Misterius di Permukaan Bulan

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 20.33 waktu Jepang. Saat itu, Fujii tengah mengamati Bulan menggunakan teleskop pribadinya yang diarahkan ke sisi gelap permukaan Bulan. Tiba-tiba, ia melihat kilatan cahaya singkat yang sangat terang  tanda khas ketika sebuah meteor menghantam permukaan Bulan dengan kecepatan tinggi.

Hanya dua hari kemudian, tepatnya pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 20.49 waktu setempat, Fujii kembali melihat fenomena serupa. Kali ini, ia kembali berhasil merekam meteor lain yang menghantam Bulan secara langsung. Dua kejadian ini terjadi di lokasi yang berbeda di permukaan Bulan, namun memiliki karakteristik yang sama: kilatan terang berdurasi sangat singkat yang berasal dari energi benturan besar.

Mengapa Meteor Mudah Menghantam Bulan?

Perbedaan utama antara Bumi dan Bulan terletak pada keberadaan atmosfer. Saat meteor memasuki atmosfer Bumi, sebagian besar akan terbakar habis sebelum mencapai permukaan. Inilah yang menyebabkan kita hanya melihat meteor sebagai “bintang jatuh”.

Namun, Bulan tidak memiliki atmosfer yang berarti. Setiap batuan luar angkasa yang mendekat akan langsung menghantam permukaannya tanpa hambatan. Kecepatan benturan meteor di Bulan bisa mencapai 27 kilometer per detik atau setara dengan 97.000 km/jam.

Benturan secepat ini menimbulkan kilatan cahaya terang akibat panas ekstrem yang dihasilkan saat energi kinetik meteor dilepaskan. Cahaya inilah yang berhasil direkam oleh Fujii menggunakan teleskopnya. Kilatan tersebut berlangsung hanya beberapa detik, tetapi cukup kuat untuk bisa dilihat dari Bumi.

Permukaan Bulan: Saksi Sejarah Hantaman Meteor

Jika kamu perhatikan, permukaan Bulan dipenuhi kawah besar dan kecil. Kawah-kawah itu adalah jejak dari miliaran tahun hantaman meteor dan asteroid yang terus menimpa Bulan. Menurut perhitungan para astronom, Bulan menerima 20 kali lebih banyak hantaman benda langit dibandingkan Bumi. Hal ini karena Bumi memiliki atmosfer pelindung yang efektif membakar sebagian besar meteor sebelum jatuh ke permukaan.

Fenomena seperti yang direkam Daichi Fujii membantu para ilmuwan mempelajari frekuensi dan dampak tumbukan benda langit di tata surya. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin baik pula pemahaman tentang bagaimana Bulan  dan bahkan Bumi  berevolusi dari waktu ke waktu akibat tabrakan kosmik ini.

Asal Usul Meteor dari Hujan Meteor Taurid

Fujii menduga bahwa kedua meteor yang menghantam Bulan berasal dari hujan meteor Taurid, yang memang sedang aktif di akhir Oktober hingga awal November. Hujan meteor ini memiliki dua cabang utama, yaitu Taurid Utara dan Taurid Selatan.

Menariknya, Taurid Selatan sering disebut juga sebagai “Halloween Fireballs” karena biasanya mencapai puncaknya di sekitar tanggal 31 Oktober hingga 2 November. Oleh karena itu, sangat mungkin bahwa meteor yang terekam Fujii merupakan bagian dari hujan meteor tersebut.

Namun, Fujii juga menambahkan kemungkinan lain. Ia menyebut bahwa bisa saja kilatan itu berasal dari pecahan komet yang tidak terkait dengan hujan meteor Taurid, mirip dengan meteor besar yang terbakar di langit Portugal pada 2 November 2025, hanya delapan menit sebelum peristiwa kedua di Bulan terjadi.

Manfaat Ilmiah dari Pengamatan Ini

Penemuan Daichi Fujii bukan sekadar dokumentasi fenomena langit yang menakjubkan, tetapi juga bernilai ilmiah tinggi. Dengan mempelajari seberapa sering meteor menghantam Bulan, ilmuwan dapat memperkirakan risiko bagi para astronot di masa depan ketika menjelajahi atau tinggal di Bulan.

Selain itu, pengamatan ini membantu memetakan perubahan frekuensi tumbukan asteroid di tata surya. Informasi tersebut penting untuk memahami evolusi permukaan Bulan dan Bumi, serta meningkatkan kemampuan manusia dalam mendeteksi potensi ancaman asteroid di masa depan.

Fenomena Langka yang Menginspirasi Dunia Astronomi

Fenomena dua kilatan cahaya di Bulan yang direkam dalam waktu berdekatan ini menjadi salah satu peristiwa astronomi paling menarik tahun 2025. Tidak hanya membuktikan ketelitian dan dedikasi Daichi Fujii sebagai astronom amatir profesional, tetapi juga membuka peluang bagi pengamatan lebih lanjut tentang interaksi antara Bulan dan benda langit di sekitarnya.

Peristiwa ini juga mengingatkan kita betapa dinamisnya tata surya, di mana setiap detik bisa saja terjadi tabrakan antar benda langit tanpa kita sadari. Dan berkat pengamatan seperti yang dilakukan Fujii, manusia dapat terus memahami misteri luar angkasa dengan lebih dalam.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • mnc

    Dugaan Kekerasan di MNC Tower: Karyawan Mengaku Ditampar hingga Mulut Dimasuki Sepatu

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kasus dugaan kekerasan di lingkungan kerja kembali menyita perhatian publik. Kali ini, tudingan serius mengarah kepada Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT). Ia diduga melakukan tindakan kekerasan fisik hingga pelecehan terhadap Sadiah Amir Sussy, yang menjabat sebagai Branch Manager MNC Bank Kantor Cabang MNC Tower. Peristiwa tersebut mencuat setelah kuasa hukum korban, Sogi Bagaskara, […]

  • Indonesia Diminta Kirim Perwira untuk Jadi Wakil Komandan ISF

    Indonesia Diminta Kirim Perwira untuk Jadi Wakil Komandan ISF

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia diminta untuk memilih satu perwira TNI terbaik yang akan menempati posisi Wakil Komandan (Deputy Commander) International Stabilization Force (ISF). “Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” kata Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, Kamis (19/2/2026), dikutip Kompas. ISF bertugas mendukung misi […]

  • Pemprov Jateng Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Pengentasan Kemiskinan

    Pemprov Jateng Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 165
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berkolaborasi dengan civitas akademik dalam pengentasan kemiskinan. Kali ini, pihaknya menggandeng Soegijapranata Catholic University (SCU) untuk mendukung program prioritas di Jawa Tengah. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa kerja sama dengan pihak perguruan tinggi merupakan salah satu bentuk government collaborative (kolaborasi pemerintahan). Kerja sama ini dianggap […]

  • Eks Ketua dan Bendahara KONI Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah

    Eks Ketua dan Bendahara KONI Solo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Eks Ketua dan bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana hibah tahun anggaran 2021-2024. Sebelumnya, LK menjabat ketua periode 2021-2025, sedangkan TAR bertugas mengelola keuangan. “Kami tetapkan dua orang tersangka kasus korupsi dana hibah KONI, inisial LK dan TAR, yang merupakan mantan pengurus KONI tahun sebelumnya,” kata […]

  • prajurit

    TNI Kerahkan 30 Ribu Prajurit untuk Percepat Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sebanyak 30.864 prajurit TNI dari tiga matra — TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU) — resmi dikerahkan ke wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Langkah besar ini dilakukan sebagai respon cepat pemerintah terhadap bencana banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur yang menimpa berbagai wilayah di […]

  • hiu

    Hiu Angelshark Langka Terekam di Teluk Cardigan, Pertanda Harapan untuk Laut Dunia

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebuah penemuan langka menggugah dunia konservasi laut. Seekor hiu angelshark (Squatina squatina), salah satu spesies hiu paling langka di dunia yang kini berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah, terekam kamera bawah laut di Teluk Cardigan, Wales. Rekaman ini mengejutkan para ilmuwan yang tergabung dalam proyek Dolphin Diet Detectives yang diprakarsai oleh Wildlife […]

expand_less